← Beranda
Penyusutan Lahan Hutan di Jatim dan Jateng Melebihi Luas Singapura, Ada Potensi Banjir Bandang
Hilmi SetiawanSabtu, 6 Desember 2025 | 22.51 WIB
Ilustrasi lahan tambang yang beroperasi tanpa izin pinjam pakai kawasan hutan. (Istimewa)

JawaPos.com - Potensi banjir bandang akibat berkurangnya tutupan lahan hutan tak hanya terjadi di pulau-pulau di luar Jawa. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Tengah (Jateng) juga memiliki potensi bencana serupa. 

Pe‌nyebabnya, terjadi pengurangan tutupan hutan yang signifikan di dua provinsi tersebut. Bahkan, luas hutan yang menyusut melebihi luas Singapura yang hanya sekitar 73 ribu hektare. Di Jatim, tutupan hutan pada 2014 tercatat 1,367 juta hektare. Namun hingga akhir 2023, terjadi penurunan hingga 123 ribu hektare sehingga totalnya menjadi 1,244 juta hektare. 

Kondisi lebih parah terjadi di Jateng. Pada 2014, tutupan hutannya mencapai sekitar 776 ribu hektare. Namun hingga 2023, luas tersebut berkurang menjadi sekitar 656 ribu hektare—susut lebih dari 120 ribu hektare. 

Pengamat kebijakan publik Universitas Indonesia (UI) Lina Miftahul Jannah menyebut data tersebut menunjukkan pemerintah belum memiliki arah pengelolaan hutan yang jelas. Salah satu contoh adalah kemudahan aturan pembukaan hutan untuk perkebunan sawit. ”Jadinya sudah bukan hutan yang pohonnya besar-besar dan keras, tapi hutan sawit," ujarnya. 

Dia menyebut kondisi itu ironis, sebab sejumlah negara seperti Malaysia sudah tidak lagi melakukan ekspansi sawit, sehingga investor dari negara tersebut justru beralih mendanai sawit di Indonesia. 

Baca Juga: Polda Riau Salurkan Peralatan 3.459 Pemulihan Bagi Korban Banjir Bandang dan Longsor di Sumatera

Lina juga menyoroti pembukaan lahan untuk food estate. Menurutnya, pembukaan lahan tersebut kerap diikuti pembabatan pohon keras. Di daerah sentra beras seperti Karawang, banyak lahan pertanian disulap men‌jadi pabrik atau perumahan. 

Dia menegaskan bencana banjir bandang di Sumatera bukan disebabkan perusakan hutan dalam satu atau dua tahun terakhir. ”Tetapi akumulasi pengelolaan hutan yang berjalan beberapa tahun ke belakang,” katanya. 

Respons Pemerintah

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan komitmennya menjaga hutan Indonesia. Dia mengungkapkan amanah Presiden Prabowo kepadanya adalah menjaga hutan dan berani menindak pelanggaran. ”Sejak awal menjabat, pesan Presiden cuma satu: jaga hutan, dan harus berani,” katanya. 

Prabowo, lanjutnya, meminta agar Kemenhut berhati-hati dalam menerbitkan izin pemanfaatan hutan (PBPH). Pihak yang me‌ngantongi PBPH dapat mengelola hutan sesuai izin. 

Raja mengungkapkan selama menjabat, tidak ada satu pun izin PBPH baru untuk usaha penebangan yang ia keluarkan. 

Dia menambahkan, penegakan hukum terus berjalan. Pada Februari lalu, 18 izin PBPH dicabut akibat pelanggaran. Dalam waktu dekat, Kemenhut juga akan mencabut 20 izin PBPH di Aceh, Sumbar, dan Sumut karena pengelola berkinerja buruk. 

Baca Juga: Polri Dalami Kayu Gelondongan yang Terbawa Banjir Bandang di Sumatera

Banjir di Jatim

Hingga kemarin, deretan bencana akibat cuaca ekstrem masih melanda sejumlah daerah. Salah satu yang cukup parah terjadi di Kota Malang. Berdasarkan data BPBD setempat, banjir terparah terjadi di Kecamatan Blimbing. Dua kelurahan terdampak, yakni Purwodadi dan Sidomulyo. 

Di Purwodadi, 43 rumah terendam. Di Sidomulyo, 19 rumah terdampak dan dua di antaranya jebol. Kelurahan Tulusrejo juga me‌ngalami banjir. ”Di Kecamatan Sukun juga ada yang terdampak banjir," papar Kepala Pelaksana BvPBD Ko‌ta Malang Prayitno. 

Saat ini, BPBD melakukan pendataan detail mengenai dampak kerusakan dan barang-barang warga yang hanyut. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat telah meninjau sejumlah lokasi terdampak. Berdasarkan evaluasi awal, banjir dipicu berkurangnya fungsi saluran air. 

”Se‌perti di Sidomulyo, resapan dan saluran air di kawasan itu tidak berfungsi baik. Sehingga air mendesak mencari jalannya, akhir‌nya menjebol rumah warga," terang Wahyu. 

Pemkot akan berkoordinasi dengan Pemprov Jatim terkait perbaikan drainase di Jalan Ahmad Yani serta memetakan pembuatan bak kontrol. 

Selain di Malang, banjir juga melanda pesisir Pasuruan, tepatnya di wilayah Winongan. Hingga kemarin, sedikitnya delapan desa terendam banjir akibat penyempitan sungai serta rob itu. 

Baca Juga: Fakta Banjir Bandang Terjang Cililin Bandung Barat: Eceng Gondok Hilang di Waduk Saguling hingga Wisata Curugan Ciririp Disapu Air

Ancaman Masih Tinggi

Di tempat lain, peringatan dini cuaca ekstrem telah diterbitkan di berbagai daerah. Salah satunya di Tabanan, Bali. BPBD setempat mengeluarkan peringatan potensi curah hujan tinggi pada 1–10 Desember. 

BPBD menetapkan tiga kategori kewaspadaan, dengan status awas di Kecamatan Pupuan, Baturiti, dan Penebel karena berisiko tinggi menghadapi banjir, longsor, dan pohon tumbang. Kepala Pelaksana BPBD Tabanan Nyoman Srinada Giri meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena cuaca ekstrem berpotensi terjadi di beberapa wilayah. (wan/dya/adk/uli/san/ris)

EDITOR: Ilham Safutra