JawaPos.com — Sam Altman tidak hanya menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam perkembangan kecerdasan buatan (AI). Kisahnya kini diangkat ke layar lebar melalui ‘Artificial’, film garapan sutradara Luca Guadagnino yang menempatkan Andrew Garfield sebagai CEO OpenAI tersebut.
Teaser pertamanya memperlihatkan sosok Altman dalam suasana gelap, sekaligus menghidupkan kembali konflik perebutan kendali atas teknologi AI.
Dilansir dari The Guardian, Kamis (10/9/2026), teaser memperlihatkan Garfield sebagai Altman berjalan menuruni tangga sebuah rumah mewah sebelum memasuki ruang bawah tanah yang dipenuhi puluhan senapan.
Adegan itu kemudian disandingkan dengan suara Altman yang berbicara tentang masa depan AI dan perubahan besar yang akan ditimbulkannya.
Dalam teaser, Altman mengatakan, “Masa depan tidak terhindarkan. Negara-negara akan runtuh. Industri-industri akan kolaps.” Pernyataan itu dilanjutkan dengan gambaran bahwa para pengembang teknologi akan berada di posisi untuk mengarahkan manusia menuju dunia baru.
Nada tersebut membuat film ini tampil lebih sebagai drama tentang kekuasaan dan konsekuensi teknologi daripada biografi konvensional.
Artificial akan berfokus pada gejolak OpenAI pada 2023 ketika Altman secara mendadak diberhentikan sebagai CEO sebelum kembali menduduki posisi tersebut beberapa hari kemudian.
Peristiwa itu mencerminkan pertarungan internal mengenai siapa yang berhak menentukan arah teknologi yang dikembangkan perusahaan.
Film tersebut juga membawa sejumlah tokoh penting industri teknologi ke dalam cerita. Yura Borisov memerankan salah satu pendiri OpenAI Ilya Sutskever, Monica Barbaro menjadi Mira Murati, sementara Ike Barinholtz memerankan Elon Musk.
Jason Schwartzman, Chris O’Dowd, Zosia Mamet, Cooper Koch, Billie Lourd, Cooper Hoffman, dan Mark Rylance juga bergabung dalam jajaran pemeran.
Namun, perjalanan film ini ke layar lebar tidak kalah kontroversial. Amazon MGM Studios sebelumnya menjadi distributor Artificial, tetapi membatalkan perilisan film tersebut pada Juni, hanya beberapa bulan setelah Amazon mempererat hubungan bisnisnya dengan OpenAI.
Amazon menyatakan film itu akan lebih baik jika dirilis studio lain dan mengatakan mereka membantu mencari rumah baru bagi produksi tersebut.
Hubungan bisnis itu membuat keputusan Amazon mendapat perhatian luas. Perusahaan milik Jeff Bezos sebelumnya mengumumkan investasi awal USD 15 miliar, dengan kurs Rp17.510 per dolar AS atau sekitar Rp262,65 triliun, serta tambahan hingga USD 35 miliar berdasarkan ketentuan tertentu. Dalam laporan Euronews 1 Juli 2026, kesepakatan tersebut juga memperluas kerja sama komputasi awan Amazon Web Services dengan OpenAI.
Neon kemudian mengambil alih Artificial pada 30 Juni dan memasukkannya ke dalam agenda musim penghargaan.
Film ini akan menjalani pemutaran perdana dunia di New York Film Festival pada 5 Oktober sebelum dirilis secara terbatas di Amerika Serikat pada 25 Desember. Distribusi yang lebih luas dijadwalkan berlangsung setelahnya.
Garfield sendiri mengakui bahwa ia tidak pernah bertemu Altman secara langsung. Dalam wawancara dengan Esquire yang dikutip The Guardian, Garfield mengatakan, “Saya tidak mengenal Sam Altman. Saya belum pernah bertemu dengannya.” Ia menjelaskan bahwa persiapannya bertumpu pada naskah, wawancara, riset, dan transkrip persidangan.
Komentar tersebut menegaskan bahwa Artificial tidak dibuat sebagai potret pribadi Altman, melainkan sebagai dramatisasi atas salah satu krisis terbesar dalam sejarah OpenAI.
Dengan Amazon berada di sisi bisnis OpenAI sementara Neon kini membawa film itu ke bioskop, kisah perjalanan Artificial sendiri ikut mencerminkan pertanyaan utama yang diangkat film tersebut: siapa yang sebenarnya mengendalikan teknologi yang berpotensi mengubah dunia?