JawaPos.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku sudah tak bisa bergaya koboi lagi seperti saat menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner (DK) Lembaga Jaminan Simpanan (LPS).
Hal ini sebagaimana ia sampaikan dalam Rapat Perdana dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (10/9).
"Ini, pak, kunjungan saya yang pertama sebagai menteri keuangan. Biasanya sebagai LPS. Kalau waktu ketua LPS, saya katanya ngomongnya agak-agak koboi, sekarang nggak boleh saya, Pak," kata Purbaya sambil disambut dengan gelak tawa dari wakil rakyat.
Ia mengaku baru merasakan perbedaannya belum lama ini setelah dilantik sebagai Menteri Keuangan beberapa lalu oleh Presiden Prabowo Subianto.
Itu sebabnya, Purbaya mengaku akan mencoba untuk menyampaikan pernyataan resmi dari Kemenkeu sesuai dengan apa yang sudah disiapkan pegawainya.
"Saya baru merasakan dampaknya, rupanya beda. Jadi, sekarang saya akan stick (mengacu) pada pidato yang sudah disiapkan oleh staff saya di sini, Pak. Jadi, nggak ada session bebas lagi," ujarnya sembari tertawa.
Kendati begitu, keluhan Purbaya itu disambut dengan celetukan salah satu Anggota Komisi XI DPR RI. Menurut anggota tersebut, boleh saja Purbaya tetap bergaya Koboi saat menjadi Menkeu.
Tetapi, kata anggota Komisi XI DPR RI itu gaya koboi-nya harus berisi. "Pak Menteri, boleh koboi, asal ada isinya," ujar salah satu anggota itu.
"Siap, siap. Makasih, Pak," timpal Purbaya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan permohonan maaf gara-gara asal respons soal tuntutan 17+8 yang viral di media sosial.
Terkait itu, ia mengakui dirinya sebagai menteri kagetan, bahkan dinilai Sri Mulyani sebagai menteri yang bergaya koboi.
"Ini kan saya masih pejabat baru di sini. menterinya juga menteri kagetan. jadi kalau ngomong, katanya kalau kata bu Sri Mulyani gayanya koboi," kata Purbaya dalam konferensi pers bersama Sri Mulyani di Kantornya, Selasa (9/9).