JawaPos.com - Masa remaja adalah masa penting dimana seorang anak dapat menemukan dan membentuk identitas serta kepribadian mereka. Pada saat ini pula kita dapat benar-benar mengerti apa itu salah dan benar dalam hidup serta komunitas kita.
Untuk mengerti kedua hal tersebut kita akan melakukan banyak kesalahan, lalu belajar dari pengalaman-pengalaman tersebut agar kita bisa tahu mana yang terbaik untuk kita.
Proses pembelajaran ini bisa dilakukan dan didapatkan melalui banyak hal. Mungkin salah satunya melalui permainan.
Setelah hampir dua puluh tahun papan permainan Jumanji menghilang, ia kembali dalam bentuk baru, yaitu kaset game.
Spencer (Alex Wolff) dan Fridge (Ser’Darius Blain) dulunya adalah sahabat dekat. Tapi pertemanan antara keduanya merenggang sejak Fridge menjadi salah satu anggota tim olahraga sekolahnya dan menjadi populer. Sedangkan Spencer menjadi salah satu laki-laki biasa dan kutu buku.
Namun, nilai-nilai Fridge mulai menurun dan posisinya di tim terancam karena nilai akademiknya. Maka ia menyuruh Spencer untuk menuliskan tugas esainya. Tapi mereka tertangkap dan dihukum.
Bethany (Madison Iseman) dan Martha (Morgan Turner) juga ikut dihukum setelah sekolah karena keduanya melawan guru mereka. Bethany adalah tipikal gadis remaja yang sangat memerdulikan penampilannya dan persona media sosialnya. Sedangkan Martha hanya gadis pendiam yang cenderung menyendiri dan menjauh dari perhatian orang.
Kepala sekolah mereka memutuskan untuk menyuruh mereka membersihkan gudang bawah tanah mereka sebagai hukuman.
Disana mereka menemukan hiasan-hiasan tua, karya-karya alumni, buku-buku, peralatan elektronik, dan game Jumanji. Fridge yang menemukan game tersebut menjadi tertarik terhadapnya dan menyuruh Spencer untuk menyalakan komputer tua di gudang tersebut.
Papan permainan Jumanji yang kita tahu sebelumnya menjadi permainan digital multiplayer (dapat dimainkan oleh banyak pemain). Ada lima karakter yang bisa dipilih, tapi hanya empat yang bisa dimainkan karena salah satunya tidak bisa diakses.
Setelah keempatnya memilih karakter mereka, Spencer memencet tombol mulai dan keempatnya tersedot masuk ke dalam permainan tersebut.
Keempatnya mendapati diri mereka berada di tengah-tengah hutan tropis dengan wujud sesuai dengan karakter yang mereka pilih.
Spencer menjadi Dr. Smolder Bravestone (Dwayne Johnson), seorang arkeolog atau ahli sejarah kuno berkaitan dengan artefak dan semacamnya. Walaupun begitu, ia sangat kuat, berani, dan pintar bertarung.
Fridge memilih Franklin “Mouse” Finbar (Kevin Hart), seorang ahli zoologi atau hewan dan anggota tim yang bertugas untuk menyimpan serta membawa barang-barang mereka. Mouse, seperti namanya, memiliki tubuh kecil dan tidak kuat amat.
Martha berubah menjadi Ruby Roundhouse (Karen Gillan), satu-satunya anggota perempuan dan ahli bela diri dalam tim. Karakternya secara desain menjadi pahlawan perempuan dalam game ini.
Lalu Bethany menjadi Profesor Sheldon “Shelly” Oberon (Jack Black), seorang kartografer, kriptografer, arkeolog, dan ahli paleontologi. Namun karakternya memiliki tubuh gempal dan tidak memiliki kekuatan.
Keempatnya segera menyadari bahwa mereka memasuki game yang mereka mainkan dan hanya memiliki tiga nyawa. Sesuai tanda di lengan mereka.
Keempatnya dijemput oleh Nigel (Rhys Darby), seorang NPC (non-player character/karakter bukan pemain), yang kemudian menjelaskan misi mereka. Mereka harus mengambil kembali batu permata “Jaguar’s Eye” yang telah dicuri oleh Russel Van Pelt (Bobby Cannavale), mantan rekan Bravestone.
Tidak hanya mendapatkan kembali permata tersebut, mereka harus mengembalikannya ke patung jaguar yang menjadi pelindung Jumanji dan meneriakan nama tempat tersebut.
Nigel memberikan kertas kosong kepada mereka, yang ternyata sebuah peta di mata Bethany. Karena kemampuan Sheldon, seorang kartografer atau ahli peta, hanya ia sendiri yang bisa membaca peta tersebut.
Mereka diturunkan di suatu tempat dan langsung dikejar-kejar oleh anak buat Van Pelt. Apabila tertangkap, mereka akan terbunuh dan nyawa mereka akan berkurang.
Untungnya dalam perjalanan mereka, tim kita ini bertemu dengan seseorang yang ternyata adalah legenda di kota kecil mereka.
Film “Jumanji: Welcome to the Jungle” (2017) ini adalah sebuah lanjutan dan spin off dari film klasik “Jumanji” (1995) yang dibintangi oleh almarhum Robin Williams.
Walaupun lawas, film tersebut memiliki banyak sekali penggemar dan epilog dari film tersebut cukup menggantung.
Melalui film lanjutan ini, kita dapat melihat bagaimana permainan juga berkembang. Dari papan permainan tradisional menuju game digital. Peralatan elektronik game tersebut juga cukup lawas, sehingga tidak semua orang mengerti dan tahu bagaimana cara kerjanya.
Film ini juga memperlihatkan bagaimana remaja bertingkah dan belajar tumbuh demi kebaikan mereka serta orang-orang di sekitar mereka. Kita juga dapat melihat bahwa membuat kesalahan adalah suatu hal yang normal. Bagaimana kita bereaksi dan menerima kesalahan tersebut juga adalah bagian dari berkembangnya kita.
Film “Jumanji: Welcome to the Jungle” (2017) memenangkan Favorite Movie dalam Kid’s Choice Awards 2018, dan salah satu lakon utamanya, Dwayne Johnson, memenangkan Choice Movie Actor: Comedy dalam Teen Choice Award 2018.
Film ini mendapatkan skor 6.9/10 di IMDb dan 87% Popcornmeter di Rotten Tomatoes.