JawaPos.com - Nasi menjadi makanan pokok yang paling umum dikonsumsi oleh orang Indonesia.
Nasi menjadi sumber karbohidrat yang mendukung tubuh untuk merasa kenyang serta berenergi seharian.
Namun, saat pengolahan dan penyimpanan nasi tidak tepat, nasi bisa rusak dalam waktu yang cepat.
Nasi basi menjadi salah satu tanda penyebab keracunan. Mengolah dan menyimpan nasi memang perlu dilakukan dengan tindakan yang tepat, terutama supaya nasi tidak mudah terkontaminasi dan rusak.
Menurut informasi yang dikutip dari laman X @bpomtabalong pada (08/09) salah satu bakteri yang paling sering menyebabkan nasi bisa basi adalah bakteri Bacillus cereus.
Bakteri ini memiliki spora yang bisa aktif saat disimpan dalam kondisi yang mendukung, seperti suhu ruang yang hangat.
Bakteri tersebut kemudian dapat berkembang dan memanfaatkan nutrisi yang terdapat pada nasi sehingga berpotensi menimbulkan risiko bagi kesehatan.
Selanjutnya, menurut @bpomtabalong meskipun tampilan nasi terlihat masih dalam kondisi baik, hal tersebut tidak serta merta membuat nasi aman untuk dikonsumsi.
Lantas, apa yang harus dilakukan?. Cara yang paling valid untuk menghindari risiko nasi bai adalah dengan jangan membiarkannya terlalu lama berada dalam suhu ruang.
Jika tidak segera dimakan, maka anda perlu menyimpannya di dalam rice cooker atau dalam lemari pendingin dan dalam suhu yang tepat, kemudian baru dihangatkan pada microwave saat hendak dikonsumsi kembali.
Nasi yang sudah dimasak sebaiknya segera dikonsumsi. Sebaiknya hindari membiarkan nasi yang sudah matang terlalu lama di suhu ruang, karena kondisi tersebut dapat mempercepat pertumbuhan bakteri dan mikroorganisma.
Sementara itu, menurut laman alodokter nasi basi juga bisa meninggalkan tanda-tanda yang sangat jelas. Beberapa yang harus diperhatikan adalah terkait bau, rasa, tekstur, dan bentuk.
Berikut beberapa tanda nasi basi yang paling sering terlihat dan dapat menjadi panduan agar anda lebih selektif serta waspada sebelum mengkonsumsinya.
-
Terasa asam
Saat nasi anda terasa asam, maka bisa jadi telah terkontaminasi dengan mikroorganisme.jika lidah anda merasakan rasa masam pada nasi,maka hindari untuk melanjutkan untuk memakannya. Meskipun hanya mencicipi sedikit, risiko terpapar mikroorganisme dan bakteri tetaplah ada.
-
Tekstur lembek dan berlendir
Tekstur lembek dan berlendir menandakan bahwa mikroorganisme dan bakteri menghasilkan zat untuk mengurai makanannya di dalam nasi. Nasi yang berubah menjadi basah, lembek, dan berlendir dapat menjadi tanda bahwa nasi tersebut sudah basi.
-
Berubah warna
Jamur dan mikroorganisme yang menjadi penyebab nasi busuk juga dapat menyebabkan perubahan warna. Perubahan warna tersebut dapat menjadi tanda adanya pertumbuhan mikroorganisme pada nasi. Warna nasi yang tidak layak konsumsi biasanya menunjukkan dengan tampilan kehitaman, bercak kuning, dan hijau.
-
Bau tidak sedap
Munculnya bau tidak sedap yang menyengat seperti asam menandakan nasi sudah basi. Aroma tersebut dapat muncul saat bakteri dan mikroorganisme berkembang biak serta menguraikan nutrisi yang terdapat pada nasi.
-
Ada jamur dan bintik hitam
Ciri-ciri yang playing jelas terjadi adalah munculnya jamur, serat halus, dan bintik hitam pada nasi yang busuk. Munculnya tanda tersebut mengindikasikan bahwa nasi sudah mengalami kerusakan dan sebaiknya tidak dikonsumsi.nasi yang sudah ditumbuhi jamur juga tidak disarankan untuk dimakan meskipun bagian yang terlihat jamur sudah anda buang.