JawaPos.com - Keingintahuan adalah sumber dari hampir semua penemuan di dunia ini. Ada yang ingin tahu mengenai pemikiran, barang, hingga lokasi asing bagi beberapa orang. Maka dari itu, mereka akan mendapatkan motivasi untuk mendapatkan jawaban atau fakta-fakta baru.
Akan tetapi, terkadang rasa ingin tahu dapat menyebabkan hal-hal buruk pula. Ini bisa dikarenakan penemuan mereka malah membawa malapetaka bagi diri sendiri atau orang lain.
Salah satu yang biasanya berasal atau menyebabkan malapetaka adalah keingintahuan terhadap hal-hal supranatural, sakral, dan berkaitan dengan budaya tertentu.
Chihiro (Miho Kanno) adalah seorang penulis lepas yang bekerja di sebuah majalah bertema supranatural. Dan kepala editornya tiba-tiba menghilang.
Salah satu bawahan kepala editor itu, Ozawa (Eiji Akaso), menemukan fakta-fakta aneh pada kumpulan data penelitian terakhir kepala editor sebelum ia menghilang.
Setelah kepala editor menghilang selama seminggu, Ozawa memanggil Chihiro ke kantor untuk meneruskan penelitian kepala editor.
Mereka menemukan banyak sekali penampakan dan peristiwa aneh di sepenjuru Jepang sejak tahun 80an.
Salah satu dokumentasi tertua adalah sebuah tape kaset yang berisikan rekaman polos anak-anak SMP ketika mereka sedang piknik di gunung. Acara piknik ini biasanya dilaksanakan dengan para murid dan beberapa guru menginap di sebuah akomodasi.
Pada rekaman, terlihat anak-anak mendengar sesuatu dari luar jendela mereka di lantai atas. Kita juga dapat samar-samar mendengar suara berat yang memanggil-manggil anak-anak keluar.
"Oi, keluarlah ke hutan," suara itu memanggil mereka. Untungnya tidak langsung mengiyakan perintah, tapi mereka malah mengejek sumber suara.
Tiba-tiba salah satu murid perempuan yang ikut mengejek suara malah jatuh pingsan. Lalu beberapa murid perempuan lainnya juga ikut jatuh pingsan.
Rekaman diakhiri dengan keributan para murid dan guru yang berusaha untuk menolong anak-anak yang hilang kesadaran. Ozawa juga menemukan potongan berita koran yang mengatakan sekolah tersebut ditutup.
Dari tumpukan data juga ditemukan CD yang berisikan rekaman-rekaman berita pula. Rekaman pertama adalah acara televisi yang meliput anak-anak sedang bermain di taman.
Anak-anak itu sedang memainkan permainan yang ternyata memiliki akar dari legenda seorang dewa.
Rekaman lain adalah berita liputan dimana terjadi sebuah pembunuhan yang dilakukan oleh seorang ayah pengrajin ke keluarganya, dan ayah itu juga melakukan bunuh diri setelahnya.
Ozawa dan Chihiro menyadari bahwa peristiwa-peristiwa aneh yang dikumpulkan oleh kepala editor ini semuanya terjadi di sekitar sebuah daerah bernama Kinki.
Sesuji merilis novel dengan judul 'Tentang Suatu Tempat di Wilayah Kinki', atau 'Kinki Chiho no Aru Basho ni Tsuite' dengan judul asli, pada tahun 2023.
Novel dengan gaya mockumentary ini dengan cepat menarik perhatian para penggemar horor rakyat. Pada tahun 2025 lalu, film adaptasi dari novel ini ditayangkan pula.
Kisah ini sangat cocok untuk penggemar legenda dan dongeng rakyat, namun elemen horornya juga dengan mudah disukai oleh pecinta kisah-kisah supranatural pula.
Novelnya mendapatkan skor 3.81/5 di Goodreads, sedangkan filmnya mendapatkan skor 6.3/10 di IMDb dan 87 di AsianWiki.