JawaPos.com – Marc Marquez mengungkapkan duel sengitnya melawan Marco Bezzecchi pada MotoGP Aragon menjadi salah satu momen yang menakutkan dalam balapan.
Dilansir dari laman Crash pada Senin (31/8), Kedua pebalap tersebut bertarung memperebutkan posisi terdepan pada lap keenam dan melaju dengan kecepatan sekitar 300 kilometer per jam di lintasan lurus.
Marquez mengatakan turbulensi yang dihasilkan perangkat aerodinamika membuat kedua motor saling tertarik dan sulit menjaga jarak satu sama lain.
Duel tersebut bermula ketika Marquez menyalip Bezzecchi dari sisi dalam di area chicane, tetapi pebalap Aprilia itu kembali mengambil posisi berkat akselerasi yang lebih baik menuju lintasan lurus.
Saat kecepatan meningkat, kedua motor mulai bergoyang akibat turbulensi aerodinamis hingga Marquez bahkan mengalami sedikit wheelie pada gigi enam.
Marquez mengaku telah berusaha menjauh ke sisi kanan lintasan, tetapi motornya seolah terjebak sangat dekat dengan motor Bezzecchi sehingga menciptakan situasi yang menegangkan.
Marquez akhirnya berhasil mempertahankan posisi terdepan saat memasuki zona pengereman, sementara Bezzecchi kemudian kehilangan posisi kedua dari Pedro Acosta.
Setelah memimpin balapan, pebalap Ducati tersebut mengatur ritme dan meningkatkan kecepatannya dalam sepuluh lap terakhir untuk membuka jarak dari para pesaing.
Kemenangan di Aragon memperpanjang rekor impresif Marquez bersama Ducati sekaligus membawanya naik ke posisi kedua klasemen kejuaraan dunia, dengan selisih 19 poin dari Jorge Martin.