← Beranda
Lesley Simpson Hadirkan Serial Bunga di Tepi Jurang, Tawarkan Drama Psikologis Penuh Misteri
Dhimas Ginanjar• Minggu, 26 Juli 2026 | 20.18 WIB
Lesley Simpson di gala premiere serial Bunga di Tepi Jurang di Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (23/7).

JawaPos.com - Executive Producer PT Telkomsel Indonesia Lesley Simpson kembali menghadirkan karya terbaru melalui serial original Bunga di Tepi Jurang. Drama tersebut diperkenalkan dalam gala premiere di Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (23/7), dengan menawarkan perpaduan drama psikologis, romansa, dan misteri yang diklaim berbeda dari serial Indonesia pada umumnya.

Serial ini diharapkan menjadi alternatif tontonan yang tidak hanya menyuguhkan kisah percintaan, tetapi juga menghadirkan konflik emosional dan pergulatan batin para karakternya. Lesley mengatakan pengembangan proyek dilakukan dalam waktu yang cukup panjang agar kualitas cerita dan produksinya benar-benar matang.

"Kami ingin menyajikan sesuatu yang berbeda untuk penonton. Bunga di Tepi Jurang bukan sekadar cerita cinta biasa, tetapi eksplorasi tentang pilihan hidup, pengorbanan, dan keputusan yang diambil ketika seseorang berada di titik krisis. Kami bangga akhirnya proyek ini dapat dinikmati oleh publik," ujar Lesley saat diwawancarai di sela-sela gala premiere.

Lulusan Curtin University of Technology yang juga mengantongi sertifikat program eksekutif dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) itu menjelaskan, Bunga di Tepi Jurang dikembangkan untuk menghadirkan cerita yang lebih mendalam. Tidak hanya mengandalkan romansa, serial tersebut juga mengeksplorasi sisi psikologis para tokohnya.

Menurut Lesley, proses pengembangan naskah dilakukan secara intensif. Pendalaman karakter, penyusunan alur cerita, hingga aspek visual menjadi fokus utama agar mampu memberikan pengalaman menonton yang kuat bagi penonton.

Bunga di Tepi Jurang mengangkat kisah sejumlah tokoh yang dihadapkan pada berbagai pilihan hidup yang sulit. Setiap episode menghadirkan konflik emosional dan berbagai plot twist yang membentuk perjalanan cerita.

Selain kekuatan naskah, proses produksi juga memberi perhatian pada kualitas sinematografi, tata artistik, dan musik latar. Ketiga unsur tersebut dirancang untuk memperkuat atmosfer cerita sekaligus membangun kedekatan emosional dengan penonton.

Serial ini dibintangi sejumlah aktor dan aktris ternama. Di antaranya Claresta Taufan, Stefan William, Erika Carlina, Aliando Syarief, Rachel Vennya, Derby Romero, Olla Ramlan, Hana Saraswati, serta aktor senior Anjasmara yang memerankan karakter Burhan.

Kehadiran Bunga di Tepi Jurang menambah daftar panjang serial yang diproduksi di bawah kepemimpinan Lesley Simpson. Selama beberapa tahun terakhir, ia dikenal aktif mengembangkan berbagai konten original yang memperkuat industri streaming dan hiburan digital di Indonesia.

Salah satu pencapaian yang pernah diraih adalah serial Layangan Putus yang memenangkan penghargaan Special Award for Foreign Drama pada ajang Tokyo Drama Awards 2022. Penghargaan tersebut menjadi salah satu pengakuan internasional bagi industri serial Indonesia.

Selain itu, serial original Little Mom berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai serial web Indonesia yang menjadi tren di negara terbanyak. Saat dirilis pada 2021, serial tersebut menjadi perbincangan di 22 negara.

Di bawah pengembangan lini konten digital yang dipimpinnya, WeTV Indonesia juga terus memperluas produksi serial original. Hingga memasuki tahun keempat operasionalnya di Indonesia, platform tersebut telah menghasilkan puluhan serial dengan beragam genre, mulai dari drama remaja, romansa, thriller, hingga keluarga.

Produksi berbagai serial tersebut melibatkan rumah produksi, sineas, dan talenta lokal. Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem industri kreatif nasional melalui konten digital.

Selain aktif di industri hiburan, Lesley juga terlibat dalam pengembangan ekosistem digital Indonesia. Ia mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk mendukung pertumbuhan industri gim dan esports nasional.

Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui keterlibatan Telkomsel dalam mendukung tim Kagendra mewakili Indonesia pada ajang Honor of Kings World Cup 2025. Upaya itu menjadi bagian dari penguatan industri ekonomi kreatif berbasis digital yang terus berkembang di Indonesia.

EDITOR: Dhimas Ginanjar