← Beranda
Program Pertanian Ahmad Ali-Abdul Karim disebut Jadi Solusi Entaskan Kemiskinan
Sabik Aji TaufanSelasa, 1 Oktober 2024 | 14.51 WIB
Ilustrasi kemiskinan. Dok. JawaPos
JawaPos.com - Pasangan nomor urut 1 di Pilkada Sulawesi Tengah, Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri mencanangkan program-program sektor pertanian.
 
Salah satunya yakni asuransi pertanian hingga menjadi penyuplai bahan pangan ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser, Kalimantan Timur.
 
Baca Juga: Doanya Tidak Pernah Ditolak Langit: 5 Shio yang Setiap Harapannya akan Terkabul dan Menjadi Kaya Raya Tanpa Hambatan Menurut Astrologi Tiongkok
 
Pengamat Komunikasi Politik Pusat Kajian Pembangunan Daerah (PKPD), Lukman Arifianto menilai, program ini dapat menjadi solusi efektif untuk mengkonversi tingkat kemiskinan dan ketegangan sosial di Sulawesi Tengah
 
“Selanjutnya fokus argumentasi pada ranah pertanian dan ketahanan-suplai pangan dari Ahmad Ali-Abdul Karim bisa menjadi salah satu solusi efektif untuk mengonversi tingkat kemiskinan dan ketegangan sosial sehingga berdampak menurunkan angka kriminalitas dan kekerasan di Sulteng,” ujar Lukman, Selasa (1/10).
 
Baca Juga: 9 Cara Cerdas untuk Menguji Loyalitas Pria dalam Suatu Hubungan Menurut Psikologi
 
Bagi Lukman, misi tentang menjadi penyuplai bahan pangan di IKN adalah sebuah hal yang sangat realistis. Sehingga perekonomian warga meningkat. 
 
“Sulteng bahkan secara terukur dapat memiliki pencapaian tersendiri dalam peningkatan kesejahteraan daerah di masa depan lewat strategi pasangan Ahmad Ali-Abdul Karim dengan target menjadi penyuplai bahan pangan terbesar ke IKN,” ungkapnya.
 
Baca Juga: Produk Bermerek Tuyul, Beer, Tuak, dan Wine Dapat Sertifikat Halal, MUI Sebut Menyalahi Aturan Fatwa
 
Menurutnya, Ahmad Ali mempunyai kapasitas energi dan kualitas yang memenuhi syarat untuk meramu kebijakan efektif dan tepat sasaran berbasiskan pengalamannya.
 
"Selain itu, pasangan ini pun mempunyai modal kuat sebagai jembatan kolaborasi ‘pusat-daerah’ karena didukung langsung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM)," pungkas Lukman.
EDITOR: Banu Adikara