JawaPos.com - Kabar baik datang untuk penerima bantuan sosial (bansos) atensi yatim piatu. Pemerintah mulai mencairkan dana bantuan dengan nilai hingga Rp 1,8 juta per penerima pada pertengahan Oktober 2025 ini.
Pencairan ini bagian dari program perlindungan sosial yang disalurkan secara bertahap oleh Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Bank Mandiri.
Bagi penerima yang belum menarik dananya dari periode sebelumnya, kini saatnya segera dicek. Karena saldo bantuan sudah mulai masuk ke rekening masing-masing.
Bantuan atensi yatim piatu ini diberikan untuk mendukung anak-anak yang kehilangan orang tua agar tetap mendapatkan perlindungan dan pemenuhan kebutuhan dasar.
Dana yang cair kali ini merupakan akumulasi dari beberapa periode sebelumnya, mulai dari Januari hingga September 2025.
Artinya, bagi penerima yang belum mencairkan dana sejak periode pertama hingga keempat, total bantuan yang bisa diterima bisa mencapai Rp 1,8 juta.
Proses pencairannya cukup mudah. Dikutip dari Diary Bansos, Senin (13/10), penerima atau wali penerima yang telah memiliki buku rekening atau kartu ATM Bank Mandiri dapat langsung melakukan pengecekan saldo di mesin ATM atau datang ke kantor cabang terdekat.
Jika dana sudah masuk, bantuan dapat langsung ditarik tunai tanpa potongan. Namun bagi penerima yang belum memiliki kartu atau buku rekening, disarankan segera menghubungi pihak desa atau kelurahan. Karena distribusi kartu dilakukan melalui pemerintah daerah setempat.
KPM Bansos PKH dan BPNT Dapat Tambahan Beras dan Minyak Goreng
Di sisi lain, program penyaluran Bansos PKH dan BPNT juga sedang berjalan bersamaan. Berdasarkan data terbaru per 13 Oktober 2025, pemerintah tengah menyiapkan penebalan bantuan untuk periode Oktober–November 2025.
Setiap keluarga penerima manfaat (KPM) akan mendapat tambahan beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter, yang disalurkan lewat Perum Bulog dan Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Penyalurannya dilakukan satu kali untuk dua bulan dan akan segera dimulai akhir Oktober 2025. Perubahan jumlah penerima bantuan di beberapa daerah juga tercatat masih terjadi.
Berdasarkan data DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional), beberapa wilayah seperti NTT (+8%), Papua Pegunungan (+7,6%), dan Sulawesi Tengah (+4,1%) mengalami peningkatan penerima bantuan.
Sedangkan Aceh (-2,5%), Jambi (-2,4%), dan Jawa Barat (-3,5%) mengalami pengurangan karena hasil evaluasi kelayakan.
Untuk memastikan apakah anda termasuk penerima bantuan, segera cek status melalui situs resmi cekbansos.kemensos.go.id atau konfirmasi ke kantor desa setempat.
Jika nama anda tercantum, segera lakukan pencairan sebelum masa aktif bantuan berakhir.
Jadi, jangan tunda lagi. Segera cek rekening atau kartu ATM Anda hari ini. Siapa tahu, bantuan atensi yatim piatu hingga Rp 1,8 juta sudah masuk dan siap dicairkan.
Sebelumnya, Oktober menjadi bulan yang dinanti-nantikan keluarga penerima manfaat (KPM) bansos. Sebab, pada bulan ini sejumlah bansos dari pemerintah akan dicairkan.
Kabar Pencairan Bansos Dinanti
Banyak keluarga penerima manfaat (KPM) menantikan kabar pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap keempat tahun ini.
Kabar baiknya, pencairan dua program utama ini dipastikan segera dilakukan dan bahkan disertai dengan penebalan bantuan atau tambahan nominal bantuan yang bisa mencapai Rp 400.000 per KPM.
Berdasarkan update terbaru dari sistem aplikasi SixNG, bantuan PKH dan BPNT untuk periode Oktober–Desember 2025 sudah memasuki tahap “cek rekening”. Artinya, proses pencairan tinggal selangkah lagi menuju rekening masing-masing penerima.
Jika mengacu pada pola pencairan sebelumnya, status “cek rekening” biasanya hanya berjarak 1–2 minggu sebelum dana benar-benar masuk.
Dengan begitu, penyaluran bantuan diperkirakan mulai berlangsung pertengahan hingga akhir Oktober 2025.
Percepatan pencairan ini dilakukan agar seluruh proses distribusi bantuan bisa tuntas sebelum akhir tahun.
Pemerintah menargetkan agar tidak ada penundaan hingga Desember, sehingga seluruh keluarga penerima bisa menikmati manfaat bansos tepat waktu.
Jadi, bagi penerima PKH dan BPNT yang belum sempat cair di tahap ketiga, tak perlu khawatir. Karena bantuan tetap akan disalurkan selama tidak ada kendala administratif seperti data ganda atau status “exclude”.
Penyaluran bantuan terpantau terjadi di empat bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara), yakni Bank BRI, BNI, Mandiri, dan BSI.
Meski begitu, sejumlah wilayah akan diprioritaskan menerima pencairan lebih awal, yakni yang berada di kategori wilayah satu.
Pembagian ini berdasar pada sistem penyaluran sebelumnya, di mana wilayah satu menjadi daerah pertama yang peroleh transfer dana bansos, Berikut pembagiannya:
Wilayah Satu
Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Kepulauan Riau, Provinsi Bangka Belitung, Jambi, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat.
Wilayah Dua
DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat.
Wilayah Tiga
Jawa Timur, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Papua.