JawaPos.com – Noda putih bekas deodoran atau bercak kekuningan pada pakaian sering kali menjadi masalah yang mengganggu penampilan. Meski terlihat sepele, noda tersebut dapat membuat baju kesayangan tampak kusam dan kurang terawat.
Noda pada pakaian bisa muncul akibat penumpukan residu deodoran, minyak, keringat, serta bahan pewangi yang menempel pada serat kain. Jika dibiarkan terlalu lama, sebagian noda dapat semakin sulit dibersihkan dengan pencucian biasa.
Namun, Anda tidak perlu langsung menyerahkan pakaian ke jasa laundry. Sejumlah bahan yang mudah ditemukan di rumah dapat dimanfaatkan untuk membantu mengangkat noda, asalkan digunakan sesuai jenis kain dan tingkat kekotorannya.
Dilansir dari English Jagran, terdapat lima cara yang bisa dicoba untuk membersihkan noda deodoran dan parfum pada pakaian. Berikut langkah-langkahnya.
Baca Juga: Sering Bergosip Bisa Merusak Hubungan, Terapkan 7 Tips Ini untuk Menghentikan Kebiasaan Tersebut
1. Manfaatkan Campuran Soda Kue dan Air
Soda kue dapat menjadi pilihan untuk membantu membersihkan noda pada pakaian berwarna putih atau terang. Bahan ini bisa dibuat menjadi pasta sederhana yang mudah diaplikasikan pada bagian kain yang kotor.
Caranya, campurkan empat sendok makan soda kue dengan seperempat cangkir air hangat. Aduk hingga teksturnya menyerupai pasta.
Oleskan campuran tersebut pada bagian yang terkena noda, kemudian gosok perlahan menggunakan sikat berbulu lembut atau ujung jari. Hindari menggosok terlalu keras agar serat kain tidak rusak.
Diamkan selama sekitar 30 menit, lalu bilas sampai tidak ada sisa pasta yang tertinggal. Setelah itu, cuci pakaian seperti biasa sesuai petunjuk perawatan pada labelnya.
Sebelum mengaplikasikan soda kue, sebaiknya lakukan pengujian pada bagian kain yang tersembunyi untuk memastikan bahan tersebut tidak memengaruhi warna atau tekstur pakaian.
2. Gunakan Air Lemon untuk Membantu Mengatasi Noda Kekuningan
Air lemon kerap digunakan sebagai bahan pembersih rumahan karena sifat asamnya. Bahan ini dapat membantu mengatasi perubahan warna tertentu, terutama pada pakaian berwarna terang.
Untuk mencobanya, peras lemon segar dan oleskan sedikit airnya pada bagian yang bernoda. Diamkan selama sekitar 10–15 menit, kemudian bilas dan cuci pakaian seperti biasa.
Paparan sinar matahari terkadang dapat membantu proses pemudaran noda pada kain tertentu. Namun, penggunaan air lemon yang disertai penjemuran langsung perlu dilakukan dengan hati-hati karena sifat asam dan paparan matahari dapat menyebabkan warna kain memudar atau berubah.
Cara ini sebaiknya tidak digunakan pada pakaian berwarna gelap, kain halus, atau bahan yang mudah rusak tanpa melakukan pengujian terlebih dahulu.
Jika noda tidak kunjung hilang, hindari mengulangi proses secara berlebihan. Pilih pembersih yang memang sesuai dengan jenis bahan pakaian.
3. Bersihkan Residu dengan Cuka Putih
Cuka putih dapat membantu melonggarkan residu tertentu yang menempel pada kain. Bahan ini bisa digunakan sebagai larutan pembersih sederhana untuk noda yang tidak terlalu sulit dihilangkan.
Campurkan cuka putih dan air dengan perbandingan 1:1. Basahi bagian pakaian yang bernoda menggunakan larutan tersebut, lalu diamkan sekitar 45 menit sesuai metode yang dirujuk.
Setelah itu, gosok bagian kain secara perlahan untuk membantu melepaskan sisa kotoran. Bilas sampai bersih dan lanjutkan dengan pencucian biasa.
Meski mudah ditemukan, cuka tidak cocok untuk semua jenis kain. Hindari penggunaannya pada bahan yang sensitif terhadap asam, seperti sutra atau wol, kecuali label perawatan menyatakan aman.
Jangan pernah mencampurkan cuka dengan pemutih berbahan klorin karena kombinasi tersebut dapat menghasilkan gas berbahaya. Gunakan larutan secukupnya dan pastikan area pembersihan memiliki ventilasi yang baik.
4. Kombinasikan Sabun Cuci Piring dan Hidrogen Peroksida dengan Hati-Hati
Untuk noda membandel, campuran sabun cuci piring dan hidrogen peroksida terkadang digunakan sebagai alternatif pembersih. Sabun membantu mengangkat residu berminyak, sedangkan hidrogen peroksida dapat membantu memudarkan noda tertentu.
Menurut resep yang dirujuk, campurkan satu bagian sabun cuci piring dengan dua bagian hidrogen peroksida, lalu tambahkan satu sendok makan soda kue.
Oleskan sedikit campuran pada area bernoda dan gosok perlahan. Diamkan sekitar satu jam sebelum dibilas hingga bersih.
Namun, metode ini perlu perhatian khusus. Hidrogen peroksida dapat memudarkan warna, merusak sebagian bahan, atau mengubah tampilan kain. Karena itu, lakukan pengujian pada bagian tersembunyi terlebih dahulu dan ikuti petunjuk penggunaan produk.
Hindari cara ini pada pakaian berwarna atau berbahan sensitif jika keamanan bahannya belum diketahui. Jangan mencampurkan larutan tersebut dengan pemutih atau pembersih lain, dan jangan menyimpan campuran dalam wadah tertutup.
Jika ragu, gunakan produk penghilang noda yang dirancang khusus untuk jenis pakaian tersebut.
5. Gunakan Tisu Pembersih Riasan untuk Penanganan Cepat
Ketika sedang terburu-buru dan menemukan noda putih deodoran pada pakaian, tisu pembersih riasan dapat menjadi solusi praktis untuk penanganan awal.
Pilih tisu pembersih riasan yang tidak mengandung alkohol, lalu tepuk-tepuk bagian yang bernoda secara perlahan. Hindari menggosok terlalu kuat karena tindakan tersebut dapat membuat residu menyebar ke area kain yang lebih luas.
Cara ini terutama berguna untuk noda ringan yang baru muncul, misalnya ketika deodoran meninggalkan bekas pada bagian ketiak baju saat pakaian dikenakan.
Setelah noda berkurang, periksa apakah masih ada residu yang tertinggal. Jika perlu, bersihkan kembali menggunakan metode yang sesuai dengan petunjuk perawatan pakaian.
Perlu diingat bahwa tidak semua tisu pembersih riasan aman untuk setiap jenis kain. Sebaiknya uji terlebih dahulu pada area tersembunyi dan hindari tisu yang mengandung pewarna atau bahan tambahan yang berpotensi meninggalkan noda baru.