← Beranda
Sering Tidak Disadari, 9 Ini Perilaku di Rumah yang Ternyata Bikin Boros Air Selama Musim Kemarau
Shania Vivi Armylia PutriSabtu, 19 September 2026 | 16.33 WIB
Ilustrasi mandi. (Magnific)

 

 

JawaPos.com - Perilaku kehidupan sehari-hari erat kaitannya dengan kebutuhan terhadap air.

Mulai dari minum, memasak, mandi, mencuci, sampai beribadah bagi sebagian agama di Indonesia. 

Kebutuhan air menjadi krusial terutama saat menghadapi kebutuhan primer sehari-hari. Namun, saat musim kemarau panjang sedang melanda, persediaan air lama kelamaan semakin menipis dan akhirnya habis. 

Tingginya kebutuhan konsumsi tanpa dibarengi dengan konservasi dan minimnya air hujan membuat air semakin sulit ditemukan dan menjadi langka setiap memasuki musim kemarau panjang. 

Ternyata, kebiasaan sehari-hari yang tidak disadari juga turut menyumbang pada sulitnya air di kala musim kemarau. 

Salah satunya adalah pemborosan pemakaian air pada aktivitas sehari-hari. Melansir informasi dari laman /rskasihibu dan /sedotwcprofesional pada (18/9) kegiatan berikut tanpa disadari dapat membuat pemakaian air anda semakin boros saat musim kemarau.

  1. Minum air mineral kemasan tidak sampai habis

Perilaku boros air yang sering kali dilakukan adalah tidak menghabiskan air mineral, terutama pada air minum kemasan. Sering dijumpai air kemasan yang tidak dihabiskan airnya sehingga dibiarkan menumpuk jika hal yang sama dilakukan oleh banyak orang. Padahal air layak minum jumlahnya sangat terbatas dan masih banyak orang yang melakukan kebiasaan ini.Selain itu, air yang tersisa pada akhirnya juga akan menguap terbuang percuma.

  1. Membiarkan air mengalir saat menyikat gigi

Terkadang, beberapa orang lupa mematikan keran saat sedang menyikat gigi sehingga air terbuang cuma-cuma. Saat sedang menggosok gigi, sebaiknya anda mematikan keran air. Hal ini dilakukan supaya tidak terjadi pemborosan dan stok air di rumah anda tetap bisa aman.

  1. Lupa mematikan keran air

Kebiasaan lupa mematikan air keran ini juga terjadi pada saat mengisi bak kamar mandi. Lupa mematikan keran saat mengisi bak mandi ini dapat membuat air terbuang percuma, sehingga terjadi pemborosan air. Sebaiknya segera matikan keran air sebelum penuh. Atau anda bisa menggunakan timer untuk memastikan kapan bak mandi akan terisi penuh.

  1. Mandi terlalu lama

Durasi mandi yang terlalu lama menyebabkan kecenderungan membuang-buang air lebih banyak. Sebaiknya gunakan air secara bijak dan persingkat waktu anda saat berada di kamar mandi. Selain itu, disarankan untuk menggunakan shower daripada bathtub untuk mandi, supaya air dapat digunakan secara optimal tanpa terjadi pemborosan.

  1. Flush toilet berkali-kali

Saat buang air besar (BAB atau BAK) banyak orang cenderung menyiram toilet secara berulang-ulang, padahal kotoran sudah hilang dan bersih. Cara ini perlu diminimalkan untuk mengurangi pemborosan air saat musim kemarau.

  1. Air limbah terbuang percuma

Air limbah cucian sebaiknya tidak dibuang begitu saja dan berakhir menguap. Anda bisa memanfaatkannya untuk berbagai aktivitas seperti menyiram tanaman, mencuci kendaraan, mengepel, sampai menyiram halaman. Selain itu, dukungan untuk pengolahan air limbah dengan sistem IPAL masih terbatas dan perlu ditingkatkan. 

  1. Mencuci kendaraan menggunakan selang air

Mencuci kendaraan menggunakan selang air dapat menjadi salah satu bentuk pemborosan air. Selang air yang terus menyala membuat air mengalir terbuang sia-si. Sebaiknya anda menggunakan bak atau ember saat mencuci kendaraan. Cara ini dilakukan supaya air dapat digunakan secara optimal. 

  1. Menyiram tanaman di waktu yang salah

Menyiram tanaman saat siang hari dapat menjadi salah satu pemborosan air. Sebaiknya anda menyiram tanaman pada pagi atau sore hari dimana penguapan tidak terjadi terlalu tinggi, sehingga tanaman anda cukup memperoleh pasokan air. 

  1. Tidak membuat sumur resapan

Selain konsumsi terus menerus setiap hari, penggunaan air juga perlu didaur ulang dengan diimbangi dalam menjaga cadangan air tanah. Caranya dengan membuat sumur resapan biopori di pekarangan agar air dapat terserap ke dalam tanah dan dapat menjadi sumber air cadangan dikala musim kemarau panjang sedang terjadi. 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti