← Beranda
Jangan Cuma Pandai Cari Uang, Anak Muda Perlu Kuasai 8 Skill Finansial Ini
Mohammad Maulana IqbalSenin, 10 Agustus 2026 | 22.38 WIB
tips keterampilan finansial yang harus dipelajari anak muda. (Freepik/ jcomp)

JawaPos.com – Kemampuan menghasilkan uang saja belum cukup untuk membuat kondisi finansial tetap sehat. Anak muda juga perlu memahami cara mengatur, menyimpan, menggunakan, dan mengembangkan uang secara bijak.

Pengetahuan finansial yang baik dapat membantu seseorang mengambil keputusan dengan lebih terukur, mulai dari mengatur pengeluaran sehari-hari hingga mempersiapkan kebutuhan jangka panjang.

Keterampilan tersebut juga dapat menjadi bekal menghadapi berbagai situasi, seperti kebutuhan mendadak, utang, biaya pendidikan, hingga persiapan masa depan.

Menariknya, kemampuan mengelola keuangan tidak harus dikuasai sekaligus. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten justru dapat menjadi fondasi penting untuk mencapai kemandirian finansial.

Baca Juga: Menurut Psikologi, 7 Skill Unik Orang yang Bangun Tidur Sebelum Matahari Terbit

Dilansir dari GEEditing.com, berikut delapan keterampilan finansial yang penting dipelajari anak muda.

1. Membuat Anggaran Keuangan

Kemampuan menyusun anggaran merupakan salah satu dasar terpenting dalam pengelolaan keuangan pribadi.

Dengan anggaran, Anda dapat mengetahui berapa banyak uang yang masuk dan ke mana saja penghasilan tersebut akan digunakan.

Kebutuhan pokok, transportasi, hiburan, tabungan, hingga investasi dapat ditempatkan dalam pos masing-masing. Cara ini membantu mencegah pengeluaran berlebihan yang tidak disadari.

Anggaran tidak harus membuat hidup terasa serba terbatas. Justru, perencanaan yang realistis memberikan gambaran tentang batas pengeluaran yang masih aman.

Kuncinya adalah konsisten mengevaluasi anggaran dan menyesuaikannya dengan kondisi keuangan.

2. Membiasakan Menabung dan Mengenal Investasi

Menabung menjadi langkah awal yang sederhana untuk membangun ketahanan finansial.

Anak muda dapat memulainya dengan menyisihkan sebagian penghasilan secara rutin, meskipun jumlahnya belum besar. Kebiasaan tersebut dapat membantu membentuk dana darurat sekaligus melatih kedisiplinan.

Setelah memiliki kebiasaan menabung, pengetahuan mengenai investasi juga perlu mulai dipelajari.

Ada berbagai instrumen investasi dengan tingkat risiko berbeda. Karena itu, penting memahami cara kerja produk investasi sebelum menempatkan uang di dalamnya.

Semakin awal seseorang memahami konsep investasi dan pertumbuhan nilai uang dalam jangka panjang, semakin banyak waktu yang tersedia untuk membangun aset.

3. Memahami Cara Kerja Kredit

Kredit dapat membantu memenuhi kebutuhan tertentu, tetapi penggunaannya membutuhkan tanggung jawab.

Sebelum menggunakan kartu kredit atau mengambil pinjaman, pahami terlebih dahulu bunga, biaya, tenor, cicilan, dan konsekuensi jika pembayaran terlambat.

Riwayat pembayaran juga dapat memengaruhi penilaian kelayakan kredit seseorang. Karena itu, membayar kewajiban tepat waktu merupakan kebiasaan penting.

Anak muda sebaiknya tidak menggunakan kredit hanya karena ingin membeli sesuatu yang sebenarnya belum mampu dibayar.

Kredit akan lebih bermanfaat apabila digunakan secara terencana dan disesuaikan dengan kemampuan membayar.

4. Mengelola Pinjaman Pendidikan

Bagi sebagian anak muda, biaya pendidikan dapat membuat seseorang perlu mengambil pinjaman.

Sebelum menyetujuinya, pastikan memahami seluruh ketentuan yang berlaku. Perhatikan jumlah pinjaman, bunga, jangka waktu, besaran cicilan, serta jadwal pembayaran.

Pinjaman pendidikan bukan sekadar bantuan dana untuk menyelesaikan studi, tetapi juga kewajiban finansial yang dapat berlangsung selama bertahun-tahun.

Karena itu, penting membuat perencanaan pembayaran sejak awal. Masukkan cicilan ke dalam anggaran agar kewajiban tersebut tidak mengganggu kebutuhan utama.

5. Belajar Berbagi dengan Bijak

Kecerdasan finansial tidak selalu berarti mengumpulkan uang sebanyak mungkin.

Menyisihkan sebagian dana untuk membantu keluarga, teman, kegiatan sosial, atau pihak yang membutuhkan juga dapat menjadi bagian dari perencanaan keuangan.

Namun, kegiatan berbagi tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan. Jangan sampai keinginan membantu orang lain justru membuat kebutuhan pokok atau kewajiban pribadi terbengkalai.

Jumlah yang diberikan bukan satu-satunya ukuran. Kebiasaan berbagi secara terencana dapat membantu membangun rasa syukur sekaligus memberikan perspektif bahwa uang bukan satu-satunya tujuan hidup.

6. Berani Mengatakan Tidak

Salah satu tantangan terbesar dalam mengelola keuangan adalah tekanan dari lingkungan.

Tren gadget, pakaian, tempat nongkrong, perjalanan, hingga gaya hidup di media sosial dapat mendorong seseorang mengeluarkan uang di luar kemampuan.

Karena itu, belajar mengatakan "tidak" terhadap pengeluaran yang tidak sesuai kebutuhan merupakan keterampilan penting.

Bukan berarti harus menghindari semua bentuk hiburan. Yang terpenting adalah mampu membedakan antara kebutuhan, keinginan, dan pengeluaran yang dilakukan hanya karena ingin mengikuti orang lain.

Dengan memiliki prioritas yang jelas, uang dapat digunakan untuk hal-hal yang benar-benar memberikan manfaat.

7. Memahami Dasar-Dasar Pajak

Pajak juga menjadi bagian penting dalam kehidupan finansial.

Memahami dasar perpajakan dapat membantu anak muda mengetahui kewajiban yang harus dipenuhi serta bagaimana pajak dapat memengaruhi pendapatan dan transaksi keuangan.

Pengetahuan ini juga berguna ketika seseorang mulai bekerja, menjalankan usaha, memiliki aset, atau melakukan investasi.

Tidak perlu langsung menguasai seluruh aturan perpajakan. Mulailah dengan memahami kewajiban yang memang berkaitan dengan kondisi pribadi.

Untuk aturan dan tarif yang berlaku, selalu gunakan informasi resmi terbaru karena ketentuan pajak dapat berubah.

8. Terus Meningkatkan Literasi Keuangan

Keterampilan finansial tidak berhenti setelah seseorang mengetahui cara membuat anggaran atau menabung.

Kondisi ekonomi, produk keuangan, investasi, perpajakan, dan berbagai aturan dapat berubah seiring waktu. Karena itu, kebiasaan belajar perlu terus dipertahankan.

Informasi dapat diperoleh melalui buku, artikel, podcast, kursus, seminar, maupun sumber resmi lembaga keuangan dan pemerintah.

Semakin baik pemahaman finansial seseorang, semakin besar pula peluangnya membuat keputusan berdasarkan informasi, bukan sekadar ikut tren.

Pada akhirnya, tujuan utama literasi keuangan bukan hanya memiliki lebih banyak uang, tetapi mampu menggunakannya secara sadar untuk mencapai kehidupan yang diinginkan.

Delapan keterampilan tersebut dapat mulai dipelajari secara bertahap. Tidak perlu menunggu memiliki penghasilan besar untuk belajar mengelola uang karena kebiasaan finansial yang baik justru idealnya dibangun sejak dini.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho