JawaPos.com – Konsumsi kafein sebelum berolahraga berpotensi membantu atlet mempertahankan performa fisik selama beberapa jam.
Penelitian dari Universitas Tsukuba, Jepang, menemukan bahwa satu dosis kafein sebelum latihan dapat meningkatkan daya saat melakukan sprint berulang, dengan efek yang masih terukur hingga 3,5 jam setelah dikonsumsi.
Temuan ini menarik perhatian karena kafein banyak ditemukan dalam kopi, teh, minuman energi, dan sejumlah produk suplemen olahraga.
Dalam artikel Psychology Today, yang ditulis Christopher Bergland dan diterbitkan pada 6 Oktober 2026, dijelaskan bahwa penelitian tersebut melibatkan 12 orang dewasa muda yang sehat.
Para peserta menjalani dua pengujian dengan metode acak dan tersamar ganda: satu menggunakan kafein dan satu lagi menggunakan plasebo.
Kafein diberikan sekitar 60 menit sebelum latihan, kemudian peserta melakukan serangkaian tes sprint menggunakan sepeda statis selama periode pengamatan 3,5 jam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kafein meningkatkan rata-rata daya sprint sekitar 0,5 hingga 2,4 persen dibandingkan plasebo.
Daya puncak juga meningkat dalam sesi pengujian berikutnya, dengan kenaikan mencapai 3,7 persen.
Selain itu, peserta melaporkan tingkat kelelahan yang dirasakan dan nyeri otot kaki yang lebih rendah ketika melakukan aktivitas intensitas tinggi.
Meski demikian, penelitian ini hanya melibatkan sedikit peserta dan menggunakan tes bersepeda, sehingga hasilnya belum tentu berlaku sama pada semua jenis olahraga atau setiap individu.
Peneliti juga menemukan peningkatan kadar noradrenalin dalam plasma darah setelah latihan. Zat ini berperan dalam respons tubuh terhadap aktivitas fisik dan rangsangan sistem saraf simpatik.
Pada saat yang sama, kafein memengaruhi respons kardiovaskular dan pernapasan, termasuk meningkatkan detak jantung.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan performa tidak terjadi tanpa perubahan fisiologis lain yang perlu diperhatikan.
Bagi atlet atau penggemar kebugaran, hasil ini memberikan gambaran bahwa waktu konsumsi kafein dapat memengaruhi respons selama latihan. Namun, dosis yang digunakan dalam penelitian mencapai 5,5 miligram per kilogram berat badan, yang tergolong cukup tinggi.
Dosis tersebut tidak seharusnya langsung dijadikan anjuran untuk semua orang. Respons terhadap kafein berbeda-beda, dan konsumsi berlebihan dapat menyebabkan jantung berdebar, gelisah, gangguan pencernaan, serta kesulitan tidur.
Orang yang sensitif terhadap kafein atau memiliki kondisi kesehatan tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakan dosis tinggi.
Secara keseluruhan, penelitian ini menambah bukti bahwa kafein dapat membantu meningkatkan performa sprint berulang dalam kondisi tertentu.
Akan tetapi, ukuran penelitian yang kecil membuat temuan ini perlu dikonfirmasi melalui studi lebih besar dengan peserta dan jenis olahraga yang lebih beragam.
Untuk mendukung performa fisik, konsumsi kafein tetap perlu dipertimbangkan bersama faktor lain, seperti latihan teratur, asupan nutrisi, hidrasi, dan tidur yang cukup.