← Beranda
Kata Psikologi: Jika Anda Sudah Melakukan 15 Hal Ini, Anda Lebih Sukses dari yang Anda Pikirkan
Vindi Rayinda AyudyaMinggu, 20 September 2026 | 18.45 WIB
Ilustrasi orang sukses (magnific)

 

 

 

JawaPos.com - Kesuksesan sering kali hanya diukur dari hal-hal yang mudah dilihat orang lain. 

Jabatan yang tinggi, jumlah uang di rekening, rumah, kendaraan, bisnis besar, atau pencapaian profesional kerap dijadikan patokan untuk menentukan apakah seseorang sudah berhasil dalam hidup.

Padahal, kesuksesan tidak selalu terlihat semegah itu. Ada orang yang mungkin belum memiliki pencapaian luar biasa secara materi, tetapi sudah mampu mengendalikan kehidupannya, mengambil keputusan dengan sadar, belajar dari pengalaman, mengelola keuangan, serta terus bergerak meskipun menghadapi kegagalan.

Seperti disampaikan Your Tango, berbagai kebiasaan yang dapat menjadi tanda bahwa seseorang sudah memiliki fondasi kesuksesan, meskipun dirinya sendiri mungkin belum menyadarinya.

Berikut 15 hal yang menarik untuk diperhatikan. Psikologi mengungkap 15 kebiasaan yang menunjukkan seseorang mungkin lebih sukses daripada yang disadari, mulai dari fokus, disiplin, hingga mampu mengelola emosi.

1. Anda Fokus pada Satu Tujuan dalam Satu Waktu

Salah satu tanda bahwa seseorang sedang membangun kesuksesan adalah kemampuannya memusatkan energi pada satu tujuan penting. Di tengah dunia yang penuh distraksi, kemampuan untuk menentukan prioritas menjadi sesuatu yang sangat berharga.

Orang yang mencoba mengejar terlalu banyak tujuan sekaligus dapat membuat perhatian dan energinya terbagi. Sebaliknya, fokus pada satu proyek atau sasaran memungkinkan seseorang memberikan waktu yang lebih besar untuk memahami persoalan, memperbaiki kesalahan, dan mengembangkan keahlian.

Menurut artikel YourTango, pendekatan fokus dapat membantu seseorang mencapai kemajuan dan penguasaan yang lebih mendalam pada bidang tertentu.

Misalnya, seseorang yang ingin membangun bisnis tidak harus langsung mengerjakan sepuluh ide. Ia dapat memilih satu produk, menguji pasar, mempelajari respons pelanggan, kemudian memperbaikinya secara bertahap.

Begitu pula dalam kehidupan pribadi. Jika seseorang sedang berusaha meningkatkan kondisi keuangan, ia dapat memusatkan perhatian terlebih dahulu pada pengelolaan pengeluaran dan tabungan sebelum mengejar terlalu banyak target finansial sekaligus.

Jika Anda sudah mampu mengatakan “ini yang paling penting untuk saya selesaikan sekarang”, mungkin Anda telah memiliki salah satu fondasi penting untuk mencapai tujuan jangka panjang.

2. Anda Melihat Kebosanan sebagai Kesempatan

Kebosanan sering dianggap sebagai sesuatu yang harus segera dihilangkan. Begitu tidak ada aktivitas, sebagian orang langsung mengambil ponsel, membuka media sosial, menonton video, atau mencari hiburan lain.

Namun, orang yang mampu menghadapi rasa bosan justru memiliki kesempatan untuk memperhatikan apa yang sebenarnya terjadi dalam dirinya. Dalam artikel YourTango, kebosanan dibahas sebagai keadaan yang dapat mendorong seseorang mengeksplorasi kebutuhan, keinginan, serta kemungkinan perubahan dalam hidup.

Kebosanan tidak selalu berarti seseorang malas. Terkadang, rasa tersebut menjadi sinyal bahwa aktivitas yang sedang dilakukan tidak lagi memberikan stimulasi atau makna yang cukup.

Daripada langsung melarikan diri dari perasaan tersebut, seseorang dapat bertanya, “Apa yang sebenarnya ingin saya lakukan?” atau “Apa yang selama ini saya hindari?”

Pertanyaan sederhana seperti itu dapat membuka ruang untuk refleksi.

Orang yang tidak takut pada kebosanan juga cenderung memiliki kesempatan lebih besar untuk menemukan minat baru. Mereka dapat membaca, menulis, berjalan, berpikir, membuat sesuatu, atau sekadar membiarkan pikirannya berkelana.

Dengan kata lain, tidak semua waktu kosong harus segera diisi. Terkadang, ruang kosong justru memberikan kesempatan untuk menemukan arah baru.

3. Anda Lebih Sering Bertindak daripada Sekadar Membuat Rencana

Memiliki rencana memang penting. Namun, rencana yang tidak pernah diwujudkan pada akhirnya hanya menjadi daftar keinginan.

Salah satu karakteristik yang dibahas YourTango adalah kecenderungan untuk mengambil tindakan ketika orang lain masih sibuk merencanakan.

Orang seperti ini tidak harus selalu memiliki strategi sempurna sebelum memulai. Mereka memahami bahwa sebagian informasi justru baru bisa diperoleh setelah mencoba.

Misalnya, seseorang ingin memulai bisnis kecil. Daripada menghabiskan berbulan-bulan menyempurnakan logo, nama merek, atau konsep, ia mulai menawarkan produk dalam skala kecil dan melihat bagaimana respons calon pelanggan.

Tindakan tersebut menghasilkan data nyata. Jika ternyata strategi pertama tidak berhasil, ia dapat melakukan penyesuaian. Proses semacam ini membuat kegagalan menjadi informasi, bukan semata-mata bukti bahwa dirinya tidak mampu.

Bukan berarti perencanaan tidak penting. Justru, perencanaan dan tindakan sebaiknya berjalan bersama. Namun, kemampuan mengubah rencana menjadi langkah konkret merupakan pembeda penting antara seseorang yang hanya membayangkan masa depan dan seseorang yang mulai membangunnya.

Jika Anda sudah terbiasa memulai meskipun belum semuanya sempurna, itu bisa menjadi tanda bahwa Anda telah mengembangkan pola pikir yang berorientasi pada kemajuan.

4. Anda Memiliki Sistem untuk Mencapai Tujuan

Mempunyai impian besar tidak selalu cukup. Seseorang juga membutuhkan sistem yang membantu mengubah tujuan menjadi tindakan sehari-hari.

YourTango menyoroti pentingnya memiliki sistem atau rencana yang jelas untuk mencapai sasaran. Sumber tersebut mengaitkannya dengan prinsip goal-setting, yaitu pentingnya tujuan yang jelas, menantang, dan disertai komitmen.

Contohnya, mengatakan “saya ingin sehat” masih terlalu umum. Tujuan tersebut dapat diterjemahkan menjadi sistem seperti berjalan kaki 30 menit beberapa kali seminggu, mengatur waktu tidur, atau memperbaiki pola makan.

Begitu pula dengan tujuan finansial. “Saya ingin kaya” tidak memberikan petunjuk mengenai tindakan yang harus dilakukan. Sebaliknya, menentukan nominal tabungan bulanan, membuat anggaran, dan mengevaluasi pengeluaran memberikan struktur yang lebih konkret.

Sistem membantu seseorang tetap bergerak bahkan ketika motivasi sedang menurun. Inilah salah satu alasan mengapa orang yang tampak biasa saja terkadang dapat menghasilkan kemajuan besar dalam jangka panjang. Mereka mungkin tidak selalu bersemangat, tetapi memiliki rutinitas yang membuat mereka terus melakukan langkah berikutnya.

5. Anda Memiliki Rasa Urgensi yang Sehat

Ada perbedaan antara terburu-buru dan memiliki rasa urgensi. Terburu-buru berarti mengambil keputusan tanpa pertimbangan yang cukup, sedangkan urgensi yang sehat berarti menyadari bahwa waktu memiliki nilai.

Dalam artikel YourTango, rasa urgensi dikaitkan dengan dorongan untuk bergerak dan tidak terlalu nyaman dalam kondisi stagnan. Orang dengan karakter ini tidak selalu menunggu “waktu yang sempurna”. Mereka memahami bahwa terlalu lama menunda juga memiliki konsekuensi.

Misalnya, seseorang ingin meningkatkan keterampilan profesional. Ia tidak harus menunggu tahun depan atau menunggu kondisi benar-benar ideal. Ia dapat mulai belajar sedikit demi sedikit hari ini.

Namun, urgensi sehat tetap membutuhkan keseimbangan. Tidak semua keputusan harus dibuat secepat mungkin. Ada situasi yang memang membutuhkan riset, diskusi, dan pertimbangan matang.

Yang penting adalah tidak membiarkan ketakutan atau kenyamanan membuat seseorang terus menunda sesuatu yang sebenarnya sudah bisa dimulai.

Jika Anda terbiasa bertanya, “Apa langkah yang bisa saya lakukan sekarang?” daripada terus mengatakan “nanti”, Anda mungkin telah memiliki kebiasaan yang mendukung kemajuan.

6. Anda Memahami Diri Sendiri dan Berani Mengungkapkan Kebenaran

Mengenal diri sendiri merupakan proses yang jauh lebih dalam daripada sekadar mengetahui apa yang disukai dan tidak disukai. Seseorang yang memiliki kesadaran diri dapat mulai memahami nilai, kebutuhan, kekuatan, kelemahan, emosi, serta alasan di balik keputusan yang dibuat.

YourTango mengaitkan kesadaran diri dan kemampuan berbicara secara autentik dengan pertumbuhan pribadi dan kesehatan mental.

Orang seperti ini tidak selalu mengatakan apa yang ingin didengar orang lain. Mereka dapat menyampaikan pendapat dengan tetap mempertimbangkan konteks dan perasaan orang lain.

Kemampuan tersebut sangat penting dalam hubungan maupun pekerjaan. Seseorang yang memahami dirinya sendiri biasanya lebih mudah menentukan batasan, memilih prioritas, dan menyadari situasi yang tidak sesuai dengan nilai hidupnya.

Namun, “berbicara jujur” tidak berarti mengatakan semua hal tanpa mempertimbangkan dampaknya. Kejujuran yang sehat tetap membutuhkan empati dan kebijaksanaan.

Jika Anda sudah mulai berhenti menjalani hidup hanya untuk memenuhi ekspektasi orang lain dan lebih mampu mengambil keputusan berdasarkan nilai yang Anda yakini, itu merupakan bentuk kemajuan yang sering kali tidak terlihat dari luar.

7. Anda Memahami Arti Penting Uang

Kesuksesan tidak hanya berkaitan dengan berapa banyak uang yang dimiliki. Cara seseorang memperlakukan uang juga menunjukkan tingkat kedewasaan dalam mengambil keputusan.

YourTango menyoroti pentingnya memahami bagaimana uang bekerja dalam kehidupan, termasuk bagaimana pola pikir terhadap uang dapat memengaruhi keputusan finansial.

Seseorang yang memahami uang tidak selalu berarti orang yang sangat kaya. Ia bisa saja masih memiliki penghasilan sederhana, tetapi mengetahui pentingnya mengatur pengeluaran, menabung, mempertimbangkan risiko, dan membedakan kebutuhan dari keinginan.

Sebaliknya, penghasilan tinggi tidak otomatis berarti kondisi finansial sehat jika seseorang tidak memiliki kontrol terhadap pengeluarannya.

Kesadaran finansial juga membuat seseorang lebih realistis dalam mengambil keputusan. Ia tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi mempertimbangkan risiko dan konsekuensi jangka panjang.

Jika Anda sudah mulai memperhatikan ke mana uang pergi setiap bulan, membuat anggaran, membangun tabungan, atau memikirkan masa depan finansial, mungkin Anda sedang membangun fondasi kesuksesan yang jauh lebih penting daripada sekadar terlihat kaya.

8. Anda Memahami Konsep Bunga Majemuk

Bunga majemuk sering dibicarakan dalam investasi, tetapi konsep dasarnya sebenarnya dapat diterapkan lebih luas dalam kehidupan.

Menurut artikel YourTango, prinsip tersebut dapat dianalogikan dengan perkembangan keterampilan dan pengetahuan. Ketika seseorang terus menambahkan kemampuan baru dan menggunakan kemampuan tersebut, hasilnya dapat terakumulasi dari waktu ke waktu.

Bayangkan seseorang belajar sedikit tentang menulis setiap hari. Dalam satu hari mungkin hasilnya hampir tidak terlihat. Namun, setelah berbulan-bulan atau bertahun-tahun, pengetahuan, pengalaman, dan keterampilannya dapat membentuk kemampuan yang jauh lebih besar.

Hal serupa berlaku pada kebiasaan.

Menabung sedikit demi sedikit, membaca beberapa halaman setiap hari, berolahraga secara konsisten, atau mempelajari keterampilan baru mungkin tampak sederhana. Namun, konsistensi membuat hasil kecil tersebut terakumulasi.

Inilah mengapa kesuksesan tidak selalu dibangun melalui satu keputusan besar.

Sering kali, hasil besar merupakan akumulasi dari keputusan kecil yang dilakukan berulang kali. Jika Anda sudah memahami pentingnya konsistensi dan pertumbuhan jangka panjang, Anda mungkin telah memiliki cara berpikir yang mendukung kesuksesan.

9. Anda Tidak Mudah Terjebak Media Sosial

Media sosial dapat menjadi sumber informasi, hiburan, koneksi, bahkan peluang ekonomi. Namun, jika digunakan tanpa batas, platform digital juga dapat menyita perhatian dan membuat seseorang terus membandingkan kehidupannya dengan orang lain.

YourTango menyoroti bahwa setiap orang memiliki tingkat kerentanan yang berbeda terhadap pengaruh media sosial, termasuk validasi sosial, perbandingan diri, dan pengaruh algoritma.

Orang yang tidak mudah “terseret” media sosial biasanya mampu menentukan kapan harus berhenti.

Mereka tidak merasa harus selalu mengetahui kehidupan orang lain. Mereka juga tidak otomatis mengukur keberhasilan dirinya berdasarkan foto, pencapaian, atau gaya hidup yang terlihat di internet.

Hal ini bukan berarti harus menghapus seluruh media sosial. Yang lebih penting adalah mampu menggunakan teknologi secara sadar.

Jika Anda dapat meletakkan ponsel ketika sedang bekerja, tidak terus-menerus memeriksa komentar, dan tidak membiarkan pencapaian orang lain menentukan harga diri Anda, itu merupakan bentuk kontrol diri yang penting.

Di era ketika perhatian menjadi sesuatu yang sangat bernilai, kemampuan menjaga fokus dapat menjadi salah satu aset pribadi yang besar.

10. Anda Belajar Terutama dari Pengalaman

Buku, artikel, kursus, dan pendidikan formal memang penting. Namun, pengalaman langsung memberikan jenis pembelajaran yang berbeda.

YourTango mengaitkan pembelajaran melalui pengalaman dengan teori experiential learning, yaitu proses belajar melalui keterlibatan langsung, refleksi, dan penerapan kembali apa yang telah dipelajari.

Orang yang belajar dari pengalaman tidak hanya bertanya, “Apa yang salah?” tetapi juga, “Apa yang bisa saya pelajari dari kejadian ini?”

Ketika sebuah proyek gagal, misalnya, mereka mengevaluasi penyebabnya. Ketika sebuah hubungan tidak berjalan baik, mereka mencoba memahami pola yang terjadi. Ketika keputusan finansial ternyata keliru, mereka menggunakannya sebagai pelajaran untuk keputusan berikutnya.

Pengalaman memang tidak selalu nyaman. Namun, pengalaman memberikan konteks nyata yang sulit diperoleh hanya dari teori.

Inilah mengapa kegagalan terkadang dapat menjadi bagian dari proses perkembangan. Bukan karena kegagalan selalu baik, melainkan karena seseorang dapat menggunakannya sebagai bahan evaluasi.

Jika Anda semakin mampu mengambil pelajaran dari pengalaman hidup, termasuk dari kesalahan sendiri, Anda mungkin telah berkembang jauh lebih banyak daripada yang Anda sadari.

11. Anda Memperhatikan Emosi, tetapi Tidak Dikendalikan Olehnya

Memiliki emosi merupakan bagian normal dari kehidupan. Marah, takut, sedih, kecewa, bahagia, dan bersemangat semuanya dapat muncul dalam situasi tertentu.

Namun, ada perbedaan antara merasakan emosi dan membiarkan emosi menentukan seluruh tindakan.

Dalam artikel YourTango, kemampuan mengenali emosi sambil tetap memilih respons secara sadar dikaitkan dengan regulasi emosi.

Misalnya, seseorang mungkin merasa marah terhadap rekan kerja. Ia tidak harus berpura-pura tidak marah. Namun, ia dapat memilih untuk menenangkan diri sebelum memberikan respons.

Kemampuan tersebut memberikan ruang antara “apa yang saya rasakan” dan “apa yang akan saya lakukan”.

Ruang kecil tersebut bisa sangat penting.

Orang yang mampu melakukan hal ini biasanya tidak berarti selalu tenang. Mereka tetap dapat mengalami emosi kuat, tetapi berusaha tidak mengambil keputusan penting secara impulsif.

Jika Anda sudah mulai mengenali emosi tanpa membiarkannya mengendalikan semua tindakan, itu merupakan bentuk perkembangan pribadi yang signifikan.

12. Anda Berani Melakukan Hal yang Dianggap Tidak Biasa

Kesuksesan terkadang membutuhkan keberanian untuk mengambil jalan yang tidak populer.

Dalam artikel YourTango, salah satu karakteristik yang dibahas adalah kesediaan melakukan sesuatu yang mungkin dianggap tidak masuk akal atau tidak biasa oleh orang lain demi mencapai tujuan tertentu.

Contohnya, seseorang mungkin memilih membangun keterampilan baru ketika orang lain menganggapnya tidak penting. Orang lain mungkin meninggalkan zona nyaman, memulai proyek sampingan, atau mengambil kesempatan yang memiliki risiko terukur.

Namun, berani berbeda tidak sama dengan bertindak sembrono.

Keputusan yang tidak biasa tetap perlu didukung pertimbangan, informasi, dan pemahaman terhadap risiko.

Yang membedakan adalah kesediaan untuk tidak selalu mengikuti standar sosial jika standar tersebut tidak sesuai dengan tujuan pribadi.

Orang yang membangun kehidupan berbeda dari kebanyakan orang mungkin memang harus mengambil keputusan yang tidak dipahami semua orang.

Jika Anda pernah memilih jalan yang berbeda karena memahami alasan dan tujuan Anda sendiri, pengalaman tersebut bisa menjadi bagian dari perjalanan menuju kehidupan yang lebih sesuai dengan diri Anda.

13. Anda Menganggap Diri sebagai Pengarah Kehidupan Sendiri

Salah satu gagasan menarik dalam artikel YourTango adalah melihat kehidupan seperti sebuah permainan yang memiliki aturan, tantangan, pilihan, dan konsekuensi.

Analogi tersebut dapat membantu seseorang melihat dirinya bukan sekadar sebagai korban keadaan.

Tentu, manusia tidak bisa mengendalikan semuanya. Kita tidak dapat memilih seluruh keadaan ekonomi, keputusan orang lain, masa lalu, atau berbagai kejadian tak terduga.

Namun, masih ada bagian yang dapat dikendalikan: respons, kebiasaan, keputusan, batasan, dan langkah berikutnya.

Pola pikir seperti ini membuat seseorang lebih fokus pada hal yang dapat dikerjakan daripada menghabiskan seluruh energi untuk sesuatu yang tidak bisa diubah.

Misalnya, seseorang kehilangan pekerjaan. Ia tidak dapat mengubah keputusan perusahaan, tetapi masih dapat memperbarui CV, mencari peluang baru, meningkatkan keterampilan, dan memperluas jaringan profesional.

Jika Anda semakin terbiasa bertanya “Apa yang masih bisa saya lakukan dari posisi ini?”, Anda mungkin sudah mengembangkan rasa tanggung jawab pribadi yang kuat.

14. Anda Rendah Hati dan Mau Memberikan Kredit kepada Orang Lain

Kesuksesan yang sehat tidak selalu membuat seseorang merasa harus mengambil semua pujian.

Dalam artikel YourTango, kerendahan hati dan kesediaan memberikan penghargaan kepada orang lain menjadi salah satu karakteristik penting. Sumber tersebut juga menyoroti bahwa rasa bangga yang berlebihan dapat menghalangi seseorang mengakui kesalahan dan menerima masukan.

Orang yang rendah hati bukan berarti tidak mengetahui kemampuan dirinya sendiri. Mereka tetap dapat mengakui pencapaian tanpa merendahkan kontribusi orang lain.

Misalnya, seorang pemimpin dapat mengatakan bahwa sebuah proyek berhasil karena kerja keras seluruh tim. Seorang pekerja dapat mengakui bahwa dirinya mendapatkan bantuan dari mentor.

Sikap tersebut justru dapat memperkuat hubungan profesional dan pribadi.

Kemampuan menerima kritik juga menjadi bagian penting. Seseorang yang yakin dirinya selalu benar akan lebih sulit berkembang karena tidak memberikan ruang bagi informasi baru.

Jika Anda mampu mengatakan “saya salah”, “saya belum tahu”, atau “terima kasih atas bantuannya”, jangan menganggapnya sebagai kelemahan.

Kerendahan hati dapat menjadi tanda bahwa seseorang cukup aman dengan dirinya sendiri untuk terus belajar.

15. Anda Selalu Mencari Cara untuk Melangkah ke Tahap Berikutnya

Pada akhirnya, kesuksesan sering kali dibangun melalui langkah kecil yang terus dilakukan.

YourTango menggambarkan karakteristik terakhir sebagai kemauan untuk melakukan apa yang diperlukan agar seseorang dapat bergerak dari satu tahap ke tahap berikutnya.

Ini bukan berarti seseorang harus mengorbankan kesehatan, prinsip, atau hubungan demi ambisi. Maksudnya adalah memiliki kegigihan untuk mencari langkah realistis ketika menghadapi hambatan.

Jika satu cara gagal, seseorang mencoba pendekatan lain. Jika target terlalu besar, ia memecahnya menjadi bagian yang lebih kecil. Jika belum memiliki keterampilan tertentu, ia belajar.

Pola pikir “mulai dari yang bisa dilakukan” sering kali lebih efektif daripada menunggu kondisi sempurna.

Kesuksesan juga jarang berjalan dalam garis lurus. Ada masa ketika seseorang bergerak cepat, ada masa ketika kemajuannya sangat lambat, dan ada pula periode ketika ia harus mengulang dari awal.

Yang penting adalah kemampuan untuk kembali bergerak.

Jika Anda sudah terbiasa mengambil satu langkah lagi meskipun belum melihat hasil besar, mungkin Anda sebenarnya sudah jauh lebih berkembang daripada yang Anda kira.

Kesimpulan

Kesuksesan tidak selalu hadir dalam bentuk angka di rekening, jabatan, popularitas, atau pencapaian yang bisa dipamerkan. Terkadang, tanda bahwa seseorang sedang berhasil justru terlihat dari kebiasaan yang sangat sederhana: mampu fokus, bertindak, belajar dari pengalaman, memahami emosi, menjaga perhatian, mengelola uang, dan terus bergerak ketika menghadapi hambatan.

Lima belas kebiasaan yang dirangkum dari YourTango tersebut bukanlah ukuran ilmiah yang dapat menentukan apakah seseorang “sukses” atau tidak. Sebaliknya, daftar ini dapat digunakan sebagai bahan refleksi untuk melihat perkembangan diri dari sudut pandang yang lebih luas.

Jika Anda sudah melakukan beberapa hal di atas, mungkin pencapaian Anda selama ini memang lebih besar daripada yang sering Anda akui kepada diri sendiri.

Sebab, kesuksesan tidak selalu tentang seberapa jauh seseorang terlihat di depan orang lain. Dalam banyak keadaan, kesuksesan juga berarti seberapa jauh seseorang telah berkembang dibandingkan dirinya sendiri di masa lalu.

 
***
EDITOR: Novia Tri Astuti