JawaPos.com – Jorge Martin mengungkapkan kurangnya cengkeraman menjadi faktor utama yang membuatnya menjalani akhir pekan sulit pada MotoGP Aragon.
Dilansir dari laman Crash pada Senin (31/8), Pebalap Aprilia Racing itu hanya mampu finis di posisi kelima dalam dua balapan setelah sebelumnya tampil impresif dengan meraih hasil 1-2 di MotoGP Silverstone.
Martin mengaku telah menyadari sejak sesi latihan Jumat bahwa dirinya tidak memiliki kecepatan yang cukup untuk bersaing memperebutkan podium di Aragon.
Menurut Martin, masalah cengkeraman membuatnya kesulitan meningkatkan kecepatan sepanjang balapan dan merasa motornya terus tergelincir di berbagai tikungan.
Meski demikian, pemimpin klasemen tersebut memilih tidak mengambil risiko berlebihan dan menganggap finis di posisi lima besar sebagai hasil maksimal yang dapat diraihnya pada akhir pekan tersebut.
Martin juga tetap bersyukur mampu mengamankan poin penting daripada memaksakan diri mengejar podium yang berpotensi berakhir dengan kecelakaan.
Pebalap asal Spanyol itu meyakini masalah tersebut lebih disebabkan karakteristik Sirkuit Aragon dan tidak akan menjadi kendala besar di lintasan dengan tingkat cengkeraman lebih baik.
Martin optimistis dapat kembali menemukan performanya pada seri berikutnya di Misano, yang menurutnya memiliki karakter lintasan lebih sesuai dengan motornya.
Meski menganggap Aragon sebagai salah satu akhir pekan terburuknya musim ini dari segi kecepatan, Martin tetap berhasil mempertahankan keunggulan dalam persaingan klasemen kejuaraan.