← Beranda
Kasus Covid-19 Melonjak, Apa Gejala yang Dialami Pasien Saat ke RS?
Nurul Adriyana SalbiahMinggu, 13 Juni 2021 | 18.51 WIB
Pasien Covid-19 saat memasuki mobil jemputan Bus Sekolah untuk dibawa ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet di Puskesmas Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (25/01). Jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia diprediksi bakal menembus angka 1 juta orang. Data ter
JawaPos.com - Pasien Covid-19 makin memenuhi kapasitas tempat tidur rumah sakit. Di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet DKI Jakarta, kini total sudah 4.836 pasien yang harus dirawat. Dan rata-rata, yang datang umumnya bergejala.

Seperti diketahui gejala Covid-19 yakni batuk, demam, dan sesak napas. Belakangan juga ditambah dengan kehilangan penciuman serta gejala lainnya.

"Ya rata-rata yang datang bergejala," kata Humas RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet, M Arifin kepada JawaPos.com, Minggu (13/6).

Baca Juga: Ketersediaan Tempat Tidur di Wisma Atlet Kritis, Sisa 19 Persen

Hal senada dikatakan oleh Ahli Spesialis Paru atau Pulmonolog di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet, dr. Efriadi menjelaskan rata-rata pasien yang datang adalah mereka yang mengalami gejala. Mereka yang datang umumnya keluarga dan usai melakukan libur Lebaran.

"Iya klaster keluarga dan komunitas," kata dr. Efriadi.

Dalam kicauannya beberapa hari ini, dr. Efriadi juga mengungkapkan gejala dan faktor risiko pasien Covid-19 yang datang ke rumah sakit. Klaster keluarga mendominasi dan patut diwaspadai jika pada lansia yang terpapar Covid-19, risiko perburukkan lebih besar dibanding dewasa muda.

"Ketatkan 5M dan vaksinasi segera. Peningkatan kasus di berbagai daerah tidak bisa dipungkiri terkait dengan mobilitas tinggi antarkota/propinsi saat lebaran kemarin. Tim dokter paru (PDPI)pusat menyiapkan timnya untuk dikirim ke berbagai daerah dengan kasus tinggi untuk mensupport sejawat dari di sana. Mohon doanya," katanya dalam kicauannya.

Ia juga menyebutkan beberapa pasien memerlukan oksigen, IGD, IMCU,HCU, ICU. Umumnya bermasalah dengan berat badan berlebih plus komorbid lainnya.

"Waspadalah tren masih naik terus nih," tegasnya.
EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah