JawaPos.com - Dari berbagai macam kejahatan dan aksi kriminal seperti penculikan, perempuan lebih sering menjadi korban. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, salah satunya adalah motivasi eksploitasi seksual si pelaku kejahatan.
Para korban penculikan ini dapat disekap dalam kurun waktu yang berbeda-beda, hingga uang tebusan terbayarkan atau seumur hidup perempuan tersebut.
Walaupun begitu, keluarga dan teman-teman korban belum tentu dapat mengetahui apakah korban masih hidup atau tidak. Karena itu, sangat penting bagi kita untuk tetap mengetahui kabar orang-orang tersayang kita.
Salah satu kasus penculikan yang dapat kita baca dan tonton adalah bagaimana Jasmin dapat melarikan diri dari penculiknya.
Dalam novel asal Jerman karya Romy Hausmann, 'Dear Child' atau 'Liebes Kind', mengangkat sebuah kasus penculikan yang sudah berlangsung selama lebih dari 10 tahun.
Suatu hari, seorang perempuan muncul di rumah sakit bersama seorang anak perempuan dan mengaku sebagai seseorang yang dinyatakan hilang selama belasan tahun, Lena Beck. Ia baru saja berhasil melarikan diri dari penculiknya, tapi sialnya ia tertabrak mobil dalam pelariannya.
Orang tua kandung Lena yang sudah susah payah mencari putri mereka mengatakan bahwa perempuan itu bukan Lena. Polisi bahkan sampai melakukan tes DNA kepada Lena dan Hannah, anak Lena.
Tes DNA membuktikan bahwa Lena yang bukanlah "Lena", tapi anak perempuan tersebut anak dari "Lena".
Si perempuan itu mengaku ia bernama Jasmin Grass, dia beralasan bahwa ia sempat melupakan namanya. Serta bahwa penculiknya memaksanya untuk menggunakan nama Lena.
Sedangkan, anak perempuan tersebut diketahui sebagai cucu dari orang tua Lena yang asli. Anak ini menjelaskan bahwa ia bernama Hannah dan Lena adalah ibunya.
Dari pernyataan Hannah dan kesaksian Jasmin, mereka disekap di sebuah rumah tanpa adanya koneksi listrik dan tidak memiliki jendela sama sekali. Mereka juga harus mengikuti banyak sekali peraturan yang dibuat oleh sang penculik.
Mereka juga menyimpulkan bahwa Lena sudah meninggal. Hal ini dikarenakan Hannah bercerita bahwa Lena yang palsu bukanlah ibunya yang pertama. Serta Hannah memiliki saudara laki-laki.
Lena, Jasmin dan kedua anak tersebut mendapatkan makanan secara rutin sehingga nutrisi mereka tercukupi.
Mereka harus mengikuti jadwal yang telah dibuat. Pada jadwal, tertulis jam berapa mereka harus bangun, tidur, makan, hingga menggunakan kamar mandi.
Dalam novel, kita mengikuti sudut pandang para detektif, orang tua Lena, dan Jasmin yang juga ingin menangkap pelaku, serta menyelamatkan saudara laki-laki Hannah.
Kisah karya Romy Hausmann ini memainkan psikologi para karakternya dan opini para pembacanya. Seakan-akan kita harus memilih untuk memihak siapa dan menebak-nebak siapa pelakunya.
Novel ini cukup populer hingga mendapatkan terjemahan dari Bahasa Jerman ke Bahasa Inggris, serta mendapatkan skor 4.04/10 di Goodreads.
Seri drama adaptasinya dirilis pada tahun 2023, dan mendapatkan skor 7.3/10 di IMDb. Seri ini juga memenangkan Penghargaan Emmy Internasional 2024 di kategori TV Movie/Mini Series.