← Beranda
Deretan Pengalaman dan Rekam Jejak Jusuf Kalla Mulai dari Aktivis sampai Diplomat Penyelesaian Konflik
Suryana EpendiJumat, 12 Januari 2024 | 04.06 WIB
Ketua Umum DMI H. Jusuf Kalla, Sekjen MUI Amirsyah Tambunan dan Wakil Ketua Komnas HAM Pramono Ubaid saat Silaturahmi dan Tukar Pikiran mengenai penyelesaian masalah Pulau Rempang di MUI, Jakarta, Jumat (6/10/2023).

 

JawaPos.com – Jusuf Kalla merupakan tokoh bangsa Indonesia yang sudah banyak berkontribusi untuk Indonesia.

Wakil Presiden Joko Widodo di periode pertama tersebut, juga dikenal sebagai tokoh politik dan juga ahli diplomasi dalam penyelasaian konflik di Indonesia.

Sebagai tokoh bangsa, Jusuf Kalla memiliki banyak pengalaman dalam jabatan publik, Jusuf Kalla terlihat produktivitas nya sejak menjadi seorang mahasiswa.

Sebelum menjabat sebagai Wakil Presiden selama dua periode Jusuf Kalla berpengalaman pada banyak menteri, selain pada dunia politik Jusuf Kalla juga banyak menjabat pada dunia pedidikan dari tingkat TK sampai pada perguruan tinggi.

Dikutip JawaPos.com dari laman resmi pustakaarsip.kamparkab.go.id menjelaskan bagaimana profil dari Jusuf Kalla sejak zaman mahasiswa sampai saat ini.

Jusuf Kalla memiliki nama lengkap Muhammad Jusuf Kalla yang lahir di Wattampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, 15 Mei 1942.

Kelahiran Sulawesi Selatan ini berhasil menyelasaikan pendidikan pada Fakultas Ekonomi di Univesitas Hasanudin UNHAS tahun 1967 dan European Institute of Business Administration Fountainebleu, Prancis 1977.

Baca Juga: Jusuf Kalla Dampingi Cak Imin di Surabaya Tanpa Anies Baswedan

Jusuf Kalla memiliki pengalaman yang sangat melimpah sejak pada dunia pemuda atau mahasiswa, Jusuf Kalla tercatat sebagai Ketua HMI Cabang Makassar Tahun 1965-1966, pernah juga menjabat sebagai Ketua Dewan Mahasiswa UNHAS, serta Presedium Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia KAMI tahun 1965-1966.

Pengalaman sejak mahasiswa menghantarkan Jusuf Kalla terjun kepada dunia politik, Jusuf Kalla juga menjadi Ketua Pemuda Sekber Golkar Sulawesi Selatan dan Tenggara 1965-1968.

Jusuf Kalla mengawali karir politiknyadengan menjadi Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan periode 1965-1968.

Karis politik Jusuf Kalla terus melejit menjadi Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat MPR RI utusan Golkar 1982-1987, serta Anggota MPR RI utusan Daerah 1997-1999.

Selain itu Jusuf Kalla juga menjabat sebagai Anggota Dewan Penasihat DPP Golkar, puncak karir politik Jusuf Kalla di Golkar sampai menjadikan Jusuf Kalla sebagai Ketua Umum Parta Golkar Periode 2004-2009.

Sebelum menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI masa Presiden Abdurrahman Wahid 1999-2000.

Pada masa Presiden Megawati 2001-2004 Jusuf Kalla menduduki jabatan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat.

Baca Juga: Eks Wapres Jusuf Kalla Kenang Sosok Rizal Ramli Seorang Pemikir dan Aktivis

Jusuf Kalla juga dikenal sebagai diplomatik handal, hal itu teruji ketika Jusuf Kalla ikut terlibat dalam menyelesaikan pada konflik yang terjadi di Poso, Sulawesi tengah dan Ambon, Maluku melalui pertemuan Malino I dan Malino II sebagai upaya penyelesaian konlik yang terjadi antara komunitas muslim dan komunitas kristen.

Pengalaman yang dimiliki Jusuf Kalla waktu menyelesaikan konflik Poso, memberikan jalan untuk menyelesaikan konflik yang terjadi di Nanggroe Aceh Darussalam NAD.

Perdamaian untuk NAD antara Pemerintah dan Gerakan Aceh Merdeka berhasil diselesaikan oleh Jusu Kalla dengan ditandatangani di helsinki pada tanggal 15 Agustus 2005, saat Jusuf Kalla sudah menjabat sebagai Wakil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono SBY.

Pada kontestasi Pemilu 2004 Jusuf Kalla berpadasangan dengan SBY sebagai calon Presiden dan Wakil Presiden.

Pasangan SBY dan Jusuf Kalla berhasil menjadi pemenang Pemilu yang menghantarkan Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden RI ke-10.

Pada tahun 2014 Jusuf Kalla ikut terlibat kembali pada kontestasi pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla yang berpasangan dengan Joko Widodo berhasil meraih kemenangan yang menghantarkan Jusuf Kalla berhasil menjadi Wakil Presiden RI yang ke dua kalinya.

Baca Juga: Resmi Dukung Anies-Cak Imin, Jusuf Kalla : Pilih yang Tidak Pemarah!

Pada dunia pendidikan Jusuf Kalla juga ikut terlibat dalam membangun pendidikan Indonesia, dimulai padangan tingkatan TK, SD, SLTP, SLTA Athirah sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Hadji Kalla, juga sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Al-Ghazali dan serta di Universitas Islam Makassar.

Pada perguruan tinggi yang lain Jusuf Kalla menjabat sebagai Ketua Dewan Penyantun (Trustee) dibeberapa universitas, seperti UNHAS, IPB, UIN Makassar, UNM, Ketua Dewan Pembina Yayasan Wakaf Paramadina dan juga ketua Ikatan Keluarga Alumni IKA UNHAS.

Pada bidang perekonomian dan usaha Jusuf Kalla juga memiliki jabatan yang baik, misalnya Jusuf Kalla mulai menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri Daerah KADINDA Sulawesi Selatan 1985-1997.

Setelah itu Jusuf Kalla menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia 1997-2002, Jusuf Kalla juga menjabat sebagai ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia ISEI, Sulawesi Selatan 1985-1995.

Kepemimpinan Jusuf Kalla tidak bisa diragukan lagi karena Jusuf Kalla berhasil meraih banyak kesuksesan dari segala jabatan yang pernah diemban.

Jusuf Kalla sudah sangat wajar ketika disebut sebagai tokoh bangsa, Jusuf Kalla banyak berkontribusi untuk negeri entah dalam bidang pendidikan, ekonomi maupun politik. ***

EDITOR: Novia Tri Astuti