JawaPos.com – Jorge Martin menatap Grand Prix Jepang akhir pekan ini dengan optimisme tinggi setelah menjalani tes positif di Misano.
Dilansir dari laman Crash pada Rabu (24/9), Juara dunia MotoGP 2025 tersebut menganggap seri di Motegi sebagai akhir dari fase pramusimnya pasca-cedera panjang. Martin menegaskan kini ia siap beralih fokus dari adaptasi ke kecepatan dan performa penuh.
Pembalap pabrikan Aprilia ini baru mengikuti enam dari 16 putaran musim 2025 akibat cedera yang memaksanya absen lama.
Baca Juga: Jorge Martin Tetap Nikmati Proses Adaptasi di Aprilia Meski Sering Alami Rasa Frustrasi
Kembalinya di Grand Prix Ceko pada Juli lalu lebih banyak dimanfaatkan untuk beradaptasi dengan RS-GP yang mengalami perkembangan signifikan. Perjalanan menuju kebugaran puncak menjadi tantangan tersendiri bagi sang juara bertahan.
Tes pasca-balapan di Misano Senin lalu memberikan dorongan besar bagi Martin dan timnya. Perubahan ergonomis pada motor terbukti memberi keuntungan terbesar dalam meningkatkan rasa percaya dirinya.
Martin menyebut hasil tes tersebut sebagai langkah maju penting dalam perjalanan pemulihan performa.
Martin menargetkan peningkatan kecepatan dan konsistensi sejak balapan di Jepang. Ia menyatakan bahwa momen sekarang menandai akhir dari proses adaptasi yang panjang.
“Mulai sekarang, saya ingin fokus pada kecepatan dan performa,” ungkap Jorge Martin seperti dikutip pada Crash.
Prestasi terbaik Martin setelah kembali dari cedera adalah finis keempat di Grand Prix Hungaria. Hasil tersebut terasa istimewa mengingat ia memulai dari posisi ke-18 pada sesi kualifikasi. Pencapaian itu memberi sinyal kebangkitannya di lintasan.
Aprilia sendiri tengah berjuang mempertahankan posisi kedua klasemen konstruktor menjelang balapan di Motegi.
Diketahui bahwa Aprilia telah unggul tipis 23 poin atas KTM setelah menunjukkan kecepatan impresif sejak kemenangan Marco Bezzecchi di Grand Prix Inggris Mei lalu.
Di Misano, Bezzecchi kembali nyaris meraih kemenangan usai pertarungan sengit melawan Marc Marquez.
Motegi bukanlah lintasan yang ramah bagi Aprilia dalam beberapa tahun terakhir. Musim lalu, Aleix Espargaro hanya mampu finis di posisi kesembilan, terpaut lebih dari 30 detik dari pemimpin balapan.
Pada 2023, dalam balapan basah dengan bendera merah, Espargaro menutup lomba di urutan kelima.