← Beranda
Nawawi Pomolango Resmi Jadi Ketua KPK Sementara, Intip Estafet Kursi Kepemimpinan di KPK 
Cahyo Yuman TripamungkasSenin, 27 November 2023 | 23.18 WIB
Ilustrasi daftar ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak berdiri tahun 2003. (Benardy Ferdiansyah/Antara)

 

 

JawaPos.com- Presiden Joko Widodo resmi melantik Nawawi Pomolango sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sementara pada Senin (27/11).

Hal tersebut sekaligus mengakhiri masa kepemimpinan Firli Bahuri yang terhenti karena dugaan pemerasan terhadap eks Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo.

Dilansir dari akun Tiktok @bellezzacleona dan Antara pada Senin (27/11), pimpinan KPK diketahui menjabat selama empat tahun dalam satu periode kepemimpinan.

Sebelum Nawawi, kepemimpinan KPK sejak berdiri pada tahun 2003 telah melibatkan berbagai tokoh yang memiliki kontribusi dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

Salah satunya adalah Taufiqurahman Ruki, Ruki menjadi ketua KPK pertama periode 2003-2007.

Dia menempuh karier cemerlang di kepolisian sejak tahun 1970 sebelum akhirnya dipilih menjadi ketua KPK pertama pada 2004.

Ruki dikenal sebagai sosok yang tegas dan visioner, yang meletakkan fondasi kuat bagi KPK di era awal berdirinya.

Baca Juga: KPK Belum Putuskan Beri Bantuan Hukum Kepada Firli Bahuri

Periode kedua ketua KPK dipegang oleh Antasari Azhar, yang memegang kursi kepemimpinan dari tahun 2007-2010.

Nama Antasari Azhar juga mencuat ketika ia menjabat sebagai kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Namun sayangnya, sebelum masa jabatannya habis Antasari Azhar didakwa melakukan pembunuhan terhadap pengusaha Nasrudin Zulkarnaen, direktur Putra Rajawali Banjaran.

Muhammad Busyro Muqoddas menyusul sebagai Ketua KPK periode 2010-2011.

Sapaan Busyro merupakan seorang akademisi dan pakar hukum lulusan Universitas Islam Indonesia.

Busyro sebelumnya menjabat sebagai ketua Komisi Yudisial. Di bawah kepemimpinannya, KPK mulai menangani kasus-kasus besar dan menjerat sejumlah pejabat negara.

Periode berikutnya, KPK dipimpin oleh Abraham Samad ketua KPK periode 2011-2015., aktivis antikorupsi asal Sulawesi Selatan yang juga pendiri LSM Anti Corruption Committee.

Abraham terkenal karena gaya kepemimpinannya yang energik dan langsung turun ke lapangan menangani kasus.

Baca Juga: Resmi Dilantik jadi Ketua KPK Sementara, Nawawi Pomolango Janji Pimpin KPK Secara Independen

Beberapa kasus besar seperti kasus suap pengadaan simulator SIM dan kasus Hambalang terungkap di bawah kepemimpinannya.

Kemudian Agus Rahardjo, seorang birokrat reformis yang pernah menjabat di Bappenas dan LKPP, menjadi ketua KPK periode 2015-2019.

Meski baru dua tahun menjabat, Agus sempat menangani kasus e-KTP yang menyeret ketua DPR Setya Novanto.

Terakhir, Firli Bahuri kepemimpinan KPK sebagai ketua periode 2019-2023, perwira polisi senior yang sebelumnya menjadi Wakapolda Banten dan NTB.

Firli menjadi ketua KPK di tengah situasi yang penuh tekanan politik.

Namun akhirnya Firli sendiri harus berhadapan dengan hukum setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan.

Dia diberhentikan sementara dari jabatannya pada November 2023. Kemudian digantikan Nawawi Pomolango sebagai ketua sementara KPK.

Sepanjang dua dekade berdiri, telah banyak kasus besar korupsi berhasil diungkap KPK di bawah kepemimpinan para ketuanya.

Meski tidak selalu mulus dan kerap menerima tekanan politik, namun perjuangan KPK dalam memberantas korupsi patut diacungi jempol.

Seiring dengan perubahan kepemimpinan, harapannya KPK terus menjadi garda terdepan dalam memberantas korupsi di Indonesia.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti