JawaPos.com - Kelelahan ekstrem tercermin dari ucapan sederhana yang sering muncul meski seseorang sulit tidur di malam hari.
Sebagian orang mengalami kelelahan yang begitu parah hingga sulit tertidur meski tubuh sudah sangat membutuhkan istirahat.
Ketika mencoba tidur, mereka justru terjaga sepanjang malam tanpa bisa benar-benar terlelap sepenuhnya.
Kondisi ini membuat mereka mengucapkan kalimat serupa berulang kali dalam berbagai percakapan sehari-hari.
Dilansir dari laman YourTango pada Senin (21/9), berikut enam ucapan yang biasa muncul dari orang yang mengalami kelelahan ekstrem meski sulit tidur di malam hari.
1. Mengaku tidak bisa berpikir jernih
Otak manusia membutuhkan tidur agar dapat bekerja dengan baik sepanjang hari.
Ketika kebutuhan tidur tidak terpenuhi, fungsi otak akan terganggu dan sulit bekerja optimal.
Orang yang terlalu lelah untuk tidur sering mengucapkan bahwa mereka tidak bisa berpikir jernih.
Ucapan ini bukan bentuk melebih-lebihkan, melainkan gambaran nyata dari kondisi yang mereka alami.
Kelelahan tersebut membuat perilaku mereka ikut berubah tanpa disadari sepenuhnya oleh diri sendiri.
Menyelesaikan pekerjaan pun membutuhkan waktu dua kali lebih lama akibat kondisi kelelahan tersebut.
Pikiran yang kacau membuat mereka bahkan tidak menyadari bahwa istirahat menjadi kebutuhan paling mendesak.
2. Menyatakan televisi membantu menenangkan diri
Terkadang seseorang terlalu lelah untuk membaca atau melakukan aktivitas yang membutuhkan pemikiran sebelum tidur.
Menonton televisi menjadi pilihan untuk mematikan pikiran sejenak sebelum benar-benar beristirahat malam hari.
Namun kebiasaan ini sebaiknya tidak dilakukan setiap malam karena dapat mengganggu kualitas tidur seseorang.
Menonton televisi larut malam justru terbukti membuat seseorang tetap terjaga lebih lama.
Karena itulah, orang yang kesulitan tidur sering menyebut menonton televisi sebagai cara menenangkan diri.
Kebiasaan ini justru membuat mereka tetap terjaga hingga larut malam tanpa disadari dampaknya.
Cahaya layar membuat tubuh tetap waspada sehingga semakin sulit untuk benar-benar tertidur.
3. Mengaku tidak sanggup membuka mata
Ada waktu tertentu ketika seseorang diharapkan tetap terjaga, seperti saat bekerja atau berkumpul bersama teman.
Meski begitu, orang yang sangat lelah tetap mengucapkan bahwa mereka tidak sanggup membuka mata.
Ucapan ini kemungkinan besar benar adanya karena tubuh mulai melawan keinginan untuk tetap terjaga.
Tubuh secara otomatis berusaha memaksa seseorang untuk segera tertidur meski situasi tidak memungkinkan.
Bahkan ketika mencoba tidur, kelelahan yang menumpuk membuat istirahat tersebut terasa tidak cukup membantu.
Mereka masih harus menjalani berbagai aktivitas meski kebutuhan tidur belum sepenuhnya terpenuhi.
Rasa frustrasi pun muncul karena istirahat yang didapat belum memberikan efek yang diharapkan.
4. Meminta tambahan kopi untuk tetap terjaga
Ketika lelah di siang hari namun masih banyak pekerjaan tersisa, kopi menjadi pilihan untuk tetap terjaga.
Sebagian orang bahkan meminum kopi setelah matahari terbenam demi menyelesaikan semua pekerjaannya.
Minum kopi pada malam hari terbukti dapat membuat seseorang tetap terjaga meski sedang kelelahan.
Kebiasaan ini membuat mereka bergantung pada kafein tanpa menyadari dampak buruknya bagi kualitas tidur.
Meski kafein memberi efek terjaga sesaat, tubuh tetap membutuhkan tidur agar benar-benar pulih.
Mereka pun terjebak dalam siklus buruk antara mengandalkan kafein dan mengalami kelelahan keesokan harinya.
Permintaan tambahan kopi ini justru memperparah kondisi kelelahan yang sedang mereka alami sebelumnya.
5. Berharap memiliki waktu untuk tidur siang
Kesibukan yang tinggi sering membuat seseorang kesulitan menyisihkan waktu untuk memprioritaskan dirinya sendiri.
Waktu tidur pun berkurang karena banyak waktu tersita untuk menyelesaikan berbagai tanggung jawab lainnya.
Rasa stres membuat mereka enggan tidur lebih awal karena waktu tersebut dianggap bisa digunakan bekerja.
Kurangnya tidur justru dapat membuat seseorang merasa semakin kewalahan menghadapi tanggung jawabnya sehari-hari.
Orang yang terlalu lelah untuk tidur sering mengungkapkan keinginan memiliki waktu untuk tidur siang.
Mereka merasa tidak bisa menyisihkan waktu sejenak karena takut semakin tertinggal dari pekerjaannya.
Kekhawatiran ini membuat mereka terus menunda istirahat meski tubuh sangat membutuhkannya saat itu.
6. Mengaku benar-benar tidak bisa tertidur
Orang yang kelelahan namun tetap tidak bisa tertidur sering mengalami gangguan yang dikenal sebagai insomnia.
Kondisi mental ini membuat seseorang kesulitan tertidur meski rasa lelah sudah sangat dirasakannya.
Tubuh mereka tetap menolak untuk beristirahat meski sudah berusaha keras untuk tertidur.
Banyak penderita insomnia tidak menyadari bahwa kondisi tersebut sebenarnya termasuk masalah medis serius.
Mereka sering menganggapnya sekadar fase sementara, padahal kondisi tersebut membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Rasa kesal terhadap diri sendiri pun muncul karena menganggapnya sebagai kebiasaan pribadi semata.
Berkonsultasi dengan dokter menjadi langkah yang lebih tepat dibanding terus menyalahkan diri sendiri.
***