← Beranda
9 Ciri Kebiasaan Cemas Berlebihan yang Diam-Diam Bikin Seseorang Terus Stres Menurut Psikologi
Mohammad Maulana IqbalRabu, 26 Agustus 2026 | 22.59 WIB
Ciri kebiasaan cemas berlebihan yang diam-diam bikin seseorang terus stres menurut psikologi (Magnific/stockking)

 

JawaPos.com – Psikologi cemas berlebihan sering muncul lewat kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari justru memperparah tingkat stres.

Sebagian orang terjebak dalam mode waspada berlebihan meski tidak ada situasi yang benar-benar mengancam dirinya.

Kebiasaan ini tampak sepele, namun justru membuat hidup terasa lebih berat dan penuh kecemasan berkepanjangan.

Dilansir dari laman YourTango pada Rabu (26/8), berikut sembilan kebiasaan psikologi cemas berlebihan yang diam-diam membuat seseorang terus merasa tertekan dan stres.

1. Terlalu banyak memikirkan setiap keputusan kecil

Menghindari keputusan impulsif memang baik, terutama jika konsekuensinya berdampak besar bagi kehidupan seseorang.

Namun orang yang sedang cemas berlebihan sering kali membawa kehati-hatian ini hingga taraf yang berlebihan.

Terlalu lama memikirkan keputusan justru membuat pikiran semakin lumpuh dan sulit mengambil langkah pasti.

Sikap ini sering dianggap sebagai usaha mencari kesempurnaan, padahal hanya menambah tekanan yang dirasakan.

2. Menjauh dari orang-orang yang sebenarnya peduli

Setiap orang memiliki cara berbeda dalam menghadapi masa sulit dalam kehidupannya sehari-hari.

Menarik diri dari orang terdekat kadang terasa lebih aman dibanding harus berbagi cerita secara terbuka.

Namun isolasi sosial justru memperburuk kondisi mental dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Dukungan dari orang sekitar tetap penting meski seseorang tidak selalu ingin membahas masalahnya secara detail.

3. Menunda pekerjaan rumah yang sebenarnya sederhana

Menunda tugas kecil sering terjadi karena tekanan emosional yang sedang dirasakan seseorang.

Sayangnya, kebiasaan ini justru menambah beban di kemudian hari karena pekerjaan terus menumpuk.

Tugas sederhana yang terasa tidak penting akhirnya berubah menjadi sumber tekanan baru yang lebih besar.

Penundaan berulang ini menciptakan siklus stres yang sulit diputus tanpa kesadaran untuk segera bertindak.

4. Terus memikirkan kesalahan yang telah berlalu

Mengakui kesalahan tanpa berlarut-larut sebenarnya jauh lebih sehat dibanding terus memikirkannya berulang kali.

Namun bagi orang yang sedang cemas berlebihan, pikiran tersebut sulit dilepaskan begitu saja.

Kebiasaan ini memperburuk kondisi mental karena terus mengulang kenangan buruk yang seharusnya sudah berlalu.

Pola pikir semacam ini menciptakan siklus negatif yang sulit dihentikan tanpa kesadaran penuh.

5. Tidak memberi izin diri sendiri untuk beristirahat

Banyak orang berpikir mengabaikan stres adalah cara terbaik menghadapinya tanpa harus benar-benar berhenti sejenak.

Sebagian orang justru mengisi waktunya secara berlebihan agar tidak perlu memikirkan masalah yang dihadapi.

Meski tidur cukup, seseorang tetap bisa kekurangan waktu istirahat mental yang sebenarnya dibutuhkan.

Mengabaikan kebutuhan istirahat ini pada akhirnya dapat berujung pada kelelahan emosional yang lebih parah.

6. Terjaga hingga larut malam secara berulang

Menjaga jadwal tidur yang teratur menjadi tantangan tersendiri ketika seseorang sedang mengalami tekanan berat.

Pikiran cemas mudah muncul saat berbaring di tempat tidur sambil berusaha untuk tertidur.

Beberapa orang memilih menonton televisi atau bermain gawai hingga larut demi menghindari pikiran tersebut.

Kebiasaan menunda waktu tidur ini pada akhirnya berdampak buruk terhadap kesehatan fisik dan mental.

7. Mengalami perubahan pola makan yang ekstrem

Rasa cemas berlebihan memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk kebiasaan makan seseorang sehari-hari.

Sebagian orang kehilangan nafsu makan, sementara yang lain justru makan berlebihan sebagai bentuk pelarian.

Kedua kondisi ini sering terasa di luar kendali bagi orang yang sedang mengalaminya.

Perubahan pola makan yang ekstrem ini menjadi tanda pentingnya mencari dukungan profesional secepat mungkin.

8. Mengkritik diri sendiri secara berlebihan

Kritik dari orang lain memang menyakitkan, namun kritik dari pikiran sendiri bisa terasa lebih berat.

Orang yang merasa dirinya kurang baik cenderung terjebak dalam pembicaraan negatif terhadap dirinya sendiri.

Kebiasaan ini justru tidak membantu, melainkan membuat kondisi emosional semakin memburuk seiring berjalannya waktu.

Pola pikir ini menjadi siklus berulang yang terus menyeret seseorang ke titik yang lebih rendah.

9. Menghabiskan waktu berjam-jam menggulir media sosial

Batasan waktu layar tidak hanya penting bagi anak-anak, tetapi juga bagi orang dewasa yang sedang tertekan.

Terlalu lama menatap layar dapat memengaruhi daya ingat sekaligus kualitas tidur seseorang secara keseluruhan.

Media sosial sering dijadikan pelarian sementara dari tekanan yang sedang dirasakan seseorang.

Meski terasa menenangkan sesaat, kebiasaan ini bukan cara sehat untuk mengatasi tekanan yang dihadapi.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti