← Beranda
Bukan Soal Barang Mahal, Ini 6 Gaya Hidup yang Memancarkan Kesan Berkelas
Rabbany Wanadriani• Sabtu, 10 Oktober 2026 | 04.33 WIB
ilustrasi wanita kelas atas di café. (Freepik)

JawaPos.com – Kesan berkelas kerap dikaitkan dengan kepemilikan barang mewah, pakaian bermerek, atau kendaraan berharga fantastis. Padahal, penampilan yang elegan tidak selalu ditentukan oleh seberapa mahal barang yang dimiliki seseorang.

Dalam kehidupan sehari-hari, kesan berkelas juga dapat tercermin melalui kebiasaan sederhana, mulai dari cara berkomunikasi hingga bagaimana seseorang memperlakukan lingkungan sekitarnya. Hal-hal kecil tersebut bisa menunjukkan kepribadian, kepedulian, dan perhatian terhadap detail.

Dilansir dari Geediting, terdapat enam pilihan gaya hidup yang dapat memberikan kesan elegan dan berkelas tanpa harus memamerkan kekayaan. Kebiasaan ini tidak hanya berkaitan dengan penampilan, tetapi juga cara seseorang mengatur waktu, menjaga kesehatan, dan menjalani aktivitas sehari-hari.

1. Lebih Memilih Pengalaman daripada Sekadar Mengoleksi Barang

Salah satu kebiasaan yang dapat mencerminkan gaya hidup berkelas adalah mengutamakan pengalaman yang memberikan nilai jangka panjang. Alih-alih selalu mengejar produk terbaru, sebagian orang memilih menggunakan waktu dan uang untuk bepergian, mempelajari keterampilan baru, atau menikmati kegiatan yang bermakna.

Pengalaman semacam ini tidak hanya memberikan kesenangan, tetapi juga membuka kesempatan untuk mengenal budaya, memperluas wawasan, dan membangun hubungan dengan orang lain.

Misalnya, seseorang mungkin lebih tertarik mengikuti kelas memasak, mengunjungi tempat bersejarah, atau menikmati perjalanan bersama keluarga dibandingkan membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Pada akhirnya, gaya hidup yang berkelas tidak harus diukur dari jumlah barang yang dimiliki. Kemampuan memilih pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan dan nilai pribadi juga dapat mencerminkan cara hidup yang matang.

2. Memilih Pakaian Klasik yang Sederhana dan Berkualitas

Penampilan elegan tidak selalu membutuhkan pakaian dengan logo besar atau merek terkenal. Justru, pilihan busana yang sederhana, rapi, dan sesuai dengan bentuk tubuh dapat menciptakan kesan yang lebih menarik.

Pakaian dengan potongan klasik dan warna yang mudah dipadukan, seperti putih, hitam, krem, atau biru tua, dapat digunakan dalam berbagai kesempatan. Bahan yang nyaman dan jahitan yang baik juga membantu pakaian terlihat rapi serta tahan lama.

Selain itu, memperhatikan kebersihan sepatu, kondisi pakaian, dan kesesuaian aksesori dapat memberikan perbedaan besar pada penampilan secara keseluruhan.

Kuncinya bukan membeli pakaian sebanyak mungkin, melainkan memilih busana yang sesuai dengan kebutuhan, karakter, dan anggaran. Dengan begitu, penampilan tetap terlihat menarik tanpa harus mengeluarkan biaya berlebihan.

3. Berbicara dengan Tenang, Jelas, dan Percaya Diri

Cara seseorang menyampaikan pendapat dapat memengaruhi kesan yang diterima oleh orang lain. Berbicara dengan tenang, menggunakan kata-kata yang tepat, dan menyampaikan gagasan secara terstruktur dapat membuat komunikasi terasa lebih nyaman.

Orang yang memiliki kemampuan komunikasi baik tidak selalu berbicara paling banyak atau berusaha mendominasi percakapan. Mereka mampu menjelaskan maksudnya dengan jelas, mendengarkan tanggapan orang lain, dan memberikan respons sesuai situasi.

Menghindari kebiasaan memotong pembicaraan atau meninggikan suara ketika berbeda pendapat juga dapat membantu menciptakan kesan dewasa.

Tentu saja, setiap orang memiliki aksen, dialek, dan gaya bicara yang berbeda. Hal terpenting bukan meniru cara berbicara kelompok tertentu, melainkan menyampaikan pesan dengan sopan, percaya diri, dan menghargai lawan bicara.

4. Menjaga Etika dan Tata Krama Saat Makan

Perilaku di meja makan dapat menjadi salah satu bentuk perhatian seseorang terhadap kenyamanan orang lain. Tata krama sederhana sering kali lebih berarti daripada menguasai aturan etiket yang rumit.

Contohnya, menunggu hingga semua orang siap sebelum mulai makan, menggunakan peralatan makan dengan wajar, serta meletakkan serbet di pangkuan jika tersedia.

Selain itu, mengunyah dengan mulut tertutup, tidak berbicara ketika mulut penuh, dan menghindari penggunaan ponsel secara berlebihan saat makan bersama dapat membuat suasana lebih menyenangkan.

Kebiasaan tersebut menunjukkan bahwa seseorang memperhatikan orang-orang di sekitarnya, bukan hanya berfokus pada dirinya sendiri.

Pada dasarnya, etika makan bukan tentang memperlihatkan status sosial. Tujuan utamanya adalah menjaga kesopanan dan membuat semua orang merasa nyaman saat menikmati hidangan bersama.

5. Menata Rumah agar Rapi, Nyaman, dan Tidak Berlebihan

Kesan elegan juga bisa terlihat dari cara seseorang merawat tempat tinggalnya. Rumah yang nyaman tidak harus dipenuhi furnitur mahal atau dekorasi yang sedang populer.

Penataan yang rapi, pencahayaan yang baik, serta pemilihan perabot sesuai kebutuhan justru dapat membuat ruangan terasa lebih menyenangkan.

Beberapa detail sederhana, seperti meletakkan tanaman hias, menata buku dengan teratur, menjaga meja tetap bersih, atau menggunakan pencahayaan yang hangat, dapat mempercantik suasana rumah.

Prinsipnya adalah memilih barang yang benar-benar berguna atau memiliki nilai pribadi, kemudian menatanya agar ruangan tidak terasa sesak.

Rumah yang terawat juga membantu menciptakan lingkungan yang mendukung istirahat dan aktivitas sehari-hari. Dengan perencanaan yang tepat, suasana yang nyaman bisa diwujudkan tanpa harus menghabiskan banyak uang.

6. Menjadikan Kesehatan sebagai Bagian dari Rutinitas

Gaya hidup yang berkelas tidak hanya berkaitan dengan penampilan luar, tetapi juga perhatian terhadap kesehatan dan keseimbangan hidup.

Kebiasaan seperti berjalan kaki secara rutin, berolahraga sesuai kemampuan, mengonsumsi makanan bergizi, dan menjaga waktu tidur dapat membantu mendukung kebugaran tubuh.

Selain kesehatan fisik, kondisi mental juga perlu diperhatikan. Meluangkan waktu untuk beristirahat, melakukan hobi, atau menikmati suasana tenang dapat membantu seseorang mengelola tekanan dalam kehidupan sehari-hari.

Rutinitas tersebut tidak harus mahal atau rumit. Berjalan pagi di sekitar rumah, menyiapkan makanan sendiri, dan membatasi waktu menggunakan perangkat elektronik sebelum tidur bisa menjadi langkah awal yang sederhana.

Meski akses terhadap layanan kesehatan dan waktu luang memang berbeda bagi setiap orang, kebiasaan sehat tetap dapat disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho