JawaPos.com - Masih belum selesainya serangan Israel di Gaza Palestina yang menghancurkan rumah, sekolah, hingga rumah sakit, semakin memperkuat keinginan masyarakat dunia untuk memboikot produk dari brand pro Israel.
Ribuan korban yang telah meninggal di Gaza, termasuk di antaranya anak-anak, membuat masyarakat ingin kematian di Palestina segera berakhir.
Melalui media sosial, masyarakat saling menginformasikan brand dan produk mana saja yang telah mendukung Israel melakukan genosida pada warga Palestina.
Baca Juga: Cuaca yang Panas Dapat Berdampak ke Mesin Mobil Anda, Perhatikan Hal Ini Agar Tak Cepat Rusak
BDS Movement global juga telah merilis daftar brand yang harus menjadi target boikot utama dan brand mana saja yang patut mendapatkan tekanan sosial dari masyarakat.
Selain itu, masyarakat pun saling membantu untuk memberi tahu merek dan produk alternatif dari merek yang terkena boikot.
Untuk memudahkan masyarakat, portal berita Inggris, The Witness, menghimpun daftar brand pro Israel dalam satu website.
Baca Juga: Persib Bandung Tak Mau Over Confidence, Marc Klok: Semua Laga itu Sulit
Meskipun pemerintah Inggris secara finansial mendukung Israel, namun Saksi menyatakan mereka tidak mengikuti.
The Witness juga berharap masyarakat mendukung orang-orang Palestina dalam perjuangan mereka untuk kebebasan, keadilan, dan kesetaraan.
Daftar brand pro Israel pada website boikot.thewitness.news disusun berdasarkan kategori, dan masyarakat dapat melakukan pencarian untuk setiap nama brand.
Baca Juga: Awas! Kebiasaan Ini Bisa Bikin Otak Jadi Lemot, Nomer Satu Sulit Dihindari
Terdapat 20 kategori pada website tersebut, yaitu mobil, pakaian, kopi, kontraktor, kosmetik, minuman, hiburan, fashion, keuangan, makanan, kesehatan, kebutuhan rumah tangga, asuransi, merek mewah, manufaktur, farmasi, politik, supermarket, teknologi, dan senjata.
Tidak hanya menampilkan nama brand pro Israel, website tersebut juga menjelaskan mengapa brand-brand tersebut masuk dalam daftar boikot.
Misalnya jika memilih kategori kopi, maka akan muncul lima brand, yaitu Coffee Mate, Costa Coffee, Nescafe, Nespresso, dan Starbucks.
Baca Juga: Jessi Menyatakan Pemikirannya Tentang Para Idol Korea Selatan yang Memiliki Karnaval Merokok
Kemudian jika pengguna mengklik tulisan “Mengapa” di samping nama merek, maka akan muncul alasan pemboikotan.
Contohnya pada Starbucks, motivasinya adalah karena Howard Schultz, pemilik saham terbesar Starbucks banyak investor dalam perekonomian Israel, termasuk yang dilakukan baru-baru ini sebesar USD 1,7 miliar.
The Witness juga memberikan langkah boikot terbaik untuk setiap brand. Untuk Starbucks, mereka menulis, “Jangan berinvestasi, jangan membeli untuk dibawa pulang, jangan bekerja di sana”.
Baca Juga: Mengenal Buah Talok, Buah yang Sering Dianggap Remeh Tapi Banyak Manfaatnya
Daftar yang ada dalam website tersebut akan terus ditambahkan dan masyarakat juga dapat mengajukan masukan mereka.