JawaPos.com - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati saat menyetir kendaraan di masa mudik Lebaran, khususnya pada jam rawan kecelakaan.
Ia menyatakan sudah memegang data penurunan angka kecelakaan lalu lintas selama periode arus mudik tahun lalu. Diharapkan, angka kecelakaan tahun ini lebih kecil lagi.
Merujuk data tahun lalu, jam rawan kecelakaan kerap terjadi pada pagi hingga menjelang siang.
Data itu diambil dari hasil Analisis dan Evaluasi Kecelakaan (Anev Laka). Di dalamnya disampaikan bahwa jam rawan itu berada pada rentang waktu pukul 09.00 hingga 12.00.
”Kalau kita lihat masih ada jam-jam rawan yang harus kita antisipasi agar jumlah laka bisa berkurang. Jam tertinggi di jam 09.00-12.00 ada 532 kecelakaan,” terang dia.
Data itu menjadi alarm pengingat bagi masyarakat dan tentu saja seluruh petugas di lapangan. Apalagi bila mengingat jam tersebut merupakan waktu favorit pemudik untuk melanjutkan perjalanan setelah beristirahat.
Bila merujuk data penyebab kecelakaan, ribuan kasus yang dianalisis menunjukkan adanya kelalaian.
Tidak hanya itu, faktor lain yang menyebabkan kecelakaan adalah peningkatan kecepatan kendaraan selama arus mudik.
Tercatat, rata-rata kecepatan kendaraan naik dari 76 kilometer per jam pada 2024 menjadi 85 kilometer per jam pada 2025 atau meningkat 12,44 persen.
”Namun di satu sisi juga kadang kala ada masyarakat yang sudah lelah, mengantuk, namun memaksakan sehingga terjadi kejadian laka,” jelasnya.
Sigit memastikan, temuan tersebut akan menjadi bahan evaluasi sebelum pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
Dia sudah memerintahkan jajarannya untuk terus melaksanakan sosialisasi keselamatan berkendara. Tujuannya agar angka kecelakaan dapat ditekan semaksimal mungkin.
”Bagaimana kita terus menggencarkan sosialisasi tentang keselamatan berkendara sehingga kemudian angka laka lantas tersebut bisa kita turunkan,” ujarnya.
Tahun ini, Polri mengerahkan 161 personel gabungan untuk mengawal pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Rencananya operasi tersebut berlangsung selama dua pekan, mulai 13-25 Maret mendatang.
Pengerahan ratusan ribu personel ditujukan untuk memberikan jaminan keamanan dan keselamatan kepada para pemudik.
Listyo menyampaikan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 mengusung tema Mudik Aman dan Keluarga Bahagia.
Untuk memastikan operasi tersebut berjalan dengan baik, Polri mengedepankan pendekatan preemptif, preventif, dan penegakan hukum. Dia menekankan, operasi ketupat sebagai operasi kemanusiaan.
”Ada 161 ribu personel gabungan, terdiri dari Polri, kemudian TNI, instansi terkait, dan seluruh stakeholder. Dan ini tentunya kita harapkan untuk betul-betul bisa bekerja sama dengan maksimal untuk keberhasilan di pelayanan arus mudik maupun arus balik,” jelas dia.