← Beranda
Ingin Bahagia dalam Karier? Hindari 8 Kesalahan yang Sering Menjebak
Lania MonicaRabu, 26 Agustus 2026 | 21.04 WIB
Ilustrasi orang yang bahagia dengan kariernya (freepik)

JawaPos.com – Memiliki pekerjaan dan merasa bahagia dengan karier merupakan dua hal yang berbeda. Seseorang mungkin mempunyai penghasilan baik atau jabatan tinggi, tetapi belum tentu merasa puas dengan apa yang dijalani setiap hari.

Kebahagiaan dalam karier sering kali berkaitan dengan cara seseorang memandang pekerjaannya, menjaga kehidupan di luar kantor, serta terus mengembangkan kemampuan diri.

Orang yang menikmati perjalanan karier bukan berarti tidak pernah menghadapi tekanan atau kegagalan. Mereka hanya cenderung memiliki cara yang lebih sehat dalam menghadapi berbagai tantangan.

Dilansir dari Geediting, terdapat sejumlah kesalahan yang umumnya berusaha dihindari oleh orang-orang yang merasa puas dan bahagia dengan perjalanan kariernya.

Baca Juga: Tak Selalu soal Finansial, Ini 8 Faktor yang Membuat Orang Menjauhi Restoran Mewah

1. Menjadikan Uang sebagai Satu-satunya Tujuan

Penghasilan memang menjadi salah satu pertimbangan penting ketika memilih pekerjaan. Namun, menjadikan uang sebagai satu-satunya ukuran kesuksesan dapat membuat seseorang kehilangan kepuasan dalam bekerja.

Orang yang bahagia dengan kariernya biasanya mempertimbangkan faktor lain, seperti minat, nilai pribadi, lingkungan kerja, serta kesempatan untuk berkembang.

Gaji yang besar belum tentu terasa sepadan jika pekerjaan tersebut membuat seseorang terus-menerus merasa tertekan. Sebaliknya, pekerjaan yang sesuai dengan nilai dan ketertarikan pribadi dapat memberikan rasa puas yang lebih berkelanjutan.

2. Mengorbankan Kehidupan Pribadi demi Pekerjaan

Karier yang berkembang tidak harus dibayar dengan mengorbankan seluruh kehidupan pribadi.

Orang yang mampu menikmati pekerjaannya biasanya memahami pentingnya waktu untuk keluarga, teman, kesehatan, hobi, dan beristirahat.

Bekerja tanpa batas justru dapat menguras energi dan meningkatkan risiko kelelahan. Karena itu, menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi menjadi bagian penting agar karier dapat dijalani dalam jangka panjang.

3. Berhenti Belajar Setelah Mendapat Pekerjaan

Dunia kerja terus mengalami perubahan. Kemampuan yang sangat dibutuhkan hari ini belum tentu tetap relevan beberapa tahun mendatang.

Karena itu, orang yang bahagia dengan kariernya tidak berhenti belajar setelah mendapatkan pekerjaan atau jabatan tertentu.

Mereka berusaha memperbarui keterampilan, mencari pengetahuan baru, dan terbuka terhadap pengalaman berbeda. Selain menjaga kemampuan tetap relevan, proses belajar juga dapat membuat pekerjaan terasa lebih menarik dan memberikan ruang untuk berkembang.

4. Membiarkan Rasa Takut Gagal Mengendalikan Langkah

Takut melakukan kesalahan merupakan hal yang wajar. Namun, jika rasa takut tersebut membuat seseorang tidak berani mengambil peluang, perkembangan karier bisa terhambat.

Orang yang menikmati karier cenderung melihat kegagalan sebagai bagian dari proses belajar. Kesalahan tidak selalu dianggap sebagai bukti ketidakmampuan, melainkan kesempatan untuk memahami apa yang perlu diperbaiki.

Dengan pola pikir tersebut, mereka lebih berani mencoba pendekatan baru dan menghadapi tantangan yang dapat membawa perkembangan.

5. Mengabaikan Hubungan dengan Rekan Kerja

Karier tidak berlangsung sendirian. Hubungan dengan rekan kerja, atasan, mentor, maupun jaringan profesional dapat memberikan pengaruh besar terhadap pengalaman seseorang di tempat kerja.

Orang yang bahagia dengan kariernya biasanya berusaha membangun hubungan yang sehat. Mereka menghargai orang lain, mau bekerja sama, dan tidak hanya berfokus pada pencapaian pribadi.

Lingkungan kerja yang dipenuhi hubungan positif dapat membuat tekanan terasa lebih ringan sekaligus menciptakan rasa memiliki terhadap pekerjaan.

6. Mengorbankan Kesehatan demi Ambisi

Mengejar target secara terus-menerus tanpa memperhatikan kondisi tubuh dan pikiran dapat berujung pada kelelahan.

Orang yang mampu menikmati karier biasanya memahami bahwa kesehatan merupakan bagian dari investasi jangka panjang. Mereka berusaha mendapatkan tidur yang cukup, menjaga pola makan, melakukan aktivitas fisik, dan memberikan waktu untuk memulihkan diri.

Ketika kondisi fisik dan mental terjaga, seseorang cenderung memiliki energi lebih baik untuk menjalankan pekerjaan sekaligus menikmati kehidupan di luar pekerjaan.

7. Terlalu Nyaman hingga Berhenti Berkembang

Kenyamanan dalam pekerjaan memang menyenangkan. Namun, zona nyaman dapat berubah menjadi hambatan apabila membuat seseorang tidak lagi memiliki keinginan untuk berkembang.

Orang yang puas dengan kariernya bukan berarti selalu mengejar jabatan. Mereka tetap memiliki dorongan untuk mempelajari sesuatu, mengambil tanggung jawab baru, atau mencoba kesempatan yang dapat meningkatkan kemampuan.

Keberanian keluar dari rutinitas sesekali dapat membuka peluang yang sebelumnya tidak terlihat.

8. Kehilangan Alasan Mengapa Memilih Karier Tersebut

Salah satu hal yang membuat seseorang tetap bertahan ketika pekerjaan terasa sulit adalah adanya tujuan yang jelas.

Orang yang bahagia dengan kariernya biasanya mengetahui alasan di balik pilihan mereka. Bagi sebagian orang, alasannya adalah passion. Bagi yang lain, pekerjaan mungkin berkaitan dengan tujuan hidup, kebutuhan keluarga, kontribusi sosial, atau keinginan memberikan dampak tertentu.

Memahami kembali alasan tersebut dapat membantu seseorang melihat pekerjaannya dari sudut pandang yang lebih luas. Ketika pekerjaan terasa memiliki makna, tantangan yang muncul pun dapat lebih mudah dihadapi.

Pada akhirnya, kebahagiaan dalam karier tidak selalu ditentukan oleh gaji tinggi, jabatan bergengsi, atau pekerjaan yang terlihat sempurna. Cara seseorang menetapkan prioritas, menjaga kesehatan, membangun relasi, serta menemukan makna dalam pekerjaannya juga memiliki peran penting.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho