← Beranda
Menelusuri Jejak Musik Modern Indonesia: Dari Gamelan ke Rock N Roll
Sukma Ayu• Rabu, 14 Mei 2025 | 00.15 WIB
ilustrasi Menelusuri Jejak Musik Modern Indonesia: Dari Gamelan ke Rock N Roll / freepik

JawaPos.com - Musik adalah cermin budaya dan zaman. Dari lantunan sederhana hingga aransemen kompleks, setiap alunannya menyimpan kisah.

Dilansir dari laman YouTube IPM, sejarah musik modern Indonesia ternyata menyimpan banyak kejutan yang jarang diketahui publik.

Perjalanan panjang ini bukan sekadar urusan nada, tetapi juga mencerminkan dinamika sosial, politik, dan budaya bangsa.

Awalnya, musik di nusantara hanya digunakan untuk keperluan sakral dan adat. Bahkan, sebelum alat musik diciptakan, bunyi tubuh seperti tepukan tangan dan suara mulut sudah menjadi instrumen utama.

Musik ini dipercaya memiliki kekuatan magis, sejalan dengan kepercayaan spiritual masyarakat kuno.

Perjalanan musik pun mengalami transformasi ketika pengaruh asing masuk. Islam membawa gambus dan rebana, lalu Eropa memperkenalkan ukulele, biola, dan gitar.

Kehadiran alat musik ini membawa tradisi solmisasi yang semakin menguatkan pondasi musik modern di Indonesia.

Menurut Museum Musik Indonesia, musik modern digemari karena komposisinya yang jelas dan mudah dinikmati. Inilah yang membuat genre seperti keroncong mulai populer pada akhir abad ke-19.

Keroncong lahir dari perpaduan antara musik Portugis (fado) dan elemen musik lokal Indonesia, khususnya di kawasan timur.

Fado, yang didominasi nada minor karena pengaruh Arab, berubah menjadi mayor saat dibaurkan dalam konteks musik religi di Indonesia.

Penyesuaian ini membuat keroncong terasa lebih ramah bagi telinga masyarakat, sekaligus fleksibel untuk berbagai kebutuhan musikal.

Keroncong kemudian diperkaya dengan alat musik lokal seperti gamelan dan suling, menjadikannya identitas musik modern khas Indonesia.

Sayangnya, sejak 1960-an, pamor keroncong mulai meredup karena derasnya arus musik modern global melalui media massa.

Meski begitu, keroncong tetap bertahan dengan berbagai fase: dari keroncong tempo dulu (1880–1920), keroncong abadi (1920–1960), keroncong modern (1960–2000), hingga keroncong milenium (2000–sekarang).

Musisi legendaris seperti Gesang, Waljinah, Mus Mulyadi, hingga Bondan Prakoso menjadi sosok penting dalam menjaga nyala genre ini.

Selain keroncong, musik India juga turut menyumbang warna dalam sejarah musik modern Indonesia.

Film-film Bollywood yang masuk ke tanah air memperkenalkan nada-nada baru yang kelak membentuk genre dangdut bersama musik Melayu.

Perkembangan selanjutnya ditandai oleh dominasi musik pop dan rock. Musik rock, khususnya, punya dua versi sejarah di Indonesia.

Sebagian menyebut pengaruh The Beatles sebagai pemicu, namun ada pula yang menyebut Indonesia justru pelopor dengan band "The Tielman Brothers" pada 1950-an.

The Tielman Brothers bahkan sudah mendunia sebelum The Beatles dan The Rolling Stones eksis.

Mereka dianggap sebagai pelopor rock and roll di Belanda dan menjadi bukti kuat bahwa Indonesia punya peran besar dalam peta musik global.

Meski genre terus berganti, musik tetap menjadi ruang ekspresi tanpa batas bagi masyarakat. Sejarah panjangnya bukan hanya layak dikenang, tapi juga terus dikembangkan demi masa depan seni musik Indonesia.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho