← Beranda
Bekas Luka di Wajah Bikin Tak Percaya Diri? Coba 5 Bahan Alami Ini
Rabbany WanadrianiSenin, 31 Agustus 2026 | 00.01 WIB
ilustrasi bekas luka pada wajah. Sumber foto: Freepik

 

ilustrasi bekas luka pada wajah. Sumber foto: Freepik
ilustrasi bekas luka pada wajah. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Bekas luka pada wajah terkadang tetap terlihat meski luka utama sudah sembuh. Kondisi tersebut dapat muncul setelah jerawat, luka ringan, maupun berbagai cedera lainnya.

Bagi sebagian orang, bekas luka atau perubahan warna kulit dapat mengganggu penampilan dan membuat rasa percaya diri berkurang.

Berbagai produk perawatan kulit tersedia untuk membantu menyamarkan bekas luka. Namun, sejumlah bahan alami juga kerap digunakan sebagai bagian dari perawatan rumahan karena dianggap memiliki kandungan yang mendukung kesehatan kulit.

Meski demikian, bahan alami tidak selalu cocok untuk semua jenis kulit. Penggunaan pada area wajah sebaiknya dilakukan dengan hati-hati dan diuji terlebih dahulu pada area kecil kulit.

Baca Juga: Bukan Cuma Faktor Usia, 8 Kebiasaan Ini Bisa Membuat Wajah Tampak Lebih Tua

Dilansir dari English Jagran, berikut lima bahan alami yang kerap digunakan untuk membantu merawat dan menyamarkan tampilan bekas luka di wajah.

1. Madu

Madu telah lama digunakan dalam berbagai perawatan kulit. Kandungan dan sifat alaminya membuat madu kerap dimanfaatkan untuk membantu menjaga kondisi kulit.

Dalam perawatan rumahan, madu dapat digunakan dengan mengoleskan lapisan tipis pada area yang mengalami bekas luka. Diamkan selama beberapa waktu, kemudian bersihkan menggunakan air.

Perawatan ini dipercaya dapat membantu menjaga kelembapan kulit dan membuat permukaannya terasa lebih halus.

Namun, pastikan menggunakan madu yang bersih dan hentikan pemakaian jika muncul rasa gatal, kemerahan, atau iritasi.

2. Air Lemon

Lemon dikenal kaya akan vitamin C dan sering digunakan dalam perawatan kulit rumahan. Kandungan tersebut membuat lemon kerap dikaitkan dengan upaya membantu mencerahkan tampilan kulit.

Dalam penggunaan tradisional, sari lemon biasanya diencerkan terlebih dahulu sebelum diaplikasikan pada kulit.

Meski begitu, penggunaan lemon secara langsung pada wajah perlu mendapat perhatian khusus. Sifat asamnya dapat menyebabkan iritasi pada sebagian orang, terlebih jika kulit sensitif.

Lemon juga dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap cahaya matahari. Karena itu, bahan ini sebaiknya tidak digunakan sembarangan pada wajah, terutama sebelum beraktivitas di luar ruangan.

3. Lidah Buaya

Gel lidah buaya menjadi salah satu bahan alami yang cukup populer dalam perawatan kulit.

Teksturnya yang ringan dan efek menenangkan membuat lidah buaya sering digunakan untuk membantu memberikan rasa nyaman pada kulit yang mengalami kemerahan atau iritasi ringan.

Gel lidah buaya dapat diaplikasikan tipis pada kulit dan dibiarkan beberapa saat sebelum dibilas.

Penggunaan secara rutin sebagai bagian dari perawatan kulit dapat membantu menjaga kelembapan dan membuat kulit terasa lebih lembut.

Pilih gel lidah buaya yang bersih dan hentikan penggunaannya apabila muncul reaksi yang tidak nyaman.

4. Kunyit

Kunyit mengandung kurkumin yang dikenal memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi. Karena kandungan tersebut, kunyit sering dimanfaatkan dalam berbagai perawatan tradisional.

Untuk penggunaan rumahan, bubuk kunyit dapat dicampurkan dengan bahan lain seperti madu hingga membentuk pasta. Campuran tersebut kemudian diaplikasikan tipis pada kulit.

Namun, kunyit dapat meninggalkan warna kuning pada permukaan kulit dan pada sebagian orang berpotensi menimbulkan iritasi.

Oleh sebab itu, lakukan uji tempel terlebih dahulu sebelum menggunakannya pada area wajah secara lebih luas.

5. Jus Kentang

Kentang juga termasuk bahan dapur yang kerap digunakan dalam perawatan kulit tradisional.

Kentang mengandung sejumlah nutrisi, termasuk vitamin C, sehingga sering dikaitkan dengan perawatan kulit agar tampak lebih cerah dan merata.

Cara penggunaannya antara lain dengan memarut kentang mentah, mengambil sarinya, kemudian mengaplikasikannya menggunakan kapas pada area kulit yang dituju.

Diamkan beberapa menit sebelum membilas wajah dengan air bersih.

Meski bahan-bahan tersebut populer dalam perawatan alami, efektivitasnya dalam menghilangkan bekas luka belum tentu sama pada setiap orang. Bekas luka juga memiliki berbagai bentuk, mulai dari perubahan warna kulit hingga jaringan parut yang menonjol atau cekung.

Karena itu, jika bekas luka sulit memudar, semakin parah, atau menimbulkan keluhan lain, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit untuk mendapatkan pilihan perawatan yang sesuai.

Yang tidak kalah penting, gunakan tabir surya secara rutin. Paparan sinar matahari dapat membuat perubahan warna pada kulit semakin terlihat dan menghambat proses pemulihan tampilan kulit.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho