← Beranda
Usia Minimal Anak Pakai Softlens: Penjelasan Dokter Mata dan Risiko Medisnya
Cicilia Margarettha• Jumat, 25 September 2026 | 04.42 WIB
ilustrasi penggunaan softlens pada anak./pexels.com

JawaPos.com - Penggunaan lensa kontak atau softlens kini makin populer di kalangan anak-anak dan remaja, baik untuk koreksi penglihatan seperti mata minus maupun untuk alasan estetika.

Banyak orang tua merasa ragu dan bertanya-tanya mengenai usia berapa seorang anak secara medis dianggap cukup matang untuk mulai menggunakan softlens.

Kekhawatiran ini sangat beralasan mengingat mata anak masih dalam masa pertumbuhan dan membutuhkan perawatan yang sangat higienis.

Melansir dari laman The Ohio State University pada Rabu (23/09), secara medis sebenarnya tidak ada batasan usia pasti mengenai kapan anak boleh memakai softlens.

Dokter mata menegaskan bahwa kriteria utama penggunaan softlens pada anak bukan terletak pada usia kronologis, melainkan tingkat kematangan dan tanggung jawab anak dalam menjaga kebersihan mata.

Penggunaan softlens pada usia anak memerlukan disiplin tinggi untuk mencegah komplikasi pada kornea mata.

Penelitian oftalmologi klinis menunjukkan bahwa sebagian besar anak berusia 8 hingga 12 tahun sudah memiliki kemampuan motorik dan tanggung jawab yang cukup untuk memasang, melepas, serta membersihkan lensa kontak secara mandiri.

Penanganan yang tepat terbukti secara klinis efektif mencegah infeksi mikroba, menjaga efikasi diri anak, serta memberikan kualitas penglihatan yang lebih luas dibandingkan penggunaan kacamata konvensional saat berolahraga.

Berikut adalah beberapa pertimbangan penting mengenai usia penggunaan softlens pada anak beserta risiko medisnya:

  1. Kesiapan dan tanggung jawab anak

Anak dianggap siap jika sudah mampu menjaga kebersihan diri tanpa perlu selalu diingatkan, seperti rutin mencuci tangan sebelum menyentuh mata dan menjaga kebersihan tempat penyimpanan softlens.

  1. Risiko infeksi kornea (Keratitis)

Penggunaan softlens yang kurang higienis atau dipakai saat tidur meningkatkan risiko kontaminasi bakteri dan jamur pada kornea.

Kondisi keratitis dapat memicu pembentukan luka parut hingga penurunan penglihatan permanen.

  1. Pentingnya penggunaan softlens harian (daily disposable)

Dokter mata sangat merekomendasikan jenis softlens sekali pakai harian untuk anak-anak.

Jenis ini meminimalkan risiko penumpukan deposit protein dan bakteri karena langsung dibuang setelah digunakan.

  1. Manfaat koreksi khusus (orthokeratology)

Selain softlens biasa, beberapa jenis lensa kontak khusus yang dipakai saat tidur (Ortho-K) terbukti secara medis dapat membantu memperlambat laju pertambahan minus (miopia) pada mata anak yang sedang berkembang.

  1. Tanda-tanda bahwa anak harus menghentikan softlens

Orang tua harus segera melepas softlens anak jika mata tampak merah, terasa perih, sensitif terhadap cahaya, berair berlebihan, atau jika anak mengeluhkan penglihatan yang makin kabur.

Secara keseluruhan, anak-anak dapat mulai menggunakan softlens dengan aman selama memiliki tanggung jawab kebersihan yang baik serta berada di bawah pengawasan orang tua dan dokter mata.

Jika Anda berencana memberikan softlens untuk anak, berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan mata menyeluruh serta resep lensa kontak yang sesuai.

EDITOR: Hanny Suwindari