← Beranda
9 Ucapan Perempuan Masa Kecil yang Membuat Mereka Sulit Percaya pada Keputusannya
Mohammad Maulana IqbalSelasa, 1 September 2026 | 21.40 WIB
Ucapan perempuan masa kecil yang membuat mereka sulit percaya pada keputusannya. (Magnific)

 

 

JawaPos.com – Psikologi masa kecil sering membentuk kebiasaan ragu-ragu pada perempuan saat harus mengambil keputusan penting dalam hidupnya.

Mengambil keputusan membutuhkan keseimbangan antara berpikir matang dan tidak terlalu larut dalam kekhawatiran berlebihan.

Sayangnya, sebagian perempuan dibesarkan dengan kebiasaan meragukan dirinya sendiri akibat ucapan yang mereka dengar sejak kecil.

Dilansir dari laman YourTango pada Selasa (1/9), berikut sembilan kalimat psikologi masa kecil yang biasa membuat perempuan sulit mempercayai keputusannya sendiri saat dewasa.

1. Dianggap terlalu berlebihan dalam bersikap

Anak perempuan lebih sering dicap berlebihan dibanding anak laki-laki dalam situasi yang sama.

Tuduhan semacam ini membuat seseorang meragukan kelayakan dirinya sejak usia yang masih sangat muda.

Rasa takut dianggap berlebihan ini terbawa hingga dewasa, membuat mereka terus mengecilkan diri sendiri.

2. Dinilai tidak pernah puas dengan apa pun

Ucapan ini biasanya muncul dari seseorang yang sebenarnya bermaksud baik namun terkesan menyalahkan.

Padahal alasan mereka terlihat sulit dipuaskan justru karena berusaha keras menyenangkan semua orang.

Anggapan ini membuat mereka semakin merasa tidak aman terhadap setiap pilihan yang diambilnya.

3. Dianggap sudah tahu jawaban yang benar

Kalimat ini sering digunakan untuk mendorong seseorang segera mengambil keputusan tanpa banyak pertimbangan.

Alih-alih menenangkan, ucapan ini justru menambah tekanan karena seolah menuntut keputusan cepat.

Tekanan semacam ini membuat mereka semakin lama mengambil keputusan karena takut melakukan kesalahan.

4. Dianggap membuat sesuatu terlalu rumit

Anggapan tentang kerumitan sebenarnya sangat subjektif dan berbeda antara orang dewasa dan anak-anak.

Namun jika terus diulang sejak kecil, seseorang mulai mempertanyakan kebenaran ucapan tersebut tentang dirinya.

Kebiasaan ini membuat mereka perlahan mengabaikan perasaannya sendiri hingga menjadi pola yang sulit dihentikan.

5. Dianggap terlalu banyak khawatir

Menyebut seseorang terlalu khawatir sebenarnya hanya membuat perasaan mereka terasa semakin buruk.

Ucapan ini menjadi cara halus merendahkan emosi seseorang alih-alih memberikan dukungan yang dibutuhkan.

Perempuan yang terbiasa mendengar ini akan merasa dirinya bermasalah setiap kali merasa cemas.

6. Diminta tidak mempersulit keadaan

Ketika menghadapi emosi yang sulit, seharusnya anak tidak diabaikan begitu saja oleh orang dewasa.

Ucapan santai seperti ini justru dapat membekas lama dalam ingatan anak yang mendengarnya.

Perempuan dewasa pun tetap menghadapi keraguan akibat merasa dirinya penyebab dari masalah tersebut.

7. Dicap sebagai orang yang terlalu banyak berpikir

Menyebut seseorang terlalu banyak berpikir jarang benar-benar membantu memperbaiki kebiasaan tersebut.

Seseorang justru cenderung semakin banyak berpikir ketika sedang berada dalam kondisi tertekan.

Ingatan tentang label ini terus terbawa hingga dewasa dan memperbesar rasa khawatir mereka.

8. Didesak segera membuat keputusan

Ucapan ini terdengar seperti sindiran bahwa seseorang dianggap tidak cukup mampu mengambil keputusan.

Pesan tersembunyi ini membuat anak merasa ketidakmampuannya membuktikan bahwa dirinya kurang berharga.

Perasaan ini terus terbawa hingga dewasa dan sulit dihilangkan meski waktu telah berlalu lama.

9. Diminta untuk lebih percaya diri

Ucapan ini justru membuat seseorang merasa harga dirinya dianggap terlalu rendah oleh orang lain.

Alih-alih membantu, kalimat ini justru semakin menjatuhkan kepercayaan diri yang sedang dibangun seseorang.

Perempuan dengan rasa percaya diri rendah akhirnya kesulitan mempercayai penilaiannya sendiri saat mengambil keputusan.

 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti