← Beranda
Sentuhan Modern Wastra Nusantara Tidak Hilangkan Roh Budaya dalam Panggung Global
Berliana Rizqia Putri• Selasa, 29 September 2026 | 15.21 WIB
Sejumlah model memperagakan busana modest fashion berbasis wastra Nusantara saat trunk show acara Kick Off IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 di Raffles Hotel Jakarta, Senin (28/9).  (IST)

JawaPos.com – Kekayaan wastra Nusantara terus menunjukkan transformasi kreatif hingga mampu bersaing di kancah internasional. Inovasi motif wastra saat ini makin berkembang pesat tanpa menghilangkan roh budayanya.

Salah satunya terlihat dalam ajang kolaborasi terpadu Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST) dan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW). Para desainer dan UMKM lokal didorong untuk mengolah kain tradisional menjadi busana ready-to-wear modern yang diminati pasar global.

Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Putu Rahwidhiyasa, mengungkapkan, identitas budaya Indonesia tidak hanya ditampilkan secara tradisional, melainkan dikembangkan menjadi produk fashion kontemporer yang relevan dengan kebutuhan dunia. Hal ini dilakukan melalui pembekalan edukasi global trend forecasting serta pendampingan intensif. 

Baca Juga: Profil Abe Hoed, Anak Melly Goeslaw yang Berhasil Taklukkan Hati Putri Bamsoet

"Dari member IKRA sendiri itu nge-develop motif yang sangat kontemporer. Jadi ada batik atau wastra yang biasa, ada yang sangat kontemporer. Kemarin itu saya hampir tidak mengenali bahwasannya itu batik. Dan ini adalah langkah agar batik bisa secepat mungkin diterima di pasar global," ujar Putu Rahwidhiyasa.

Ia mencontohkan karya dari perwakilan daerah yang berhasil mengemas batik dalam balutan modern. "Kemarin itu dari KPw Jember bikin motif yang sangat kontemporer, tapi prosesnya batik. Jadi untuk menangkap tren pasar global, kami sudah antisipasi," tambahnya.

Menjawab Tren Sustainable dan Kebutuhan 4 Musim

Selain inovasi motif, tren fashion dunia kini kian bergeser ke arah keberlanjutan (sustainability). Project Officer IN2MOTIONFEST x JMFW sekaligus pengurus Indonesian Fashion Chamber (IFC), Ali Charisma, menjelaskan bahwa tren mendatang lebih mengedepankan kualitas ketimbang kuantitas.

"Kalau tren ke depannya itu adalah tren sustainable. Arah ke quality over quantity itu akan jauh lebih terasa, tidak hanya di kalangan atas saja, tapi sudah ke arah kalangan bawah juga. Jadi kualitas itu sudah mulai diperhatikan," ungkap Ali Charisma.

Ali menambahkan, pergeseran ini membuat desain fesyen tidak lagi sesaat, melainkan mengarah pada model bisnis yang tahan lama.

"Jadinya untuk tren fesyen tidak terlalu meledak-ledak, tapi ke arah bisnis-bisnis yang long lasting, yang tidak termakan oleh zaman istilahnya, tapi tidak ketinggalan zaman juga. Identitas budaya itu otomatis digodok menjadi tren, dan diharapkan menjadi produk yang kontemporer, bukan ditampilkan secara tradisional," jelasnya.

Untuk bisa menembus pasar luar negeri, produk modest fashion Indonesia juga diselaraskan dengan kebutuhan fungsional masyarakat internasional.

"Kuncinya ya harus produk-produk modest fashion Indonesia itu fungsinya diselaraskan dengan kebutuhan dunia. Misalnya kalau ada empat musim, di musim dinginnya kita siapkan dalemannya. Tapi tetap memikirkan keperluan produk yang memang bisa diterima di luar dan bisa dipakai juga di Indonesia," pungkas Ali.

Edukasi dan Pendampingan Curated

Guna memenuhi standar kompetitif tersebut, pelaku UMKM mendapatkan pembinaan langsung dari Dewan IKRA dan asosiasi.

Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Ndari Surjaningsih, menegaskan pentingnya edukasi bagi pelaku usaha.

"Untuk bisa go global, kita harus memenuhi standar-standar tertentu. Dalam hal ini kita bekerja sama dengan Dewan IKRA yang membimbing para UMKM, baik dari wastranya maupun desainer potensialnya, untuk mengetahui standar apa saja yang harus dipenuhi supaya kompetitif di luar negeri," kata Ndari.

"Yang kedua adalah menyampaikan tentang fashion trend ke depan supaya menjadi acuan bagi mereka agar tetap kompetitif tanpa harus meninggalkan standar-standar yang harus diikuti," tutupnya.

Perhelatan IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 akan digelar pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan. Ajang ini siap menampilkan karya dari lebih dari 300 desainer, brand, dan UMKM wastra binaan dari seluruh Indonesia.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah