← Beranda
Moscow Fashion Week 2026: Desainer Indonesia Perkuat Dominasi Perancang Asia
Berliana Rizqia Putri• Minggu, 27 September 2026 | 18.08 WIB
Salah satu koleksi busana dipamerkan dalam pagelaran Moscow Fashion Week (MFW) di Moskow, Rusia. (IST)

JawaPos.com – Moscow Fashion Week (MFW) 2026 siap mempertemukan desainer hingga brand dunia termasuk dari Indonesia.

Tidak sekadar runway, ajang tahunan ini telah menjelma menjadi ekosistem lengkap yang mempercepat ekspansi internasional brand-brand lokal.  Para perancang busana bisa meraih eksposur global serta terkoneksi langsung dengan para pembeli internasional hanya dalam hitungan hari.

Pada musim-musim sebelumnya, jenama seperti Raegitazoro dan Irmasari Joedawinata telah memamerkan koleksinya di sana.Kehadiran desainer Indonesia turut memperkuat dominasi perancang busana Asia di ajang mode bergengsi tersebut. 

Baca Juga: Kolaborasi Mode dan Skincare Diterjemahkan Lewat Intentional Allure dalam Fashion Nation 20

Pada gelaran musim gugur 2026 ini, kehadiran desainer Asia kian masif. Sederet line-up ternama dipastikan tampil, di antaranya Limak By Kamil (Sri Lanka), Momiwei (Tiongkok), KGL (India), serta jajaran desainer berbakat dari Turki dan Kazakhstan.

Tak ketinggalan, brand dari Spanyol, Amerika Serikat, hingga Inggris turut ambil bagian meramaikan runway bersama perancang papan atas Rusia seperti Solangel, Inniki, Oleg Levitskiy, Igor Gulyaev, Unke, dan Elisabetta.

Komitmen Sustainability dan Warisan Budaya

Tinggi minat desainer Asia khususnya Indonesia terhadap Moscow Fashion Week tak lepas dari kesamaan visi terkait isu keberlanjutan (sustainability). Tren ethical fashion di Tanah Air sendiri kini melaju pesat. Sebanyak 75 persen konsumen Indonesia bahkan rela merogoh kocek lebih demi produk fashion ramah lingkungan. Praktik upcycling, kerajinan tangan lokal, dan identitas budaya telah bergeser dari sekadar produk niche menjadi tren arus utama.

Langkah ini juga sejalan dengan dorongan Indonesian Fashion Chamber (IFC) yang terus mengusung local inspiration berbalut lensa kontemporer. Melalui ajang seperti In2MotionFest, IFC bersama pemerintah konsisten mendorong pertumbuhan ethical fashion. Visi produksi bertanggung jawab yang memadukan warisan budaya ini senantiasa bergema di panggung runway Moskow.

"Moscow Fashion Week bisa menjadi jembatan bagi kolaborasi jangka panjang, pertukaran budaya, pengembangan pasar, dan pada akhirnya, pertumbuhan bersama antara Indonesia, Rusia, serta negara-negara BRICS+ lainnya," tutur Advisory Board & Event Director Indonesian Fashion Chamber, Ali Charisma.

Jembatan Menuju Pasar Internasional

Pentingnya menjaga kearifan lokal sembari melangkah ke panggung dunia juga diamini oleh Nguyen Vi Huu Canh, Head of Fashion Sector VDAS (Vietnam Design Association). Ia dijadwalkan hadir langsung di Moskow untuk menghadiri MFW 2026 sekaligus BRICS+ Fashion Summit—sebuah forum bisnis fashion bagi negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat.

"Menyeimbangkan identitas budaya dengan daya saing global adalah tuntutan bagi brand fashion saat ini. Hampir setiap desainer, terutama desainer muda dan emerging brand, bercita-cita menembus pasar global," tegas Nguyen Vi Huu Canh.

Menurutnya, platform inklusif seperti Moscow Fashion Week memberikan ruang strategis bagi para desainer untuk melestarikan akar budaya mereka sekaligus menjangkau audiens internasional yang baru. 

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah