← Beranda
Sinopsis Film The Furious (2025): Musuh dari Musuhnya Joe Taslim Jadi Teman untuk Mengalahkan Penjah
Alberta Dionny NatanuelKamis, 20 Agustus 2026 | 05.47 WIB
Poster film The Furious (2025) (Rottentomatoes.com)

 

JawaPos.com - Seseorang yang kehilangan orang-orang tercinta mereka secara tidak wajar biasanya akan mencari-cari jawaban mengapa hal itu bisa terjadi, dan bagaimana cara untuk mendapatkan mereka kembali. 

Terutama para korban kejahatan yang terjadi berulang kali, seperti penculikan dan perdagangan manusia. Kebanyakan korban dari kejahatan ini membutuhkan banyak personel dan pihak yang terlibat. 

Bisnis yang didasari oleh kejahatan seperti perdagangan manusia ini biasanya juga melibatkan beberapa orang berposisi tinggi sehingga dapat disembunyikan, walaupun terjadi tepat di depan mata. 

Wang Wei (Xie Miao) adalah imigran tuna wicara asal Tiongkok yang bekerja di Filipina, belum lama ini putrinya, Rainy (Yang Enyou), mengunjunginya dan berharap agar ayahnya mau kembali ke Tiongkok bersamanya. 

Baca Juga: Sinopsis Film Journey 2: The Mysterious Island, Kembali Berpetualang Bersama Karya Jules Verne

Namun, karena ayahnya menolak untuk kembali ke Tiongkok, Rainy memutuskan untuk tinggal di Filipina bersama ayahnya. Keputusan ini juga tidak didukung karena banyaknya kasus penculikan anak dan perdagangan manusia yang terjadi di lingkungannya. 

Kesal dan sebal dengan ayahnya, Rainy memutuskan untuk pergi keluar sendirian meninggalkan ayahnya di salon. Di luar, Rainy bertemu dengan anak laki-laki meminta-minta tolong dengan bahasa Mandarin. 

Rainy yang baik hati ini hendak menolongnya, namun ternyata bocah itu adalah umpan penculikan anak. Rainy dengan cepat ditangkap dan dibawa dengan trup pick-up biru. 

Wei yang melihat dari kejauhan, segera mengejar mobil dan melawan para penculik. Untungnya Wei pandai berkelahi, sehingga ia dapat mengalahnya sebagian penculik tersebut, tapi mobil tetap membawa Rainy menjauh. 

Wei segera ke kantor polisi untuk melaporkannya, tapi mereka tidak bisa banyak membantunya karena keterbatasan komunikasi antara Wei dan para polisi. Tidak hanya itu, ternyata kapten kantor polisi diam-diam bekerja dengan bos perdagangan manusia tersebut, sehingga ia dapat menutup dan menghentikan investigasi apa pun yang berkaitan dengan perdagangan manusia. 

Di saat yang sama, Navin (Joe Taslim), juga diam-diam mengikuti dan menyelidiki kasus-kasus penculikan anak ini demi menemukan istrinya, Matia (Jeeja Yanin). 

Matia adalah jurnalis yang sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus-kasus ini pula. Tapi tiba-tiba ia menghilang tanpa jejak. Navin curiga bahwa Matia diculik karena ia mengetahui terlalu banyak hal, atau berhasil menemukan fakta-fakta penting yang bisa menghentikan bisnis mereka. 

Tidak terima kasus penculikan Rainy dianggap enteng oleh para polisi, Wei memutuskan untuk mencari Rainy sendiri. Ia mengelilingi kota untuk menemukan satu saja petunjuk, dan ia menemukan mobil yang dipakai untuk menculik anaknya di depan sebuah bangunan. 

Wei diam-diam memasuki bangunan tersebut, mendapati bahwa bangunan itu adalah markas geng yang dijadikan klab malam. Setelah berhasil masuk lebih dalam di markas tersebut, Wei bertemu dengan Navin. 

Awalnya mereka saling mengira bahwa lawan mereka adalah anggota geng tersebut. Setelah perlawanan dan perkelahian singkat, mereka menyadari bahwa mereka memiliki musuh yang sama. 

Mereka berdua segera keluar dari gedung dan bersembunyi di dalam mobil van milik Navin. Di sana mereka berdua saling berbagi cerita dan siapa yang mereka cari, lalu memutuskan untuk bekerja sama demi menghentikan bisnis kejam ini. 

Film The Furious (2025) ini dirilis pertama kali di Festival Film Internasional Toronto September 2025. Dan mendapatkan perhatian baik dan luas karena target pasarnya yang luas. 

Walaupun sebagian besar karakter film ini berbahasa Inggris, film ini sebenarnya adalah hasil produksi sebuah studio asal Hongkong yang bekerja sama dengan banyak sekali studio lain dari seluruh dunia. 

Film ini juga mengangkat topik permasalahan nyata dan masih berlanjut, yaitu penculikan dan perdagangan manusia. Yang membuat film ini unik adalah topik ide "musuh dari musuhku adalah sahabatku."

Karena genre laga dan aksinya, film ini memiliki banyak sekali adegan perkelahian yang cukup grafis serta berdarah-darah. Akibatnya film ini tidak cocok untuk penonton di bawah umur. 

Adegan-adegan ini tereksekusi dengan sangat baik sehingga terlihat sangat mulus. Namun karena adanya kehadiran dari satu karakter pendukung, seluruh adegan yang melibatkannya terlihat konyol. 

Film ini dapat dengan mudah menjadi tontonan kesukaan para penggemar film laga beladiri klasik Tiongkok karena gara bertarungnya yang mirip. 

Film ini memenangkan Film Aksi Terbaik di Penghargaan Critics Choice Super 2026. Aktor Xie Miao juga memenangkan Aktor Film Aksi Terbaik di penghargaan yang sama. Film ini meraih skor 7.3/10 di IMDb dan 98% Tomatometer di Rotten Tomatoes. 

Baca Juga: Sinopsis Film Journey to the Center of the Earth (2008): Menjelajah Pusat Bumi yang Menakjubkan

EDITOR: Candra Mega Sari