← Beranda
10 Hal yang Dilakukan Orang-Orang Kreatif dan Mustahil untuk Diabaikan, Menurut Psikologi
Vindi Rayinda AyudyaMinggu, 20 September 2026 | 18.51 WIB
Ilustrasi orang kreatif (magnific)

 

 

JawaPos.com - Pernah bertemu seseorang yang seolah selalu memiliki ide baru, mampu melihat peluang ketika orang lain hanya melihat masalah, atau mempunyai cara berpikir yang terasa berbeda dari kebanyakan orang? 

Orang-orang seperti ini biasanya tidak sekadar mengandalkan bakat, tetapi juga memiliki kebiasaan yang membantu menjaga kreativitas tetap hidup.

Menariknya, kreativitas tidak selalu terlihat dalam bentuk karya seni, tulisan, musik, atau desain. 

Cara seseorang menyelesaikan masalah, memandang keadaan, mengelola pikiran, hingga menemukan inspirasi dari hal sederhana juga dapat menjadi bagian dari proses kreatif.

Dikutip dari laman your Tango, inilah 10 kebiasaan yang dikaitkan dengan orang-orang kreatif dan menjelaskan bagaimana kebiasaan sederhana dapat membantu menciptakan momentum berpikir.

Perlu dipahami, daftar berikut bukan tes psikologi untuk menentukan apakah seseorang kreatif atau tidak. 

Kreativitas merupakan kemampuan kompleks yang dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kepribadian, pengalaman, lingkungan, kebiasaan, dan kesempatan untuk bereksperimen.

1. Mereka Mengawali Hari dengan “Brain Flush” Selama 10 Menit

Salah satu kebiasaan menarik orang kreatif adalah menuangkan isi pikiran sebelum memulai aktivitas utama. Dalam artikel YourTango, kebiasaan ini disebut sebagai 10-minute brain flush, yaitu menuliskan berbagai hal yang sedang memenuhi pikiran, mulai dari ide, kekhawatiran, rencana, hingga hal-hal kecil yang muncul begitu saja.

Kebiasaan tersebut sebenarnya sederhana. Seseorang hanya perlu mengambil buku catatan atau membuka aplikasi catatan, kemudian menulis tanpa terlalu banyak menyensor pikirannya sendiri.

Tujuannya bukan menghasilkan tulisan yang sempurna. Justru sebaliknya, aktivitas tersebut memberikan ruang bagi otak untuk mengeluarkan berbagai pikiran yang berpotensi mengganggu konsentrasi.

Bagi orang kreatif, cara seperti ini dapat menjadi semacam pemanasan mental. Setelah berbagai pikiran dituangkan, mereka dapat lebih mudah mengarahkan perhatian pada pekerjaan atau proyek yang benar-benar ingin diselesaikan.

YourTango menggambarkan aktivitas tersebut sebagai cara untuk membangun momentum kreatif sebelum seseorang masuk ke tugas berikutnya.

Menariknya, kebiasaan ini tidak membutuhkan waktu lama. Hanya sekitar 10 menit setiap pagi sudah dapat menjadi ruang untuk mencatat ide sebelum kesibukan mengambil alih perhatian.

2. Mereka Berusaha Mempertahankan Sikap Positif

Orang kreatif tidak selalu menjalani kehidupan tanpa masalah. Mereka tetap dapat mengalami kegagalan, tekanan, kritik, dan situasi yang tidak sesuai harapan.

Namun, salah satu kebiasaan yang dibahas YourTango adalah kecenderungan untuk berusaha mempertahankan sikap yang lebih ringan dan positif dalam menghadapi kehidupan.

Sikap positif dalam konteks ini bukan berarti berpura-pura bahwa semua masalah tidak ada. Justru, seseorang tetap dapat menyadari kesulitan sambil berusaha mencari perspektif yang lebih konstruktif.

Cara berpikir seperti ini penting bagi proses kreatif karena kreativitas membutuhkan ruang untuk mencoba. Jika seseorang terlalu takut salah sejak awal, banyak ide mungkin tidak pernah diwujudkan.

YourTango mengaitkan sikap optimistis dengan kemampuan untuk tidak membiarkan keadaan eksternal sepenuhnya menentukan suasana hati. Namun, sumber tersebut juga mencatat bahwa mengejar kebahagiaan secara berlebihan dapat menjadi kontraproduktif.

Karena itu, sikap positif yang lebih realistis bukan berarti selalu bahagia, melainkan tetap memiliki ruang untuk mencari kemungkinan ketika keadaan sedang sulit.

3. Mereka Sering Berjalan untuk Mencari Inspirasi

Bagi orang kreatif, inspirasi tidak selalu datang ketika duduk di depan komputer. Terkadang, ide justru muncul ketika mereka berjalan tanpa tujuan yang terlalu spesifik.

YourTango merekomendasikan kebiasaan berjalan keluar rumah selama sekitar 20 menit tanpa harus memiliki tujuan tertentu. Aktivitas tersebut dapat memberikan kesempatan bagi pikiran untuk beristirahat dari pekerjaan sekaligus mengamati lingkungan sekitar.

Berjalan juga memungkinkan seseorang melihat sesuatu yang biasanya terlewat ketika terburu-buru. Bentuk bangunan, percakapan singkat, suasana jalan, pepohonan, cahaya matahari, hingga aktivitas orang lain dapat menjadi pemicu munculnya ide baru.

Bagi pekerja kreatif seperti penulis, fotografer, desainer, kreator konten, atau seniman, perubahan lingkungan sering kali memberikan rangsangan berbeda dibandingkan duduk di tempat yang sama selama berjam-jam.

Itulah sebabnya berjalan kaki sederhana dapat menjadi bagian dari rutinitas kreatif.

Bukan berarti setiap orang yang berjalan pasti mendapatkan ide luar biasa. Namun, memberi otak kesempatan untuk berpindah dari rutinitas dan melihat lingkungan dengan perspektif berbeda dapat membantu menciptakan kondisi yang lebih terbuka terhadap inspirasi.

4. Mereka Memilih Menciptakan Sesuatu Sebelum Mengonsumsi Informasi

Ini menjadi salah satu kebiasaan yang sangat relevan di era media sosial.

Begitu bangun tidur, banyak orang langsung membuka ponsel, membaca pesan, memeriksa media sosial, melihat berita, atau mengonsumsi berbagai konten. Orang kreatif, menurut sumber YourTango, justru dianjurkan memulai hari dengan menciptakan sesuatu sebelum terlalu banyak menerima informasi dari luar.

Misalnya, seorang penulis dapat menulis beberapa paragraf sebelum membuka media sosial. Kreator konten bisa membuat konsep video sebelum melihat tren terbaru. Desainer dapat membuat sketsa awal sebelum melihat karya orang lain.

Kebiasaan tersebut memberi kesempatan bagi ide pribadi untuk muncul terlebih dahulu.

Ketika seseorang terlalu cepat mengonsumsi karya orang lain, pikirannya dapat dipenuhi referensi eksternal sebelum sempat mengeksplorasi gagasan sendiri. Bukan berarti konsumsi informasi buruk, tetapi urutannya dapat memengaruhi fokus.

YourTango juga mengaitkan pendekatan create before consume dengan produktivitas dan pengalaman kerja yang lebih memuaskan.

Dengan demikian, orang kreatif tidak hanya bertanya, “Apa yang sedang populer?” tetapi juga bertanya, “Apa yang ingin saya ciptakan?”

5. Mereka Memiliki Pola Pikir “Selalu Ada Jalan”

Ketika berhadapan dengan masalah, sebagian orang berhenti setelah menemukan hambatan pertama. Orang dengan pola pikir kreatif justru cenderung bertanya, “Apakah ada cara lain?”

Inilah yang digambarkan YourTango melalui sikap there is always a way. Artinya, seseorang berusaha mempertahankan pikiran terbuka dan terus mencari kemungkinan penyelesaian meskipun solusi pertama tidak berhasil.

Pola pikir tersebut sangat dekat dengan proses kreatif. Kreativitas bukan hanya kemampuan menghasilkan sesuatu yang indah, tetapi juga kemampuan menemukan alternatif ketika cara biasa tidak berhasil.

Misalnya, seorang pengusaha mungkin menghadapi keterbatasan modal. Alih-alih langsung menghentikan rencana, ia mencari model bisnis yang lebih sederhana. Seorang penulis mungkin kesulitan mengembangkan cerita, kemudian mencoba mengubah sudut pandang atau karakter.

Tidak semua masalah memang mempunyai solusi sederhana. Namun, kesediaan untuk terus mencari alternatif membuat seseorang tidak terlalu cepat menyerah.

Orang kreatif juga memahami bahwa solusi terbaik terkadang muncul setelah beberapa percobaan gagal. Bagi mereka, kegagalan dapat menjadi informasi baru yang membantu mengarahkan percobaan berikutnya.

6. Mereka Mengubah Cara Memandang Stres dengan Bersyukur

Kreativitas tidak hanya membutuhkan ide, tetapi juga kondisi mental yang cukup stabil untuk mengembangkan ide tersebut.

Salah satu kebiasaan yang dibahas dalam artikel YourTango adalah menggunakan rasa syukur untuk membantu mengubah perspektif ketika menghadapi tekanan. Seseorang dapat mencoba mengingat tiga hingga lima hal yang masih dapat disyukuri dalam satu hari.

Kebiasaan tersebut terdengar sederhana, tetapi dapat membantu mengalihkan perhatian dari daftar masalah yang terus memenuhi pikiran.

Misalnya, seseorang mungkin sedang menghadapi pekerjaan yang berat. Ia tetap dapat mengakui bahwa pekerjaannya melelahkan, sambil mengingat bahwa ada orang yang mendukungnya, kesempatan untuk belajar, atau hal kecil yang membuat hari tersebut terasa lebih baik.

Penting untuk tidak mengartikan rasa syukur sebagai kewajiban untuk selalu berpikir positif. Masalah tetap perlu diselesaikan dan emosi negatif tidak harus disangkal.

Dalam sumber yang dirujuk YourTango, praktik rasa syukur dikaitkan dengan emosi positif, ketahanan menghadapi tekanan, dan kesejahteraan psikologis.

Bagi orang kreatif, perspektif seperti ini dapat membantu menjaga ruang mental agar tidak sepenuhnya dikuasai tekanan.

7. Mereka Merapikan Satu Hal Kecil Setiap Hari

Kreativitas membutuhkan ruang. Ruang tersebut tidak selalu berupa studio besar atau meja kerja khusus, tetapi juga dapat berupa lingkungan yang lebih sederhana dan tidak terlalu penuh gangguan.

YourTango menyebut kebiasaan merapikan satu hal kecil setiap hari sebagai salah satu rutinitas yang dilakukan orang kreatif.

Tidak harus membersihkan seluruh rumah. Seseorang dapat menghapus file yang tidak dibutuhkan, merapikan meja, membuang barang yang sudah tidak digunakan, menghentikan langganan yang tidak perlu, atau membersihkan folder digital.

Kebiasaan kecil tersebut mungkin terlihat sepele. Namun, jika dilakukan secara konsisten, berbagai hal kecil yang sebelumnya memenuhi ruang fisik maupun digital perlahan dapat berkurang.

Bagi pekerja kreatif, lingkungan yang lebih sederhana dapat membuat perhatian lebih mudah diarahkan kepada pekerjaan penting.

Menariknya, kebiasaan ini juga menunjukkan bahwa kreativitas bukan hanya tentang menghasilkan sesuatu. Ada bagian lain dari proses kreatif yang berkaitan dengan menghilangkan hal-hal yang tidak diperlukan.

Dengan mengurangi “kebisingan” di sekitar, seseorang dapat memiliki lebih banyak ruang untuk berpikir, bereksperimen, dan mengembangkan ide.

8. Mereka Mengingat Tiga “Kemenangan” Sebelum Tidur

Sebelum tidur, orang kreatif dapat meluangkan waktu untuk mengingat tiga hal yang berhasil mereka lakukan sepanjang hari.

YourTango menyebut teknik tersebut sebagai three wins. Gagasannya adalah mengarahkan perhatian kepada kemajuan yang telah dibuat, bukan hanya kepada kekurangan atau kegagalan yang terjadi.

“Kemenangan” tidak harus sesuatu yang besar. Menyelesaikan pekerjaan penting, mengirim satu tulisan, berolahraga, menyelesaikan satu halaman buku, membantu seseorang, atau bahkan berhasil menyelesaikan tugas yang selama ini ditunda dapat dianggap sebagai pencapaian.

Kebiasaan ini menarik karena banyak orang justru mengakhiri hari dengan mengingat hal-hal yang belum selesai.

Jika dilakukan secara konsisten, mencatat tiga pencapaian dapat membantu seseorang melihat bahwa kemajuan tidak selalu datang dalam bentuk perubahan besar. Terkadang, perkembangan terjadi melalui langkah-langkah kecil yang terus diulang.

Bagi orang kreatif, cara berpikir tersebut dapat membantu menjaga motivasi. Proses menciptakan sesuatu sering kali panjang dan tidak selalu menghasilkan hasil yang langsung terlihat.

Dengan mengakui kemajuan kecil, seseorang dapat lebih mudah menghargai proses daripada hanya menunggu hasil akhir.

9. Mereka Tidak Selalu Memaksa Diri untuk Memahami Setiap Emosi

Orang kreatif sering digambarkan sebagai pribadi yang sensitif terhadap lingkungan dan pengalaman. Namun, bukan berarti setiap emosi harus langsung dianalisis sampai mendapatkan jawabannya.

YourTango membahas gagasan bahwa seseorang tidak harus selalu membongkar dan memahami setiap emosi yang muncul.

Dalam kehidupan sehari-hari, ada kalanya seseorang merasa sedih, kecewa, marah, bingung, atau gelisah tanpa mengetahui penyebabnya secara langsung. Memaksa diri untuk segera menemukan jawaban terkadang justru membuat pikiran semakin penuh.

Namun, bagian ini perlu dipahami secara hati-hati. Mengabaikan emosi secara terus-menerus juga bukan pendekatan yang selalu sehat. Jika emosi berlangsung lama, sangat intens, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, memahami dan mencari dukungan tetap penting.

Yang dapat diambil dari gagasan tersebut adalah memberikan ruang kepada diri sendiri. Tidak semua perasaan membutuhkan jawaban dalam hitungan menit.

Bagi orang kreatif, ruang tersebut dapat membantu mereka tetap bergerak dan bekerja tanpa harus menunggu semua persoalan emosional selesai terlebih dahulu.

10. Mereka Membawa Humor dan Kegembiraan ke Dalam Kehidupan

Karakteristik terakhir yang dibahas YourTango adalah kemampuan menemukan humor dan kegembiraan dalam berbagai situasi.

Orang kreatif tidak selalu harus serius ketika mengembangkan ide. Mereka juga dapat menemukan inspirasi dari sesuatu yang lucu, absurd, sederhana, atau bahkan tidak sengaja terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

YourTango mendorong pembaca untuk menemukan alasan tertawa setiap hari, membuat orang lain tersenyum, dan tidak selalu memandang kehidupan dengan ketegangan.

Humor juga dapat menjadi cara untuk melihat situasi dari sudut pandang berbeda. Sesuatu yang awalnya terlihat biasa dapat berubah menjadi ide menarik ketika dilihat melalui perspektif yang tidak lazim.

Dalam dunia kreatif, kemampuan melihat hubungan antara hal-hal yang tampaknya tidak berkaitan merupakan bagian penting dari proses menghasilkan gagasan baru.

Namun, bukan berarti seseorang harus selalu bercanda ketika menghadapi masalah serius. Humor sebaiknya digunakan pada konteks yang tepat.

Yang menarik adalah bagaimana orang kreatif mampu memberikan ruang bagi kegembiraan kecil. Mereka tidak selalu menunggu pencapaian besar untuk merasa hidupnya menyenangkan.

Kesimpulan

Orang-orang kreatif sering kali terlihat berbeda bukan hanya karena karya yang mereka hasilkan, tetapi juga karena cara mereka menjalani keseharian.

Dari menulis isi pikiran di pagi hari, berjalan mencari inspirasi, menciptakan sesuatu sebelum mengonsumsi informasi, hingga mengingat tiga pencapaian sebelum tidur, kebiasaan kecil dapat membantu menciptakan ruang bagi ide-ide baru.

Sepuluh kebiasaan yang dirangkum dari YourTango tersebut tidak dapat dijadikan ukuran mutlak untuk menentukan seseorang kreatif atau tidak.

Kreativitas merupakan kemampuan yang kompleks dan dapat muncul dalam berbagai bentuk, termasuk dalam seni, pekerjaan, pemecahan masalah, komunikasi, bisnis, maupun kehidupan sehari-hari.

Pada akhirnya, menjadi kreatif tidak selalu berarti harus memiliki ide luar biasa setiap hari. Terkadang, kreativitas justru tumbuh dari kebiasaan sederhana: memberi ruang bagi pikiran, berani mencoba cara berbeda, memperhatikan lingkungan, dan terus mencari kemungkinan ketika jalan pertama tidak berhasil.

***
 
 
EDITOR: Novia Tri Astuti