← Beranda
6 Ciri Orang Tanpa Empati yang Terlihat dari Keluhan Sehari-hari Seseorang Menurut Psikologi
Mohammad Maulana IqbalKamis, 3 September 2026 | 19.44 WIB
Ciri orang tanpa empati yang terlihat dari keluhan sehari-hari seseorang menurut psikologi (Magnific/ stockking)

 

JawaPos.com – Psikologi tanpa empati sering tercermin dari kebiasaan mengeluh berlebihan yang dilakukan seseorang dalam kehidupan sehari-hari.

Sikap ini membuat seseorang terasa sulit dihadapi karena selalu bersikap negatif dan hanya memikirkan dirinya sendiri.

Tidak ada yang benar-benar membuat mereka puas, dan kurangnya kesadaran sosial sering menjadi akar masalahnya.

Dilansir dari laman YourTango pada Kamis (3/9), berikut enam ciri psikologi tanpa empati yang biasa terlihat dari keluhan sehari-hari seseorang di sekitar kita.

1. Mengeluhkan kesalahan kecil pekerja jasa

Pekerja di industri jasa sering menghadapi berbagai orang sambil melayani kebutuhan masyarakat setiap harinya.

Kesalahan kecil sesekali sebenarnya wajar terjadi karena setiap orang tentu memiliki keterbatasannya masing-masing.

Namun orang tanpa empati selalu mencari alasan untuk mengeluhkan pekerja keras tersebut secara berlebihan.

Sikap ini justru membuat mereka terlihat tidak menyenangkan di mata orang-orang di sekitarnya.

2. Meremehkan masalah nyata yang dialami orang lain

Orang tanpa empati sering menjadi pihak pertama yang mengeluh, namun juga mengeluhkan keluhan orang lain.

Mereka cenderung mengalihkan perhatian dan meremehkan masalah nyata yang sedang dihadapi orang di sekitarnya.

Sikap ini muncul karena mereka enggan melihat diri sendiri secara jujur dan objektif.

Namun ketika mereka sendiri mengalami masalah, orang lain diharapkan segera mendengarkan keluhannya.

3. Menganggap orang lain terlalu sensitif

Orang tanpa empati sering menganggap perasaan orang lain sebagai beban dibanding sesuatu yang perlu dipahami.

Mereka cenderung meminta orang lain agar lebih tegar tanpa mempertimbangkan perasaan yang sedang dirasakan.

Ironisnya, sensitivitas diri mereka sendiri justru menjadi alasan mengapa mereka terganggu oleh kepekaan orang lain.

Mereka sulit membayangkan bahwa hal yang tidak mengganggu dirinya bisa saja mengganggu orang lain.

4. Terganggu melihat kebahagiaan orang lain

Sebagian orang mengekspresikan emosi positif secara terbuka sehingga disukai oleh banyak orang di sekitarnya.

Namun kehadiran orang yang bahagia justru membuat orang tanpa empati merasa semakin tidak nyaman.

Kebahagiaan orang lain mengingatkan mereka pada kekosongan yang sebenarnya mereka rasakan dalam dirinya sendiri.

Alih-alih ikut merasa senang, mereka justru mengeluhkan sikap orang yang terlihat bahagia tersebut.

5. Iri terhadap kesuksesan orang lain

Merasa iri sebenarnya menjadi emosi yang wajar dialami oleh hampir setiap orang dalam hidupnya.

Namun ketidakmampuan mengelola rasa iri menjadi tanda kurangnya empati yang dimiliki seseorang.

Melihat orang lain berhasil sementara dirinya tidak berkembang menjadi alasan mudah bagi mereka mengeluh.

Mereka sering enggan mengubah rasa iri tersebut menjadi motivasi untuk memperbaiki diri sendiri.

6. Menolak diminta bertanggung jawab atas tindakannya

Tidak ada yang lebih mengganggu orang tanpa empati selain diminta bertanggung jawab atas kesalahannya.

Ketika menyakiti orang lain, mereka justru cenderung membalikkan keadaan dan menyalahkan pihak yang terluka.

Mereka merasa dirinya tidak pernah bersalah sehingga sulit memahami perlunya meminta maaf.

Sikap ini membuat mereka sulit menerima bahwa akibat dari tindakannya perlu ditanggung bersama.

 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti