Namun, psikologi menunjukkan bahwa memikirkan masa depan tidak selalu berarti mengkhawatirkan masa depan.
Ada perbedaan besar antara membayangkan kemungkinan buruk secara terus-menerus dan menggunakan masa depan sebagai arah untuk menentukan kehidupan hari ini. Ketika dilakukan dengan sehat, kemampuan membayangkan apa yang ingin kita capai, mempertimbangkan konsekuensi dari pilihan, dan merencanakan langkah berikutnya justru dapat membuat kehidupan saat ini menjadi lebih terarah.
Kita menjadi lebih sadar terhadap waktu. Kita lebih mudah menentukan prioritas. Kita lebih mampu menahan godaan sesaat. Bahkan, keputusan-keputusan kecil yang kita buat hari ini dapat terasa lebih bermakna karena kita memahami hubungannya dengan kehidupan yang ingin kita bangun.
Memikirkan masa depan, dengan kata lain, bukan berarti meninggalkan hari ini.
Justru sebaliknya, masa depan yang kita bayangkan dapat membantu kita menjalani hari ini dengan lebih baik.
Dilansir dari Psychology Today pada Kamis (27/8), terdapat enam alasan mengapa hal tersebut dapat terjadi menurut perspektif psikologi.
1. Memikirkan Masa Depan Membantu Kita Menentukan Arah Hidup
Salah satu masalah terbesar dalam kehidupan bukan selalu karena seseorang tidak memiliki kemampuan, melainkan karena ia tidak tahu ke mana harus mengarahkan kemampuannya.
Seseorang bisa sangat sibuk setiap hari, tetapi tetap merasa tidak mengalami kemajuan. Ia bekerja, menyelesaikan tugas, membuka media sosial, bertemu orang lain, mengurus berbagai hal, lalu tidur. Besok semuanya diulang kembali.
Kesibukan tidak selalu sama dengan kemajuan.
Ketika seseorang mulai memikirkan masa depan, ia dipaksa untuk bertanya:
“Saya sebenarnya ingin menjadi orang seperti apa?”
Pertanyaan ini sederhana, tetapi memiliki pengaruh besar terhadap cara seseorang menjalani hari.
Jika Anda membayangkan diri Anda beberapa tahun ke depan sebagai seseorang yang lebih sehat, misalnya, maka pilihan hari ini mulai terlihat berbeda. Makanan yang Anda konsumsi, waktu tidur, aktivitas fisik, bahkan cara Anda menghabiskan waktu luang menjadi bagian dari perjalanan menuju gambaran tersebut.
Jika Anda ingin memiliki kondisi keuangan yang lebih baik, maka keputusan untuk menghabiskan uang hari ini juga akan dipertimbangkan secara berbeda.
Jika Anda ingin memiliki hubungan yang lebih baik dengan keluarga, Anda mungkin mulai menyadari bahwa perhatian dan waktu yang diberikan hari ini merupakan investasi untuk hubungan tersebut.
Inilah salah satu fungsi penting orientasi masa depan: memberikan arah terhadap tindakan saat ini.
Tanpa arah, seseorang mudah bergerak berdasarkan apa yang paling menarik atau paling nyaman pada saat itu.
Dengan arah, seseorang mulai bertanya:
“Apakah pilihan saya hari ini mendekatkan saya kepada kehidupan yang saya inginkan?”
Pertanyaan tersebut dapat mengubah banyak hal.
Anda tidak lagi hanya bertanya apakah sesuatu menyenangkan saat ini. Anda juga mulai mempertimbangkan apakah sesuatu memiliki nilai bagi diri Anda di masa mendatang.
Dan ketika keputusan sehari-hari mulai memiliki arah, hidup biasanya terasa lebih teratur.
2. Masa Depan Membantu Kita Mengendalikan Keinginan Sesaat
Manusia sering menghadapi konflik antara apa yang menyenangkan sekarang dan apa yang sebenarnya baik untuk dirinya dalam jangka panjang.
Kita tahu tidur lebih awal mungkin membuat tubuh lebih segar besok pagi, tetapi menonton satu episode lagi terasa lebih menyenangkan malam ini.
Kita tahu menabung dapat membantu kondisi keuangan beberapa bulan atau tahun mendatang, tetapi membeli sesuatu yang kita inginkan memberikan kepuasan langsung.
Kita tahu belajar sedikit setiap hari dapat meningkatkan kemampuan, tetapi bermain ponsel jauh lebih mudah dilakukan.
Dalam psikologi, kemampuan mempertimbangkan konsekuensi masa depan berkaitan erat dengan self-control atau pengendalian diri.
Ketika seseorang mampu membayangkan dirinya di masa depan, keputusan saat ini tidak lagi hanya dilihat berdasarkan kepuasan langsung.
Misalnya, sebelum menghabiskan uang, seseorang mungkin berpikir:
“Saya memang menginginkan ini sekarang. Tetapi bagaimana perasaan saya ketika membutuhkan uang tersebut beberapa bulan lagi?”
Atau sebelum melewatkan latihan:
“Saya memang tidak ingin berolahraga hari ini. Tetapi apakah saya akan berterima kasih kepada diri saya sendiri jika tetap melakukannya?”
Perubahan kecil dalam cara berpikir tersebut dapat membuat kita lebih mampu mengendalikan impuls.
Bukan berarti kita harus menolak semua kesenangan.
Justru kehidupan yang sehat tetap membutuhkan kesenangan, istirahat, spontanitas, dan menikmati saat ini.
Masalahnya muncul ketika kepuasan jangka pendek selalu mengalahkan kepentingan jangka panjang.
Dengan memikirkan masa depan, kita menciptakan jarak psikologis antara keinginan dan tindakan.
Ada waktu untuk berhenti sejenak dan berkata:
“Saya ingin melakukan ini sekarang, tetapi apakah ini benar-benar baik untuk saya?”
Kemampuan sederhana untuk berhenti dan mempertimbangkan konsekuensi tersebut dapat menjadi salah satu bentuk kedewasaan psikologis.
3. Memikirkan Masa Depan Membuat Tujuan Lebih Mudah Dijalankan
Memiliki impian saja belum cukup.
Banyak orang memiliki keinginan yang sama: ingin lebih sehat, ingin lebih kaya, ingin belajar keterampilan baru, ingin memiliki pekerjaan yang lebih baik, ingin membangun hubungan yang lebih harmonis, atau ingin menjadi pribadi yang lebih tenang.
Tetapi keinginan tanpa tindakan sering kali hanya berhenti sebagai angan-angan.
Di sinilah pemikiran tentang masa depan menjadi berguna.
Ketika kita membayangkan hasil yang ingin dicapai, kita dapat mulai mengubahnya menjadi tujuan yang lebih konkret.
Misalnya, daripada hanya mengatakan:
“Saya ingin lebih sehat.”
kita dapat bertanya:
Apa yang bisa saya lakukan minggu ini?
Kebiasaan apa yang perlu saya mulai?
Apa yang perlu saya kurangi?
Bagaimana saya tahu bahwa saya mengalami kemajuan?
Tujuan yang jelas membantu otak memahami apa yang harus dilakukan.
Kemudian tujuan tersebut dapat dipecah menjadi tindakan kecil.
Ingin membaca lebih banyak? Mulailah dengan beberapa halaman setiap hari.
Ingin meningkatkan kemampuan tertentu? Sisihkan waktu belajar secara rutin.
Ingin memperbaiki kondisi keuangan? Mulailah dengan mengetahui ke mana uang Anda pergi.
Ingin menjadi lebih tenang? Mulailah memperhatikan pola yang membuat Anda mudah kehilangan kendali.
Perubahan besar hampir selalu terdiri dari tindakan-tindakan kecil yang dilakukan berulang kali.
Karena itu, memikirkan masa depan bukan berarti terus-menerus hidup dalam bayangan masa depan.
Kita justru menggunakan gambaran masa depan untuk menjawab pertanyaan:
“Apa satu hal yang bisa saya lakukan hari ini?”
Pertanyaan tersebut sangat penting.
Sebab manusia sering merasa terbebani ketika melihat tujuan sebagai sesuatu yang terlalu besar. Tetapi ketika tujuan besar diterjemahkan menjadi satu tindakan kecil hari ini, semuanya terasa lebih mungkin dilakukan.
4. Membayangkan Masa Depan Dapat Membantu Kita Menghadapi Kesulitan Saat Ini
Hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana.
Ada hari ketika pekerjaan terasa berat. Ada masa ketika usaha belum menghasilkan sesuatu. Ada saat ketika kita merasa tertinggal dibandingkan orang lain.
Pada kondisi seperti itu, seseorang mudah berpikir:
“Untuk apa saya melakukan semua ini?”
Namun, ketika seseorang memiliki gambaran tentang masa depan yang ingin dibangun, kesulitan hari ini dapat memperoleh makna yang berbeda.
Misalnya, seseorang sedang belajar sesuatu yang sulit. Prosesnya membosankan dan hasilnya belum terlihat. Jika ia hanya melihat kondisi hari ini, ia mungkin berpikir untuk berhenti.
Tetapi jika ia dapat melihat hubungan antara latihan hari ini dan kemampuan yang ingin dimilikinya nanti, rasa sulit tersebut menjadi lebih mudah diterima.
Ini bukan berarti semua penderitaan otomatis memiliki makna.
Bukan pula berarti kita harus memaksakan diri bertahan dalam situasi yang buruk hanya demi masa depan.
Namun, memiliki tujuan jangka panjang dapat meningkatkan kemampuan seseorang untuk bertahan menghadapi ketidaknyamanan jangka pendek yang memang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.
Bayangkan seseorang sedang menabung.
Setiap kali ia menahan keinginan membeli sesuatu yang tidak terlalu penting, mungkin ada sedikit rasa tidak nyaman. Tetapi ia mengetahui alasan di balik keputusan tersebut.
Ia bukan sekadar “tidak boleh membeli”.
Ia sedang memilih sesuatu yang dianggap lebih penting untuk masa depannya.
Perbedaan cara pandang tersebut sangat berarti.
Ketika kita memahami mengapa kita melakukan sesuatu, proses yang sulit biasanya menjadi lebih mudah ditoleransi.
Karena itu, ketika hidup terasa berat, mungkin pertanyaannya bukan hanya:
“Bagaimana saya bisa keluar dari masalah ini?”
Tetapi juga:
“Kehidupan seperti apa yang sedang saya coba bangun melalui keputusan-keputusan saya hari ini?”
Jawabannya dapat memberikan perspektif yang lebih luas.
5. Memikirkan Masa Depan Membantu Kita Menghargai Waktu
Waktu memiliki karakteristik yang unik: kita tidak bisa menyimpannya.
Uang dapat ditabung. Barang dapat disimpan. Tetapi satu hari yang sudah berlalu tidak dapat dikembalikan.
Kesadaran terhadap masa depan dapat membuat seseorang lebih peka terhadap bagaimana ia menggunakan waktu.
Ketika kita masih muda atau merasa memiliki banyak waktu, satu jam sering terasa tidak begitu berharga.
Kita bisa menghabiskannya tanpa sadar.
Tetapi ketika mulai menyadari bahwa hidup memiliki batas, perspektif kita terhadap waktu dapat berubah.
Kita mulai bertanya:
“Apakah saya ingin terus menggunakan waktu saya dengan cara seperti ini?”
Pertanyaan tersebut bukan berarti setiap menit harus menjadi produktif.
Ini penting.
Menghabiskan waktu untuk beristirahat juga bisa menjadi sesuatu yang berharga. Bermain bersama anak, berbicara dengan keluarga, menikmati makanan, berjalan santai, membaca buku, atau sekadar menikmati pagi tanpa melakukan apa pun juga dapat memiliki nilai.
Memikirkan masa depan justru dapat membantu kita memahami bahwa waktu tidak hanya berharga ketika digunakan untuk bekerja.
Waktu berharga karena kehidupan kita dibentuk olehnya.
Jika kita ingin memiliki hubungan yang dekat dengan seseorang beberapa tahun dari sekarang, maka waktu yang kita berikan kepada orang tersebut hari ini memiliki arti.
Jika kita ingin memiliki tubuh yang sehat di masa depan, cara kita memperlakukan tubuh hari ini memiliki arti.
Jika kita ingin memiliki keterampilan tertentu di masa depan, waktu belajar hari ini memiliki arti.
Dengan begitu, masa depan membantu kita melihat nilai dari hari ini.
Hari ini mungkin terlihat seperti satu hari biasa.
Tetapi ketika dikumpulkan bersama ratusan atau ribuan hari lainnya, kebiasaan kecil hari ini ikut menentukan kehidupan yang kita jalani nanti.
6. Memiliki Gambaran Masa Depan Dapat Membuat Hidup Saat Ini Lebih Bermakna
Alasan terakhir mungkin merupakan salah satu yang paling dalam.
Manusia tidak hanya membutuhkan kesenangan. Kita juga membutuhkan perasaan bahwa hidup memiliki arah dan makna.
Memiliki sesuatu yang ingin dituju dapat memberikan struktur terhadap kehidupan.
Bayangkan dua orang yang melakukan pekerjaan yang sama.
Orang pertama melihat pekerjaannya hanya sebagai sesuatu yang harus diselesaikan.
Orang kedua melihat pekerjaan tersebut sebagai salah satu tahap untuk membangun kehidupan yang ia inginkan.
Secara objektif, pekerjaan mereka mungkin sama.
Tetapi pengalaman psikologisnya bisa berbeda.
Orang kedua mungkin lebih mudah menemukan alasan untuk bertahan ketika menghadapi hari yang sulit karena ia melihat hubungan antara aktivitas sekarang dan tujuan yang lebih besar.
Inilah mengapa masa depan dapat membuat masa kini terasa lebih bermakna.
Bukan karena masa depan itu sendiri sudah terjadi, tetapi karena gambaran tentang masa depan memberikan konteks terhadap apa yang kita lakukan sekarang.
Belajar bukan sekadar belajar.
Menabung bukan sekadar mengurangi pengeluaran.
Berolahraga bukan sekadar aktivitas fisik.
Menghabiskan waktu bersama orang yang kita cintai bukan sekadar mengisi waktu.
Semuanya dapat menjadi bagian dari cerita yang lebih besar tentang kehidupan yang sedang kita bangun.
Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan.
Jangan Sampai Memikirkan Masa Depan Justru Membuat Anda Kehilangan Hari Ini
Memikirkan masa depan akan bermanfaat jika digunakan untuk memberikan arah.
Tetapi jika berubah menjadi kekhawatiran tanpa akhir, efeknya bisa berbeda.
Ada perbedaan antara:
“Apa yang bisa saya lakukan hari ini untuk mempersiapkan masa depan?”
dan:
“Bagaimana kalau semuanya nanti gagal?”
Pertanyaan pertama mendorong tindakan.
Pertanyaan kedua dapat mendorong kecemasan.
Karena itu, tujuan memikirkan masa depan bukanlah mengetahui atau mengendalikan semua hal yang akan terjadi.
Tidak ada manusia yang mampu melakukan itu.
Masa depan selalu mengandung ketidakpastian.
Kita dapat membuat rencana, tetapi kita juga perlu menerima bahwa kehidupan dapat berubah.
Rencana karier bisa berubah.
Kondisi keuangan bisa berubah.
Hubungan bisa berubah.
Prioritas pribadi bisa berubah.
Bahkan diri kita sendiri dapat berubah.
Maka, cara yang lebih sehat adalah menggunakan masa depan sebagai kompas, bukan sebagai sesuatu yang harus dikontrol secara sempurna.
Kompas membantu menunjukkan arah.
Tetapi kita tetap berjalan langkah demi langkah.
Cara Sederhana Menggunakan Masa Depan untuk Memperbaiki Hari Ini
Anda tidak perlu menghabiskan berjam-jam memikirkan kehidupan sepuluh atau dua puluh tahun mendatang.
Cobalah melakukan refleksi singkat setiap hari.
Tanyakan kepada diri sendiri:
1. Saya ingin kehidupan saya terlihat seperti apa beberapa tahun dari sekarang?
Tidak perlu membuat gambaran yang sempurna. Pikirkan hal-hal yang benar-benar penting bagi Anda.
2. Kebiasaan apa yang perlu saya miliki untuk mendekati kehidupan tersebut?
Fokus pada perilaku, bukan hanya hasil.
3. Apa yang saya lakukan hari ini yang mendukung masa depan tersebut?
Ini membantu Anda menyadari bahwa kemajuan sering kali sudah terjadi melalui tindakan kecil.
4. Apa yang saya lakukan hari ini yang justru menjauhkan saya dari tujuan tersebut?
Bukan untuk menyalahkan diri sendiri, tetapi untuk melihat pola.
5. Apa satu tindakan kecil yang bisa saya lakukan hari ini?
Jangan membuat daftar yang terlalu panjang.
Satu tindakan yang benar-benar dilakukan jauh lebih berguna daripada sepuluh rencana yang hanya dipikirkan.
Pada Akhirnya, Masa Depan Dibangun dari Hari-Hari Biasa
Kita sering membayangkan perubahan hidup sebagai sesuatu yang besar.
Seolah-olah suatu hari nanti kita akan memiliki motivasi yang luar biasa, membuat keputusan besar, kemudian kehidupan berubah secara drastis.
Kenyataannya sering jauh lebih sederhana.
Masa depan dibentuk oleh banyak keputusan kecil yang hampir tidak terasa ketika kita melakukannya.
Satu jam belajar.
Satu pilihan makanan.
Satu keputusan untuk tidur lebih awal.
Satu percakapan yang lebih jujur.
Satu kali menolak sesuatu yang sebenarnya tidak penting.
Satu langkah untuk mengelola uang dengan lebih baik.
Satu hari ketika kita memilih untuk kembali mencoba setelah sebelumnya gagal.
Semua itu mungkin terlihat kecil.
Namun, ketika dilakukan berulang kali, hal-hal kecil tersebut dapat membentuk pola hidup.
Itulah alasan mengapa memikirkan masa depan sebenarnya bukan tindakan untuk meninggalkan masa kini.
Masa depan dapat menjadi alasan mengapa hari ini layak dijalani dengan lebih sadar.
Kita tidak perlu mengetahui secara pasti seperti apa kehidupan kita nanti.
Kita hanya perlu memiliki gambaran tentang arah yang ingin dituju, kemudian bertanya setiap hari:
“Apa yang bisa saya lakukan sekarang agar diri saya di masa depan berterima kasih kepada saya?”
Pertanyaan itu sederhana, tetapi bisa menjadi cara yang kuat untuk membuat keputusan sehari-hari lebih bermakna.
Karena pada akhirnya, kehidupan masa depan tidak dibangun nanti.