Dilansir dari StraitsTimes dan South China Morning Post, Kamis (19/3), korban tewas sekarang di Indonesia sudah melampaui Filipina. Jumlah kematian di Filipina ada 17 kasus kematian. Sedangkan Malaysia, meski memiliki kasus positif terbanyak di Asia Tenggara yakni 790 kasus, tapi hanya ada 2 kematian.
Berikut data Indonesia menjadi negara dengan kasus kematian terbanyak di Asia Tenggara.
1. Indonesia : 19 Kasus Kematian
2. Malaysia : 2 Kasus Kematian
3. Filipina : 17 Kasus Kematian
4. Singapura : 0 Kasus Kematian
5. Thailand : 1 Kasus Kematian
6. Laos : 0 Kasus Kematian
7. Kamboja : 0 Kasus Kematian
8. Brunei Darussalam : 0 Kasus Kematian
9. Myanmar : 0 Kasus Kematian
10. Vietnam : 0 Kasus Kematian
Sedangkan untuk presentase angka kematian atau mortality rate di Indonesia berada di posisi kedua setelah Filipina. Ini berdasarkan data Worldometers adalah total jumlah kematian dibagi jumlah penderita dikali 100.
Indonesia, 227 Kasus, 19 Meninggal = 8,37 persen
Malaysia, 790 kasus, 2 meninggal = 0,25 persen
Singapura, 266 kasus, 0 meninggal = 0 persen
Thailand, 212 kasus, 1 meninggal = 0,47 persen
Filipina, 202 kasus, 17 meninggal = 8,41 persen
Brunei Darusalam, 56 kasus, 0 meninggal = 0 persen
Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah Untuk COVID-19 Achmad Yurianto menjelaskan, penambahan jumlah kasus akan trus terjadi setiap hari karena adanya pelacakan kontak (contact tracing) dari pasien sebelumnya. Lonjakan jumlah kematian juga karena rumah sakit tidak melaporkan kematian dari 12-17 Maret 2020. Sehingga tak heran jika akan terjadi penambahan pasien.
"Akan terus terjadi penambahan pasien karena kami terus lakukan contact tracing. Edukasi gencar dilaksanakan setiap hari. Masyarakat sudah mulai menyadari mereka harus waspada," kata Yurianto kepada wartawan, Rabu (18/3).
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=lz65DHwoBkE
https://www.youtube.com/watch?v=W8Z32tTauyo
https://www.youtube.com/watch?v=jaSi5FoPrBQ