← Beranda
Di UGM, Menhut Raja Juli Sebut Jokowi Alumnus yang Berhasil Jaga Hutan dan Indonesia
Hilmi SetiawanJumat, 17 Oktober 2025 | 21.43 WIB
Presiden ke-7 RI Joko Widodo bersama Menhut Raja Juli Antoni dalam Dies Natalis ke-62 Fakultas Kehutanan UGM di Jogjakarta (17/10). (Humas Kemenhut)

 

JawaPos.com - Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) merayakan HUT atau dies natalis yang ke-62. Acara tersebut dihadiri Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Seperti diketahui Jokowi adalah lulusan Fakultas Kehutanan UGM tahun 1985 silam. 

Acara tahunan yang digelar pada Jumat (17/10) itu, juga dihadiri Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni. Jokowi dan Raja Juli terlihat cukup akrab.

Mereka berbincang dari luar gedung hingga di kursi VIP. Hanya saja outfit keduanya terlihat berbeda. Jokowi menggunakan batik. Sementara Raja Juli mengenakan setelan jas dilengkapi dasi biru muda.

Dalam paparannya, Raja Juli menjelaskan sejumlah program prioritas dan capaian Kemenhut. Khususnya di sektor kehutanan, termasuk program Perhutanan Sosial.

Dia mengatakan upaya Kemenhut menjaga hutan butuh kolaborasi dengan banyak pihak. Seperti kerja sama dengan Fakultas Kehutanan UGM, termasuk para alumninya.

Raja Juli mengatakan bahwa Fakultas Kehutanan UGM memiliki kontribusi luar biasa di Kehutanan Indonesia. Menurut dia sampai saat ini ada beberapa alumni Fakultas Kehutanan UGM yang saat ini masih menjadi Dirjen di Kementerian Kehutanan.

"Pak Dirjen KSDAE, Bu Dirjen PDASRH, kemudian ada pak Dirjen GAKKUM, dan kemudian ada Wakil Menteri Kehutanan, last but not least ini dia Presiden ke-7 Bapak Joko Widodo," katanya.

Raja Juli menegaskan sebagai salah satu alumni Fakultas Kehutanan UGM, Jokowi tidak hanya berhasil menjaga hutan. Tetapi juga berhasil menjaga Indonesia.

Untuk diketahui sejumlah petinggi dalam jajaran Kementerian Kehutanan merupakan lulusan Fakultas Kehutanan UGM. Di antaranya Wamenhut Rohmat Marzuki.

Juga ada Dirjen Konservasi Sumber Data Alam dan Ekosistem (KSDAE) Satyawan Pudyatmoko, Dirjen Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Dyah Murtiningsih, dan Dirjen Penegakan Hukum Kehutanan (Gakkum) Dwi Januanto Nugroho.

Jelaskan Program Prioritas Kemenhut

Raja Juli menyebut Kemenhut memiliki program prioritas yang mendukung tercapainya Asta Cita ke 2 dan ke 5 pemerintahan Prabowo-Gibran.

Dia mengatakan, terdapat 5 program prioritas. Di antaranya digitalisasi layanan, penguasaan hutan yang berkeadilan, dan hutan sebagai sumber swasembada pangan. Kemudian menjaga hutan Indonesia sebagai paru-paru dunia dan one map policy.

“Salah satunya transformasi digital, melalui transformasi digital data spasial kehutanan, kita membuka era baru untuk tata kelola hutan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas,” ujar Raja Juli.

Selanjutnya, Raja Juli juga menyebutkan adanya penurunan signifikan angka kebakaran hutan dan lahan di awal kepemimpinan Presiden Prabowo.

Selain itu, berkat kolaborasi dengan berbagai pihak, Kemenhut telah menjalankan amanat Presiden Prabowo yang menghibahkan lahannya di Aceh untuk konservasi Gajah Sumatera.

Upaya konservasi ini diberi nama Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI ACEH).

“Dalam bidang konservasi kami terus melakukan kerja-kerja konkret di lapangan. Presiden Prabowo ketika pulang dari pertemuan dengan King Charles diminta kerjasama membuat koridor Aceh dan beliau memberikan PBPH-nya di Aceh," jelas Raja Juli.

Kemenhut bekerjasama dengan WWF Indonesia, memulai mitigasi konflik gajah dengan manusia. Prosesnya berjalan melibatkan partisiapasi masyarakat. Diharapkan interkasi antara gajah dan penduduk berjalan baik.

EDITOR: Bayu Putra