← Beranda
RUU Kepolisian Atur Rekrutmen PPNS hingga Penyidik KPK Mesti Ada Rekomendasi dari Polisi, Ini Komentar Pedas YLBHI
Tazkia Royyan HikmatiarMinggu, 2 Juni 2024 | 23.36 WIB
Ilustrasi: topi polisi.

JawaPos.com - Ketua LBH-YLBHI Muhammad Isnur mengkritisi wewenang polisi yang diperluas hingga dapat menjadi "penyeleksi" saat lembaga-lembaga penyidikan hendak melakukan rekrutmen penyidik baru.

Hal itu tercantum dalam Draf Rancangan Undang-undang (RUU) Nomor 12 Tahun 2022 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.
 
Ia mengatakan, dalam Draf RUU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia Pasal 16 ayat 1, dinyatakan bahwa dalam menyelenggarakan rekrutmen penyidik, kementerian hingga lembaga seperti KPK dan Jaksa Agung mesti mendapatkan rekomendasi dari kepolisian.
 
Baca Juga: Bahan Muran Rasa Mewah! Resep Oseng Tahu Saus Padang ala Chef Devina Cocok Untuk Makan Malam Praktis!
 
"Nah kalau kita berkaca, ini akan menjadi catatan yang sangat tidak baik. Berarti ada upaya intervensi " ujar Isnur kepada wartawan, Minggu (2/6).
 
Menurutnya, kasus cicak vs buaya yang berjilid-jilid itu mestinya menjadi catatan penting terhadap aturan dalam pasal yang berpolemik ini.
 
Baca Juga: Pemberian ASI yang Dibekukan atau Dikeringkan untuk Bayi Ternyata Berisiko, Begini Penjelasannya
 
"Bagaimana dinamika ini terjadi, bagaimana pengembalian, misalnya deputi direktur penindakan, direktur penyidikan di kpk, ini menjadi catatan yang luar biasa besar. Jadi potensial seperti kasus yang terakhir," tandas Isnur.
 
EDITOR: Bintang Pradewo