JawaPos.com - Ada yang tak biasa di saat aksi unjuk rasa buruh di depan Gedung DPR/MPR/DPD RI, Senin (22/9). Di tengah teriknya siang, buruh dan polisi justru duduk berdampingan sambil melantunkan sholawat. Suasana akdi yang biasanya tegang, berubah hangat dan penuh persaudaraan.
Sekitar pukul 12.10 WIB, massa dari DPP KSPSI dan DPP KSPI bersama anggota Polri menggelar sholawat bersama. Kegiatan itu melibatkan personel dari Polda, Polres Metro Jakarta Pusat, Polsek jajaran, Brimob, hingga Sabhara.
Puluhan buruh tampak duduk rapi di depan Pintu Gerbang Utama Gedung DPR, berdampingan dengan polisi.
Selain sholawatan, aparat juga membagikan roti dan air mineral kepada para buruh.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menyebut kegiatan ini sebagai pendekatan humanis.
"Kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat. Ketika polisi dan buruh bisa duduk bersama, bersholawat bersama, itu menandakan bahwa kita semua bersaudara," ujar Susatyo.
Ia menegaskan, menjaga kedamaian adalah tanggung jawab bersama.
"Kami tidak hanya mengawal jalannya aksi, tapi juga menjaga hati dan perasaan semua yang terlibat. Dengan saling menghormati, suasana bisa lebih sejuk, dan pesan yang ingin disampaikan buruh pun lebih mudah diterima," tambahnya.
Susatyo mengapresiasi jalannya aksi yang berlangsung tertib dari awal hingga akhir.
"Kami sangat menghargai rekan-rekan buruh yang telah menyampaikan aspirasi dengan cara-cara yang damai dan bermartabat. Ini adalah contoh bahwa demokrasi bisa berjalan tanpa gesekan," katanya.