← Beranda
Macklemore Akan Gelar Tur Free Palestine, Seluruh Penjualan Tiket Akan Disumbangkan
Risma Azzah Fatin• Minggu, 27 September 2026 | 04.07 WIB
Macklemore (Instagram @macklemore)

JawaPos.com – Macklemore mengumumkan tur bertajuk “Free Palestine” yang akan digelar di Dublin pada 26 Oktober, Paris pada 29 Oktober, dan London pada 30 Oktober.

Dilansir dari laman Variety pada Jum'at (25/9), Rangkaian pertunjukan tersebut akan mempertemukan Macklemore dengan sejumlah artis dan rekan untuk menggelar pertunjukan yang berfokus pada Palestina serta masyarakat Palestina.

Seluruh hasil penjualan tiket dari konser tersebut akan disumbangkan kepada sejumlah organisasi kemanusiaan dan lembaga yang memberikan bantuan serta dukungan bagi Palestina.

Organisasi yang akan menerima hasil konser tersebut antara lain Anera, Glia, Gaza Soup Kitchen, Taawon, HEAL Palestine, Palestinian Youth Movement, Middle East Children’s Alliance, Jewish Voice for Peace, Medical Aid for Palestinians, Institute for Middle East Understanding, Palestine Children’s Relief Fund, dan UNRWA USA.

Pengumuman tur ini disampaikan Macklemore setelah dirinya dikeluarkan dari rangkaian tur Ed Sheeran di Amerika Serikat, menyusul sejumlah pernyataan dukungannya terhadap Palestina ketika tampil di atas panggung.

Sebelumnya, Macklemore juga menyatakan akan menyumbangkan seluruh bayarannya sebesar USD 1 juta atau sekitar Rp16,7 miliar kepada organisasi yang mendukung Palestina.

Dalam pernyataannya di Instagram, Macklemore mengatakan bahwa dukungan terhadap pembebasan Palestina mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir dan mendorong para seniman untuk menggunakan panggung mereka tidak hanya sebagai sarana hiburan.

Macklemore juga menyoroti persoalan kebebasan berekspresi setelah dukungannya terhadap Palestina dikaitkan dengan pencoretannya dari tur tersebut.

Sementara itu, Ed Sheeran yang sebelumnya memilih tidak menyampaikan pandangan politik secara terbuka kemudian menyatakan bahwa situasi di Gaza merupakan bencana dan menyebut penderitaan warga sipil serta anak-anak sebagai persoalan kemanusiaan yang tidak dapat diabaikan.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho