← Beranda
BEM SI Tabur Bunga di Depan DPR, Sejumlah Mahasiswa Teteskan Air Mata
Ryandi ZahdomoJumat, 5 September 2025 | 02.19 WIB
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menutup aksi damai di depan Gedung DPR RI, Kamis (4/9), dengan tabur bunga. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menutup aksi damai di depan Gedung DPR RI, Kamis (4/9), dengan tabur bunga.

Tabur bunga dilakukan sebagai simbol duka dan kritik terhadap wakil rakyat yang dinilai tidak lagi berpihak kepada masyarakat kecil. Puluhan lilin juga menyala, diiringi lagu Indonesia Pusaka, menciptakan suasana haru.

Tak sedikit mahasiswa yang meneteskan air mata mengenang para korban aksi di berbagai daerah. Diketahui tercatat ada 11 orang meninggal, 500 luka-luka, dan 3.400 orang dikriminalisasi.

Aksi yang dimulai pukul 16.30 WIB ini berlangsung damai hingga ditutup sekitar pukul 17.50 WIB. Mahasiswa secara bergantian meninggalkan lokasi dengan tertib, sementara aparat melakukan penjagaan ketat.

Koordinator Pusat (Korpus) BEM SI, Muzammil Ihsan, menegaskan aksi ini bukan sekadar simbol, tetapi wujud perjuangan menyelamatkan bangsa.

"Aksi hari ini dijalankan dengan tertib dan damai untuk benar-benar menyampaikan aspirasinya secara substansial. Kita ingin benar-benar menyelamatkan Indonesia," ujar Muzammil di lokasi.

Meski aksi telah selesai, mahasiswa memastikan mereka akan tetap mengawal kebijakan pemerintah.

Selain tabur bunga, massa juga membawa spanduk penuh kritik. Bahkan, satu karangan bunga besar dibentangkan dengan tulisan:

"Turut Berduka Cita Atas Meninggal Dewan Perwakilan Rakyat."

Simbol ini menjadi pesan satir terhadap DPR yang dianggap gagal menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat.

13 Tuntutan BEM SI

Berikut 13 tuntutan yang dibawa mahasiswa:

1. Turunkan tunjangan DPR sekarang juga! Rakyat sengsara, wakilnya berpesta.

2. Sahkan RUU Perampasan Aset. Tangkap, rampas, adili semua harta koruptor.

3. Reformasi total Polri dan DPR. Bersihkan dari mafia dan kartel kekuasaan.

4. Bebaskan kawan-kawan yang ditahan. Stop kriminalisasi gerakan rakyat.

5. Hentikan represif aparat. Stop pemukulan, gas air mata, dan peluru tajam.

6. Evaluasi total Kabinet Merah Putih. Copot menteri gagal, usir pembisik oligarki.

7. Reformasi UU Peradilan Militer. Adili pelanggar HAM di pengadilan rakyat.

8. Revisi RUU KUHAP. Hukum harus berpihak pada rakyat, bukan alat kriminalisasi.

9. Adili aparat pembunuh rakyat. Tegakkan hukum tanpa pandang bulu.

10. Buka 19 juta lapangan kerja. Wapres harus buktikan janji di depan rakyat.

11. Sejahterakan guru dan dosen. Pendidikan maju lahir dari tenaga pendidik yang sejahtera.

 

12. Tolak batalion militer di kampus. UNRI harus jadi ruang akademik, bukan markas militer.

 

13. Tolak dwifungsi jabatan di pemerintahan. Hentikan rangkap kekuasaan yang melanggengkan oligarki.

 

EDITOR: Bintang Pradewo