← Beranda
Sampaikan Pidato Berapi-api, Prabowo Pastikan Pimpin Negara dengan Tulus Termasuk Mereka yang Tidak Memilihnya
Muhammad RidwanMinggu, 20 Oktober 2024 | 20.06 WIB
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo memeriksa pasukan pada upacara pisah sambut di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (20/10/2024). (Fedrik Tarigan/ Jawa Pos)
 
JawaPos.com - Presiden RI Prabowo Subianto memastikan, pihaknya akan menjalankan roda pemerintahan dengan tulus dalam mengutamakan kepentingan rakyat. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menyampaikan pidato kenegaraan perdsna dengan penuh semangat berapi-api setelah resmi dilantik di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10).
 
"Kami akan menjalankan kepemimpinan pemerintah Republik Indonesia, kepemimpinan negara dan bangsa Indonesia dengan tulus, dengan mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia, termasuk mereka yang tidak memilih kami," kata Prabowo saat menyampaikan pidato kenegaraan.
 
"Kami akan menguatamakan kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia di atas segala golongan, apalagi kepentingan pribadi kami," sambungnya.
 
Baca Juga: Prabowo Canangkan Indonesia Capai Swasembada Energi Demi Tenang di Tengah Ketegangan dan Perang Global
 
Prabowo menyebut, tantangan pemerintahan Indonesia ke depan tidak mudah. Dengan beragam budaya dan kejayaan alam yang dimiliki Indonesia, harus berani melangkah masa depan dengan penuh optimisme.
 
"Saya selalu mengajak saudara-saudara sebangsa dan setanah air untuk menjadi bangsa yang berani, bangsa yang tidak takut tantangan, bangsa yang tidak takut rintangan, bangsa yang tidak takut ancaman," tegas Prabowo.
 
Baca Juga: Dari Toxic ke Positif: 7 Ungkapan yang Harus Kita Tinggalkan untuk Kesehatan Mental
 
Menurutnya, kemerdekaan bangsa Indonesia diraih melalui pengorbanan yang tidak mudah. Ia menekankan, pengorbanan yang paling besar adalah pengorbanan dari rakyat miskin yang memberi makan kepada pejuang-pejuang.
 
"Jangan lah kita lupa, waktu kita perang kemerdekaan kita tidak punya anggaran APBN, pasukan kita tidak digaji, siapa yang memberi makan kepada kita yang memberi makan adalah para petani di desa-desa, para nelayan, para pekerja, terus menerus mereka yang mendirikan Republik Indonesia," pungkasnya.
EDITOR: Banu Adikara