JawaPos.com-Saat terjadi karhutla, asap dan polusi akan lebih mudah menyebar dan terbawa angin terutama ketika kondisi udara kering dan musim kemarau.
Akibatnya, paparan asap yang menyebar dapat masuk ke berbagai area, termasuk mengenai dan menempel pada makanan.
Partikel hasil pembakaran yang tidak selalu terlihat oleh mata dapat menempel pada makanan yang dibiarkan terbuka, baik di dalam maupun di luar ruangan.
Dampak mengkonsumsi makanan yang terpapar asap karhutla juga sangat beragam. Mulai dari keracunan dan gangguan pencernaan akibat kontaminasi abu, debu, dan zat pencemar. Sampai munculnya iritasi pada mulut dan tenggorokan jika makanan yang terkontaminasi terus-terusan dikonsumsi.
Oleh karena itu, sebaiknya simpan makanan bergizi anda pada tempat yang terlindungi dari paparan asap. Berdasarkan informasi dari laman crystalsea dan ayosehat.kemkes berikut panduan menyimpan makanan secara aman di tengah kondisi kabut asap.
-
Masukkan ke kulkas
Menyimpan makanan di dalam kulkas dapat membantu menjaga kualitas makanan tetap awet dan tidak terkontaminasi asap. Setelah selesai makan, sebaiknya segera masukkan makanan yang masih tersisa ke dalam kulkas. Jika ingin dikonsumsi, panaskan makanan sampai benar-benar matang sebelum disajikan
-
Gunakan wadah kedap udara
Simpan makanan anda ke dalam tempat makanan yang tertutup dan kedap udara. Wadah kedap udara yang bisa dikunci ini dapat mencegah debu, polusi, dan asa dari luar masuk dan mengkontaminasi makanan. Anda dapat menggunakan wadah berbahan plastik yang aman untuk makanan maupun wadah kaca.
-
Pilih wadah penyimpanan yang bening
Selain wadah kedap udara, pilih wadah bening yang transparan. Tujuannya supaya anda dapat melihat kondisi makanan dengan mudah. Anda bisa tetap memantau kondisi makanan tanpa harus membuka wadah terlalu sering, sehingga makanan tetap terlindungi dari paparan polusi tersebut.
-
Hindari menyimpan makanan di luar ruangan
Jangan menaruh makanan terlalu lama di luar ruangan terutama saat kualitas udara sedang memburuk. Makanan yang dibiarkan terbuka lebih mudah terkena debu, abu, dan partikel dari asap. Segera simpan di dalam wadah tertutup dan letakkan pada tempat yang sesuai.
-
Lapisi makanan dengan tisu dapur
Pastikan makanan yang anda simpan dalam keadaan bersih dan tidak terkena debu dan kotoran. Jika diperlukan, pakai tisu dapur yang bersih untuk menyerap kotoran pada makanan. Setelah itu, simpan makanan dalam wadah yang tertutup rapat.
-
Simpan pada suhu yang aman
Makanan yang mudah rusak sebaiknya disimpan pada suhu di bawah 5 derajat celcius, sementara itu makanan panas perlu dijaga pada suhu diatas 60 derajat celcius. Hindari membiarkan makanan pada suhu ruang terlalu lama, terlebih saat kondisi lingkungan dipenuhi asap dan polusi. Segera mungkin memasukkan makanan ke dalam kulkas jika belum segera dikonsumsi.