JawaPos.com - Mentimun merupakan salah satu sayuran yang mudah ditemukan dalam berbagai menu sehari-hari. Potongan mentimun kerap hadir sebagai lalapan, campuran salad, isian sandwich, hingga pelengkap makanan lainnya.
Sayuran ini memiliki kandungan air yang tinggi dan relatif rendah kalori sehingga sering dipilih sebagai bagian dari pola makan sehat. Namun, beredar anggapan bahwa mentimun sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan makanan tertentu karena dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.
Sejumlah kombinasi tersebut pernah diberitakan oleh JawaPos.com dengan merujuk pada English Jagran. Berikut lima makanan yang disebut perlu diperhatikan ketika dikonsumsi bersama mentimun.
Baca Juga: Krisis Makanan dan Toilet Rusak Perburuk Mental Kru USS Abraham Lincoln
1. Tomat
Mentimun dan tomat merupakan perpaduan yang sangat umum, terutama dalam salad. Namun, artikel yang menjadi rujukan menyebut kombinasi keduanya dikhawatirkan dapat menimbulkan gangguan pencernaan pada sebagian orang, seperti kembung atau rasa tidak nyaman di perut.
Meski demikian, tidak berarti setiap orang akan mengalami keluhan setelah mengonsumsi mentimun dan tomat secara bersamaan. Keduanya bahkan sama-sama tercantum sebagai pilihan sayuran rendah FODMAP dalam sejumlah panduan pola makan.
2. Lobak
Lobak juga disebut sebagai salah satu makanan yang sebaiknya diperhatikan ketika dikonsumsi bersama mentimun. Klaim dalam artikel asal mengaitkannya dengan kandungan askorbat pada mentimun dan proses penyerapan vitamin C.
Namun, informasi tersebut sebaiknya tidak dipahami sebagai larangan medis. Lobak dan mentimun sama-sama dapat menjadi bagian dari menu sehat dan tercantum dalam daftar sayuran yang dapat dikonsumsi pada pola makan rendah FODMAP.
3. Yogurt
Mentimun dan yogurt justru dikenal sebagai kombinasi dalam berbagai hidangan, seperti raita atau saus berbahan dasar yogurt. Karena itu, anggapan bahwa keduanya tidak boleh dicampur perlu disikapi dengan hati-hati.
Artikel yang menjadi sumber awal menyebut kandungan air mentimun dapat memengaruhi tekstur yogurt. Namun, perubahan tekstur makanan tidak sama dengan bukti bahwa kombinasi tersebut berbahaya bagi sistem pencernaan.
Bahkan, kombinasi mentimun dan yogurt merupakan bagian dari sejumlah hidangan yang sudah lama dikonsumsi di berbagai budaya.
4. Daging
Daging dan mentimun juga disebut dalam daftar kombinasi yang perlu diperhatikan. Klaim dalam artikel asal didasarkan pada perbedaan karakteristik pencernaan protein dari daging dengan tingginya kandungan air pada mentimun.
Akan tetapi, tidak ada alasan umum untuk menganggap seseorang harus menghindari mentimun ketika makan daging. Daging dan mentimun sama-sama termasuk makanan yang dapat ditemukan dalam berbagai pola makan, termasuk pola makan yang memperhatikan kesehatan pencernaan.
Keluhan seperti kembung atau rasa begah setelah makan bisa lebih berkaitan dengan jumlah makanan, cara pengolahan, kandungan lemak, bumbu, atau sensitivitas individu terhadap makanan tertentu.
5. Buah citrus
Jeruk, lemon, dan kelompok buah citrus lainnya memiliki rasa asam yang kuat sehingga secara cita rasa memang dapat mendominasi rasa mentimun yang relatif ringan.
Artikel asal juga menyebut perpaduan tersebut dapat membuat tekstur mentimun berubah dan menimbulkan sensasi asam. Namun, hal ini lebih tepat dipandang sebagai persoalan rasa dan tekstur, bukan bukti bahwa mentimun dan buah citrus merupakan kombinasi yang berbahaya bagi pencernaan.
Bahkan, lemon dan beberapa jenis buah citrus termasuk pilihan buah yang dapat dikonsumsi dalam pola makan rendah FODMAP.