← Beranda
5 Ciri Orang yang Selalu Terlambat Tanpa Pernah Merasa Bersalah
M Shofyan Dwi KurniawanSenin, 12 Mei 2025 | 19.19 WIB
Ilustrasi. (pexels.com)

 

JawaPos.com - Dalam setiap kelompok pertemanan atau rekan kerja, selalu ada satu orang yang selalu terlambat.

Tidak peduli seberapa penting acara itu, mereka tetap datang lewat dari waktu yang disepakati.

Dan yang lebih mengejutkan, mereka melakukannya tanpa merasa bersalah. Bahkan sering kali juga tanpa meminta maaf, seolah keterlambatan adalah bagian alami dari hidup mereka.

Dilansir dari Geediting, berikut ini lima ciri khas dari orang-orang yang sering terlambat dan tetap santai seolah tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

1. Kurangnya manajemen waktu

Bagi sebagian orang, keterampilan mengatur waktu adalah sesuatu yang sulit dibentuk. Bukan karena mereka ceroboh atau tidak peduli, tapi memang ada yang memiliki hubungan yang unik dengan waktu. 

Mereka bisa bilang, “15 menit lagi sampai,” padahal kenyataannya mereka baru keluar dari rumah. Ketika akhirnya tiba, mereka tidak akan merasa perlu untuk menjelaskan, apalagi tanpa meminta maaf. 

Ini adalah bagian dari kepribadian mereka yang hidup dengan persepsi waktu yang longgar dan santai. Mereka selalu terlambat bukan karena ingin menyebalkan, tapi karena mereka benar-benar merasa waktunya masih cukup.

2. Orang yang spontan

Orang yang sangat spontan cenderung hidup mengikuti arus. Mereka lebih suka bertindak sesuai suasana hati dan tidak terlalu suka dengan jadwal yang ketat. 

Saat ada rencana, mereka bisa tiba-tiba mengubah urutan prioritas karena ada hal menarik lainnya yang menyita perhatian. Hasilnya? Mereka selalu terlambat dan tetap merasa baik-baik saja tanpa merasa bersalah.

3. Ahli multitasking

Ada tipe orang yang merasa harus produktif setiap detik. Mereka percaya bahwa mereka bisa menyelipkan satu tugas lagi sebelum keluar rumah. 

Misalnya, menjawab email sambil menyiapkan sarapan, atau mencuci piring lima menit sebelum waktunya berangkat. Tentu saja, kebiasaan ini membuat mereka kehilangan kendali atas waktu. 

Saat akhirnya tiba di tempat tujuan, mereka tanpa meminta maaf karena menurut mereka, mereka justru telah menggunakan waktunya dengan sangat efisien. Padahal, semua itu justru menjadi pola kepribadian yang membuat mereka selalu terlambat.

4. Suka menunda-nunda

Kebiasaan menunda adalah salah satu alasan klasik keterlambatan. Mereka akan berpikir, "Masih ada waktu," atau "Nanti saja berangkat." Sayangnya, "nanti" sering berubah jadi "terlambat". 

Meski berkali-kali terjadi, mereka tetap tidak berubah dan bahkan tanpa merasa bersalah. Itu adalah bagian dari cara berpikir mereka yang kurang sensitif terhadap urgensi waktu.

5. Suka meremehkan

Orang yang suka meremehkan biasanya merasa bahwa beberapa menit keterlambatan bukanlah masalah besar. Mereka menyepelekan waktu perjalanan, cuaca, atau bahkan potensi kemacetan. 

Ketika mereka datang terlambat, ekspresi wajah mereka tetap santai, tanpa meminta maaf, dan menganggap semua orang harus memahami situasi mereka. Sifat ini melekat dalam kepribadian mereka dan sering kali sulit diubah karena mereka tidak melihat itu sebagai kesalahan besar.

Pada akhirnya, orang yang selalu terlambat tanpa merasa bersalah memang memiliki ciri khas yang kuat. Mereka mungkin tidak bermaksud buruk, tapi perilaku itu tetap berdampak pada orang lain yang menghargai waktu. 

EDITOR: Novia Tri Astuti