JawaPos.com – Godzilla Minus Zero, film lanjutan Godzilla Minus One garapan sutradara Takashi Yamazaki akan rilis pada awal November 2026. Namun, Godzilla nampaknya bukan satu-satunya monster yang ada di film ini.
Trailer film resmi yang sudah beredar memberikan sejumlah indikasi kuat kemunculan monster lain yang sudah puluhan tahun dikenal dunia sebagai musuh bebuyutan Godzilla. Sang naga berkapala tiga: King Ghidorah.
Kemunculan King Ghidorah belum dijelaskan secara rinci oleh Toho dalam materi resmi film. Namun, trailer terbaru memicu spekulasi kuat karena menampilkan visual yang dikaitkan dengan ciri khas King Ghidorah. Sejumlah media luar bahkan menilai trailer tersebut telah memberikan konfirmasi mengenai keterlibatan monster tersebut dalam film.
Tanda paling jelas adalah adanya sambaran petir berwarna kuning keemasan disertai teriakan melengking yang putus-putus. Bagi yang sudah familiar dengan franchise Godzilla, petir kuning keemasan tersebut merupakan gravity beam, senjata andalan King Ghidorah yang disemburkannya.
Tanda berikutnya adalah saat Godzilla digambarkan jatuh dari langit dan menimpa gedung-gedung kota hingga porak-poranda. Walau tidak ditampilkan jelas apa yang membuat sang monster jatuh, pemandangan tersebut adalah sebuah easter egg di mana Godzilla sudah berkali-kali dijatuhkan dari langit oleh King Ghidorah setelah sang naga membawanya terbang ke angkasa pada film-film terdahulu.
Godzilla Minus Zero dijadwalkan tayang di Jepang pada 3 November 2026, sebelum dirilis di Amerika Utara pada 6 November 2026. Film ini kembali disutradarai, ditulis, dan dikerjakan efek visualnya oleh Yamazaki, dengan Ryunosuke Kamiki sebagai Koichi Shikishima dan Minami Hamabe sebagai Noriko Oishi.
Cerita Godzilla Minus Zero sendiri berlangsung pada 1949, dua tahun setelah peristiwa Godzilla Minus One.
Trailer juga menunjukkan bahwa Godzilla ternyata belum benar-benar musnah setelah pertempuran pada film sebelumnya. Cerita kemudian bergerak ke periode ketika Jepang mulai bangkit dari kehancuran perang, tetapi kembali menghadapi ancaman monster tersebut. Trailer memperlihatkan Godzilla di New York, termasuk kemunculannya di dekat Patung Liberty.
Minus One
Untuk memahami posisi Godzilla Minus Zero, cerita Godzilla Minus One menjadi penting. Film yang rilis di 2023 tersebut mengambil latar Jepang pada akhir Perang Dunia II dan masa awal pascaperang.
Tokoh utamanya, Koichi Shikishima hidup bersama Noriko Oishi dan seorang bayi yatim piatu bernama Akiko. Di tengah proses membangun kembali kehidupan yang hancur akibat perang, muncul seekor monster mirip dinosaurus bernama Godzilla yang mengalami mutasi akibat paparan radiasi nuklir.
Menginjakkan kakinya di Ginza, Godzilla langsung mengamuk dan membuat kota rata dengan tanah.
Shikishima lalu bergabung dengan kelompok veteran yang dipimpin mantan teknisi angkatan laut, Kenji Noda, untuk menyusun rencana menghentikan Godzilla tanpa bergantung pada pemerintah atau militer asing.
Dalam klimaks film, Godzilla dijebak di Teluk Sagami dan ditenggelamkan menggunakan kapal serta tabung freon. Ketika rencana tersebut tidak cukup untuk membunuhnya, Shikishima menerbangkan pesawat bermuatan bahan peledak ke mulut Godzilla. Namun, ia berhasil keluar menggunakan kursi lontar yang sebelumnya dipasang Tachibana.
Godzilla akhirnya hancur, tetapi potongan-potongan tubuhnya terlihat mulai beregenerasi di dasar laut. Tak sampai di situ, tanpa sepengetahuan Shikishima, sel Godzilla ternyata juga menempel di tubuh Noriko. Film pun berakhir di situ.
Dari pemaparan tersebut, bisa disimpulkan bahwa Godzilla Minus Zero tidak memulai kisah dari nol. Film ini melanjutkan konsekuensi langsung dari peristiwa tersebut, dua tahun setelah Godzilla dianggap mati.
Naga Berkepala Tiga
Jika trailer Godzilla Minus Zero benar-benar mengarah pada King Ghidorah, film ini akan mempertemukan Godzilla dengan salah satu lawannya yang paling ikonik dalam sejarah franchise.
King Ghidorah pertama kali muncul dalam Ghidorah, the Three-Headed Monster pada 1964. Ia digambarkan sebagai naga raksasa berwarna emas dengan tiga kepala, dua sayap dan dua ekor. Dalam sebagian besar inkarnasinya, Ghidorah merupakan makhluk yang jauh lebih dekat dengan simbol kehancuran murni dibandingkan Godzilla.
Dalam sejarah Toho, asal-usul Ghidorah berubah-ubah mengikuti kontinuitas film. Ia pernah digambarkan sebagai monster luar angkasa yang menghancurkan peradaban di planet lain, makhluk hasil rekayasa masa depan, hingga sosok supernatural. Namun, satu hal yang relatif konsisten adalah posisinya sebagai musuh utama Godzilla.
King Ghidorah juga memiliki sejarah panjang sebagai lawan Godzilla. Ia kembali dalam berbagai era, termasuk Godzilla vs. King Ghidorah (1991), serta muncul dalam sejumlah film era Millennium dan MonsterVerse.
Spekulasi masuknya King Ghidorah ke dunia Godzilla Minus Zero akan menjadi perubahan besar. Film Yamazaki sebelumnya sengaja membawa Godzilla kembali ke bentuk yang menakutkan dan relatif realistis, dengan fokus pada trauma perang, kehancuran, dan perjuangan manusia untuk bertahan hidup. Yamazaki sendiri mengatakan pendekatan terhadap Minus Zero bukan sekadar membuat monster yang lebih besar, tetapi meningkatkan rasa teror secara psikologis.
Karena itu, jika sosok di trailer tersebut memang King Ghidorah, pertanyaan terbesar bukan lagi sekadar apakah Ghidorah muncul, tetapi bagaimana Yamazaki akan menerjemahkan naga berkepala tiga tersebut ke dalam dunia Godzilla versi dirinya yang selama ini terasa jauh lebih gelap dan membumi.
Jika benar Godzilla akan berjibaku dengan King Ghidorah, Godzilla Minus Zero berpotensi membawa pertarungan kedua monsiter raksasa ini ke bentuk yang belum pernah terlihat sebelumnya.