JawaPos.com-Keracunan kerap terjadi karena tubuh terpapar kontaminasi zat tertentu.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman pesisirselatankab, keracunan makanan adalah kondisi yang terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh mikroorganisme patogen, bahan kimia, atau zat berbahaya lainnya.
Makanan basi yang dapat menyebabkan keracunan umumnya menunjukkan tanda-tanda yang bisa diamati secara kasat mata, seperti perubahan warna, tekstur, dan aroma.
Namun, kondisi tersebut tidak harus mutlak, tanda-tanda tersebut tidak selalu muncul pada makanan yang telah terkontaminasi. Beberapa jenis zat tertentu sudah dapat menjadi kontaminan tanpa meninggalkan tanda-tanda yang jelas terlihat.
Keracunan bisa terjadi, karena zat patogen penyebab keracunan masuk ke dalam darah dan menyebar ke seluruh tubuh, kondisi ini bisa menyebabkan infeksi sistemik atau sepsi.
Akibatnya, saat tubuh mengetahui adanya zat berbahaya ataupun patogen,sistem pertahan tubuh akan memberikan respon yang menimbulkan beberapa gejala seperti mual, muntah, diare, sampai demam.
Berdasarkan informasi dari laman pesisirselatankab dan mountelizabeth yang dikutip pada (04/09) berikut adalah penyebab umum keracunan bisa terjadi.
Memahami penyebab keracunan penting dilakukan supaya anda lebih menjaga kebersihan dan memperhatikan setiap makanan yang dihidangkan.
Peralatan dapur dan makan juga perlu diperhatikan untuk membantu mencegah kontaminasi dari zat-zat yang berbahaya bagi tubuh.
-
Bakteri
Kontaminan pertama yang paling umum menjadi penyebab keracunan adalah kontaminasi bakteri pada bahan makanan anda. Makanan yang terlalu lama dibiarkan pada suhu ruang menjadi penyebab bakteri lebih mudah berkembang biak. Sehingga menyebabkan makanan mudah rusak dan basi. Beberapa bakteri yang paling sering ditemukan pada makanan seperti E.Coli, salmonella, campylobacter, dan listeria. Bakteri-bakteri tersebut dapat menyebabkan gejala sakit perut, diare, sampai muntah.
-
Virus
Virus juga turut menjadi penyebab keracunan. Salah satu yang paling sering ditemukan adalah norovirus. Norovirus dapat dijumpai pada air yang tercemar, permukaan peralatan makanan, seafood, sampai sayur dan buah-buahan. Kontaminasi makanan akibat norovirus ini dapat menyebabkan diare, muntah, dan sakit perut.
-
Parasit
Parasit juga bisa menjadi kontaminan makanan. Keracunan makanan akibat zat toksin dapat membuat bahan makanan menjadi rusak sehingga mengakibatkan masalah kesehatan. Beberapa parasit secara alami sudah berada pada bahan makanan terutama daging, ikan, dan seafood. Sementara itu parasit lain seperti telur lalat, larva, air yang tercemar, penyimpanan makanan yang tidak cepat, proses pemasakan yang kurang matang, kebersihan peralatan yang tidak terjaga, sampai makanan yang terkena tanah dapat menjadi sarang bagi parasit untuk berkembang.
-
Zat kimia
Zat kimia dari hasil pengolahan yang tidak tepat juga dapat menjadi salah faktor penyebab keracunan. Selain itu, penyimpanan bahan makanan yang tidak tepat juga dapat mengaktifkan zat kimia berbahaya yang beracun. Salah satu contohnya seperti zat kimia dari jamur aflatoksin yang dapat menginfeksi biji-bijian dan kacang-kacangan.
-
Kontaminasi silang
Selanjutnya, kontaminasi silang juga dapat menjadi salah faktor penyebab keracunan terjadi. Pengolahan bahan makanan mentah dan matang, peralatan dapur yang tidak steril dan bersih, serta kurangnya alat pelindung diri, kebersihan badan dapat menyebabkan kontaminasi silang pada bahan mentah berupa bakteri, virus, parasit, serta zat-zat yang berbahaya berpindah dari satu permukaan makanan ke makanan lain.