← Beranda
Tak Melulu Kopi, 5 Minuman Ini Bisa Bantu Lawan Kantuk dan Tambah Energi
Rabbany WanadrianiSabtu, 8 Agustus 2026 | 22.03 WIB
ilustrasi teh hijau. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Kopi menjadi pilihan banyak orang ketika membutuhkan dorongan energi di pagi hari atau ingin mengusir rasa kantuk yang datang pada siang hingga sore hari.

Kandungan kafein di dalam kopi bekerja sebagai stimulan yang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi rasa lelah. Meski demikian, konsumsi kopi berlebihan pada sebagian orang justru dapat memicu rasa gelisah, jantung berdebar, gangguan tidur, hingga memperburuk keluhan asam lambung.

Bagi Anda yang ingin mengurangi konsumsi kopi tetapi tetap membutuhkan minuman untuk menunjang aktivitas, ada sejumlah pilihan lain yang bisa dipertimbangkan.

Beberapa minuman mengandung kafein dalam kadar lebih rendah, sementara lainnya dapat menjadi pilihan tanpa kafein untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Baca Juga: Jangan Dicampur! 5 Makanan dan Minuman Ini Berisiko Jika Dikonsumsi Bersama Obat

Dilansir dari English Jagran, berikut lima alternatif kopi yang dapat menjadi pilihan untuk menemani aktivitas sehari-hari.

1. Teh Hitam

Teh hitam dapat menjadi pilihan bagi orang yang ingin mendapatkan asupan kafein tetapi tidak ingin mengonsumsi kopi.

Kandungan kafeinnya umumnya lebih rendah dibandingkan kopi sehingga efek stimulasinya cenderung lebih ringan. Selain kafein, teh hitam juga mengandung polifenol yang memiliki sifat antioksidan.

Senyawa tersebut dapat mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan. Teh hitam juga kerap dikaitkan dengan manfaat bagi kesehatan jantung dan saluran pencernaan apabila dikonsumsi sebagai bagian dari pola hidup sehat.

2. Teh Hijau

Pilihan lainnya adalah teh hijau yang dikenal kaya akan senyawa antioksidan, terutama katekin.

Teh hijau juga mengandung kafein dan L-theanine. Kombinasi keduanya dapat membantu meningkatkan kewaspadaan sekaligus memberikan sensasi lebih tenang dibandingkan efek stimulan yang dirasakan sebagian orang setelah minum kopi.

Karena kandungan antioksidannya, teh hijau juga banyak dipilih sebagai bagian dari pola makan sehat. Namun, manfaat tersebut tetap perlu didukung dengan pola makan bergizi dan gaya hidup seimbang.

3. Matcha

Matcha merupakan teh hijau yang diolah menjadi bubuk halus sehingga seluruh bagian daun tehnya dikonsumsi ketika diminum.

Minuman ini memiliki kandungan kafein yang cukup tinggi dibandingkan teh hijau biasa, meskipun umumnya masih berada di bawah kopi. Matcha juga mengandung L-theanine.

Perpaduan kafein dan L-theanine membuat matcha menarik bagi mereka yang menginginkan dorongan energi sekaligus fokus tanpa sensasi terlalu gelisah.

Meski begitu, jumlah kafein tetap perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang sensitif terhadap stimulan.

4. Guarana

Guarana berasal dari tanaman yang banyak ditemukan di kawasan Amerika Selatan, terutama Brasil. Biji tanaman ini dikenal memiliki kandungan kafein yang cukup tinggi.

Karena kandungan tersebut, guarana dapat memberikan efek stimulan yang membantu meningkatkan kewaspadaan. Tanaman ini juga mengandung sejumlah senyawa antioksidan.

Namun, justru karena kadar kafeinnya relatif tinggi, konsumsi guarana perlu dilakukan secara bijak. Jumlah yang berlebihan dapat menyebabkan efek seperti gelisah, sulit tidur, atau jantung berdebar pada orang yang sensitif terhadap kafein.

5. Air Hangat dengan Lemon

Bagi Anda yang ingin menghindari kafein sepenuhnya, air hangat dengan tambahan lemon bisa menjadi pilihan sederhana.

Minuman ini tidak memberikan efek stimulan seperti kopi maupun teh. Namun, air tetap berperan penting dalam menjaga tubuh tetap terhidrasi, sementara lemon dapat memberikan tambahan vitamin C.

Air hangat dengan lemon juga bisa menjadi alternatif minuman pada pagi hari bagi orang yang tidak ingin langsung mengonsumsi minuman berkafein.

Pada akhirnya, tidak semua orang membutuhkan kopi untuk menjaga tubuh tetap aktif sepanjang hari. Teh hitam, teh hijau, matcha, guarana, maupun air hangat dengan lemon dapat menjadi alternatif sesuai kebutuhan dan toleransi masing-masing.

Jika Anda sensitif terhadap kafein, perhatikan jumlah dan waktu konsumsinya agar tidak mengganggu kualitas tidur maupun menimbulkan rasa tidak nyaman.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho